Meta AI Ditambahkan ke Whatsapp, Instagram, dan Messenger Tahun 2023

Achmad Fachrur Rozi

Meta AI Ditambahkan ke Whatsapp, Instagram, dan Messenger Tahun Ini
5/5 - (1 vote)

LABTekno.com – Meta AI rencananya akan ditambahkan ke WhatsApp, Instagram dan Messenger tahun ini. Tak mau ketinggalan dengan platform lainnya, tahun 2023 nampaknya akan menjadi tahunnya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Meta AI pada WhatsApp, Instagram dan Messenger

Teknologi yang sedang tren ini, dikhususkan untuk memecahkan masalah kognitif yang umumnya terkait dengan kecerdasan manusia, seperti pembelajaran, pemecahan masalah, dan pengenalan pola. 

Memasuki bulan ketiga di tahun 2023 saja, sudah terlihat bahwa produk dan layanan teknologi yang dirilis tahun ini berkiblat pada Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML).

Viralnya ChatGPT OpenAI tahun lalu, telah memicu raksasa teknologi seperti Microsoft untuk merilis Bing bertenaga AI baru mereka dan Google untuk merilis Bard, model AI terbaru perusahaan ke publik.

Nah, kini giliran raksasa teknologi California Meta, perusahaan induk dari Facebook dan Instagram ini mengumumkan bahwa pihaknya ingin menambahkan Meta AI ke dalam layanannya saat ini seperti WhatsApp, Instagram dan Messenger tahun ini.

Konglomerat teknologi, Mack Zuckerberg selaku ketua Meta Platforms dan pendiri Facebook mengumumkan di media sosial bahwa perusahaan sedang membuat grup produk tingkat atas baru di Meta yang fokus pada AI generatif.

Teknologi AI generatif yang akan ditawarkan Meta AI tersebut bertujuan untuk meningkatkan eksistensi mereka dalam industri ini.

Mack mengatakan bahwa Meta dalam jangka panjang akan fokus pada pengembangan “AI Persona” yang bisa membantu orang dalam berbagai cara.

Pernyataan tersebut juga mengungkapkan bahwa AI dapat diintegrasikan ke dalam portofolio produk perusahaan saat ini seperti Whatsapp, Instagram, dan Messenger. 

Baca Juga  Tecno Phantom V Fold Gunakan Chipset MediaTek Dimensity 9200+

Seperti dikutip dalam pernyataannya, Mark mengatakan, “Kami mengeksplorasi pengalaman dengan teks (seperti obrolan di WhatsApp dan Messenger), dengan gambar (seperti filter Instagram kreatif dan format iklan), dan dengan pengalaman video serta multi-modal.

Lebih lanjut dalam laporan Bloomberg mencatat bahwa tim Meta AI akan dipimpin oleh Ahmad Al-Dahle, selaku eksekutif pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan. 

Dia melapor langsung ke Meta Chief Product Officer Chris Cox, yang menurut laporan tersebut merupakan tanda penting bahwa perusahaan berniat untuk lebih mengintegrasikan AI ke dalam berbagai produk dan layanan online.

Namun, Meta menegaskan kembali bahwa perusahaan masih dalam tahap pertumbuhan AI. Mengingat masih banyak pekerjaan dasar perusahaan yang harus dilakukan sebelum mencapai pengalaman yang benar-benar futuristik. 

Sebagai catatan penutup dari pengumuman tersebut, Mark Zuckerberg berkomentar bahwa dia bersemangat dengan semua hal baru yang akan dibangun Meta, baik dulu hingga nantinya.

Chatbot Meta Lebih Dulu dari ChatGPT

Mendengar kabar Meta berencana akan menambahkan AI ke WhatsApp, Instagram dan Messenger tahun ini, sebenarnya tidak mengherankan. 

Sebab dua minggu sebelum chatbot bernama ChatGPT muncul dan viral di internet pada bulan November lalu, Meta sudah meluncurkan chatbotnya sendiri.

Chatbot dari Meta ini dirancang untuk penelitian ilmiah yang bisa langsung menulis artikelnya sendiri, memecahkan masalah matematika, menghasilkan kode komputer dan membuat anotasi gambar.

Meski seperti ChatGPT, chatbot Meta juga berpotensi menyajikan data yang menyesatkan. Namun dampaknya tidak seperti ChatGPT. 

Bahkan karena hal ini, Meta menghadapi banyak keluhan dan setelah tiga hari berselang, perusahaan harus menghadapi pengawasan karena menyebarkan informasi yang salah dan ujaran kebencian melalui aplikasi jejaring sosialnya.

Baca Juga  Vivo Pad 2 Rilis 20 April Mendatang, Bawa Performa Powerful

Buntut dari masalah tersebut, akhirnya Meta menghapusnya dari internet.

Padahal hampir selama satu dekade, Meta telah menghabiskan miliaran dolar untuk membangun AI jenis baru tersebut.

Tetap saja, OpenAI menjadi primadona, padahal Meta dan berbagai perusahaan lain juga telah membangun teknologi serupa. 

Baca Juga

Tags

Leave a Comment