Category: Tekno

  • Teknologi Baru Xiaomi HyperCharge 300 W, 5 Menit Full

    Teknologi Baru Xiaomi HyperCharge 300 W, 5 Menit Full

    LABTekno.com – HyperCharge 300 W sudah diperkenalkan ke publik. Hal ini bersumber dari salah satu postingan di Weibo yang memamerkan demo pengisian daya Redmi Note 12 Pro+ HyperCharge 300 W. 

    Teknologi pengisian daya pada smartphone belakang ini berkembang semakin pesat. Berbagai produsen berlomba untuk menciptakan dan menyematkan teknologi pengecasan cepat tersebut pada smartphone mereka.

    Teknologi HyperCharge 300 W, Isi Daya Full Cuma 5 Menit

    Rekor Baru Pengisian Cepat HyperCharge 300 W
    Rekor Baru Pengisian Cepat HyperCharge 300 W

    Kali ini Xiaomi melanjutkan balapannya dengan Realme untuk menciptakan teknologi pengisian daya smartphone tercepat. 

    Kedua perusahaan tersebut sebelumnya telah memecahkan 200 W. Nah sekarang ini, Xiaomi mengklaim bahwa versi baru HyperCharge sudah mencapai 300 W.

    Pengujian HyperCharge 300 W, 5 Menit Full
    Pengujian HyperCharge 300 W, 5 Menit Full

    Pada pengujian menunjukkan bahwa teknologi HyperCharge 300 W baru ini mampu mengisi daya baterai dengan kapasitas 4.100 mAh dari 0-100% hanya dalam waktu 5 menit saja.

    Pengisian daya baterai dari 0-2 menit sudah bisa mencapai 50%. 

    Teknologi versi terbaru dari HyperCharge tersebut telah didemonstrasikan Xiaomi dan sudah diambil alih oleh rekan-rekannya di Grup BBK.

    Smartphone Mana yang Pertama Kali Menawarkan HyperCharge 300 W?

    Saat ini Xiaomi masih terus menawarkan teknologi HyperCharge 120 W di smartphone-nya. Pada smartphone terbarunya yang terakhir, yaitu Redmi Note 12 Pro Discovery Edition menawarkan pengisian cepat 210 W.

    Anak perusahaan BBK Group seperti Realme telah melangkah lebih jauh, dengan pengisian cepat 240 W diaktifkan di GT 3 dan GT Neo5. 

    Realme GT3 dengan 240 W SUPERVOOC Charge
    Realme GT3 dengan 240 W SUPERVOOC Charge

    Sebagai referensi, Realme akan meluncurkan yang pertama selama MWC 2023.

    Tak mau kalah, Xiaomi kini telah menghadirkan solusi pengisian daya yang lebih cepat dalam prototipe Redmi Note 12 Pro Plus berkat peningkatan ‘HyperCharge‘. 

    Seperti yang ditunjukkan oleh gambar di atas, Xiaomi mengiklankan teknologi pengisian daya barunya yang mampu mencapai 300 W. 

    Namun, teknologi HyperCharge tersebut dalam pengujian terkontrolnya tidak pernah mencapai 300 W, meskipun sudah mendekati angka tersebut. 

    Beberapa kali secara singkat memang sudah mencapai lebih dari 290 W, dan mempertahankan lebih dari 280 W hingga smartphone mencapai daya sekitar 64%. Namun  setelah itu, turun drastis ke pengisian akhir 65 W.

    Secara keseluruhan, tetap saja hasil ini dinilai cukup memuaskan. Kurva pengisian daya yang dihasilkan mengisi penuh baterai 4.100 mAh hanya dalam waktu 5 menit. 

    Rekor tersebut terpecahkan sebagai pengisian daya tercepat saat ini. 

    Xiaomi menambahkan catu daya HyperCharge 300 W-nya sebesar yang digunakan dalam demo HyperCharge 210 W. Meskipun demikian, dayanya sudah meningkat 43%. 

    Sayangnya, masih harus dilihat kapan Xiaomi akan menawarkan solusi HyperCharge barunya di perangkat terbarunya nanti yang akan dijual ke konsumen. 

