Xiaomi HyperOS Gantikan MIUI, Begini Alasan dan Tampilannya!

Achmad Fachrur Rozi

HyperOS Xiaomi Gantikan MIUI OS
5/5 - (1 vote)

LABTekno.com – Xiaomi HyperOS secara resmi telah diperkenalkan oleh CEO Xiaomi, Lei Jun. Sistem operasi baru untuk smartphone Xiaomi ini hadir pertama kali pada seri Xiaomi 14.

Sebenarnya, Xiaomi sudah lama mengembangkan sistem operasi barunya ini. Hampir satu dekade, tepatnya sejak 2014 lalu saat produk IoT mulai berkembang di dunia. 

Bagi yang belum tahu, Internet of Thing (IoT) adalah sebuah konsep dimana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer.

Kemudian pada tahun 2017, langkah selanjutnya dimulai. Yaitu dengan mulai mengembangkan ekosistem baru untuk perangkat dan aplikasinya.

Alasan MIUI diganti dengan Xiaomi HyperOS

Evolusi dari MIUI, HyperOS ini dijadwalkan hadir perdana pada akhir 2023 di China dan akan diluncurkan secara global pada awal 2024 nanti.

Para Mi Fans mungkin sudah tidak sabar lagi, dan semakin penasaran, bagaimana era baru performa hyper yang ditawarkan tersebut, mencakup kelancaran dan konektivitas antara HP dan AIoT (Artificial Intelligence of Things).

Singkatnya AIoT merupakan rangkaian sistem dari berbagai perangkat IoT saling terhubung dan dalam rangkaian tersebut, sementara posisi AI di sini sebagai pusat pengendali sistem tersebut.

Untuk saat ini, sebenarnya HyperOS masih masuk kategori Android Open Source Project. Namun HyperOS ini akan diintegrasikan dengan platform Xiaomi untuk IoT, yang bernama Vela. 

Sepertinya, inilah alasan utama dibuatnya HyperOS, yaitu untuk sistem integrasi IoT yang lebih baik. 

Baca Juga  Aplikasi Edit Foto 90an

Bocoran Tampilan Xiaomi HyperOS

Xiaomi HyperOS
Xiaomi HyperOS
Xiaomi HyperOS
Xiaomi HyperOS
Xiaomi HyperOS
Xiaomi HyperOS
Xiaomi HyperOS
Xiaomi HyperOS

Meski baru akan dirilis pada November tahun ini, namun bocoran mengenai tampilan Xiaomi HyperOS sudah banyak dibagikan di situs Weibo. 

Postingan tersebut memperlihatkan halaman UI dari Xiaomi HyperOS, seperti halaman depan (home), shortcut menu, widget cuaca, jam, dan kalender.

Sekilas memang tidak ada perubahan yang signifikan dari tampilan halaman-halaman tersebut, antara antarmuka HyperOS dengan versi sebelumnya yaitu MIUI. 

Namun bocoran ini belum final, masih ada kemungkinan berubah pada perilisannya nanti. Hal yang paling dinantikan adalah aspek performa dan kelancaran dari OS tersebut. Harapannya Xiaomi HyperOS mampu memberikan pengalaman yang lebih seamless kepada pengguna.

Pada saat pengumuman OS barunya, pihak Xiaomi juga sempat menjanjikan hal tersebut. Menariknya lagi, Xiaomi HyperOS ini juga akan memiliki dukungan ekosistem yang lebih baik ke perangkat-perangkat AIoT mereka.

Beberapa upgrade fitur yang mengadopsi sistem operasi Android 14 juga patut dinantikan. 

Beberapa Brand Smartphone yang Beralih OS

Pergantian sistem operasi yang dilakukan Xiaomi ini bukan hal yang pertama. Beberapa merk smartphone juga pernah beralih OS. Berikut ini beberapa daftarnya:

Huawei (HarmonyOS)

Smartphone Huawei pertama kali diluncurkan menggunakan sistem operasi Android. Namun kemudian Huawei terkena dampak perang dagang Amerika dan Tiongkok.

Mau tidak mau, Huawei kemudian mengembangkan sistem operasinya sendiri dan dalam waktu singkat berhasil merilis OS mereka, yaitu HarmonyOS.

Huawei sebelumnya juga mengembangkan sistem operasi pertama mereka pada tahun 2019 yang diberi nama HongMengOS.

Namun bedanya, jika HongMengOS lebih ditujukan untuk perangkat IoT, HarmonyOS lebih difokuskan pada perangkat mobile, mencakup smartphone dan tablet Huawei.

Samsung OneUI

Samsung OneUI

Bagi pengguna smartphone Samsung, mungkin sudah familiar dengan One UI. Sebelumnya, Samsung menggunakan OS Samsung Experience UX dan TouchWiz.

Baca Juga  7 Cara Software HRIS Membantu Proses Rekrutmen

Sistem One UI sebenarnya juga berbasis Android dan kini sudah sampai pada versi ketiga. 

Kustomisasi yang dilakukan Samsung ini membuat kesan One UI sebagai OS milik Samsung, bukan hanya sebuah custom UI berbasis Android.

Vivo (OriginOS)

Vivo OS

Vivo juga memiliki custom UI mereka sendiri yang disebut Funtouch OS. Tampilan yang ditawarkan Funtouch OS ini mirip seperti interface iOS 10.

Kemudian Vivo beralih ke user interface Origin OS. 

ASUS (ZenUI)

ASUS ZenUI

Dalam hal UI, ASUS sebenarnya merupakan salah satu pelopor custom UI yang kini menjadi sebuah ekosistem di kalangan produsen smartphone. 

Andalan user interface ASUS, yaitu ZenUI. Sistem antarmuka ini telah diperkenalkan sejak munculnya seri Zenfone. 

Sistem ZenUI mengusung Flat UI yang disebut memiliki ciri khas tersendiri. 

Pada beberapa bagian tertentu, custom UI dari ZenUI berbeda dari brand lain. Perbedaan yang paling mencolok terletak pada bagian lock screen, quick panel setting dan penempatan widget.

Baca Juga

Leave a Comment