    Jika nantinya akan digunakan Redmi Note 12 Pro Discovery Edition, maka kemungkinan akan jadi produk eksklusif di China pada peluncuran awalnya.

    Teknologi pengisian kabel yang semakin cepat ini memang menarik perhatian konsumen. Mengingat kemunculan pengisian nirkabel yang jauh lebih lambat sekarang ini.

    Di samping itu, yang perlu diperhatikan adalah dampak negatif dari teknologi HyperCharge 300 W tersebut. Terutama terhadap kesehatan baterai dan siklus pengisian daya jangka panjang. Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar!

  • MediaTek Dimensity 7200 Hadir untuk Smartphone Gaming Mid-Range

    MediaTek Dimensity 7200 Hadir untuk Smartphone Gaming Mid-Range

    LABTekno.com – MediaTek Dimensity 7200 merupakan jajaran chipset terbaru dari perusahaan berbasis di Taiwan. Chipset baru ini ditawarkan untuk perangkat kelas menengah dengan fokus pada game dan fotografi. Kedua fitur tersebut, saat ini menjadi fitur yang paling utama dan banyak dicari oleh pengguna.

    Siap Bersaing dengan Snapdragon 7 Gen 1

    MediaTek Dimensity 7200
    MediaTek Dimensity 7200

    Perlu diketahui bahwa SoC MediaTek Dimensity 7200 yang baru diumumkan ini hadir untuk menantang kompetitor utamanya yaitu Qualcomm Snapdragon 7 Gen 1 secara langsung. 

    Perusahaan juga optimis bahwa produk barunya tersebut diklaim dapat memberikan kinerja inti tunggal 10% lebih unggul dari pesaingnya, Snapdragon 7 Gen 1.

    SoC MediaTek Dimensity 7200 dibuat oleh Perusahaan Manufaktur Semikonduktor Taiwan (TSMC) menggunakan proses N4P.

    Sama seperti yang digunakan dalam seri Dimensity 9200 sebagai peningkatan dari Dimensity 9000.

    Jika seri Dimensity 9200 diperuntukkan smartphone flagship, maka seri Dimensity 7200 ini dihadirkan untuk mendukung kinerja gaming di perangkat kelas menengah yang akan membantu memastikan daya dan efisiensi.

    Prosesor tersebut menampilkan dua inti Cortex-A715 dengan frekuensi tinggi 2.8GHz dan enam inti Cortex-A510. Ada juga GPU Mali G610 MC4 untuk menangani visual pada perangkat. 

    Fitur Tambahan MediaTek Dimensity 7200

    SoC MediaTek Dimensity 7200
    SoC MediaTek Dimensity 7200

    Adapun beberapa fitur tambahan dari Dimensity 7200 meliputi:

    • Frekuensi memori hingga 6400Mbps dan UFS 3.1 untuk penyimpanan maksimum.
    • Layar MediaTek MiraVision dengan HDR mendukung standar terbaru termasuk HDR10+, CUVA HDR, dan Dolby HDR.
    • Hingga Full HD+ dan 144Hz untuk tampilan cemerlang.
    • Pemutaran video AI SDR-ke-HDR untuk pengalaman multimedia yang lebih baik.
    • Teknologi Bluetooth LE Audio dan Dual-Link True Wireless Stereo Audio untuk dukungan earbud nirkabel.

    Sengaja dirancang agar fokus pada game dan fotografi, chipset ini mendukung tampilan Full HD hingga 144Hz bersama dengan HDR10+, CUVA HDR, dan Dolby HDR.

    Tidak ketinggalan juga MediaTek HyperEngine 5.0, yang memungkinkan Variable Rate Shading berbasis AI dan memiliki penyimpanan UFS 3.1 untuk memuat lebih cepat dan RAM berjalan hingga 6.400Mbps (LPDDR5). 

    Pada sektor optik, chipset menggunakan 14-bit HDR ISP dengan dukungan pengambilan video 4K HDR dan juga mendukung kamera utama hingga 200MP dan mampu mengambil dua aliran video masing-masing resolusi Full HD.

    Selain itu chipset ini juga memiliki APU, yang memungkinkan sejumlah peningkatan kamera bertenaga AI, seperti Real-Time Portrait Beautification

    Sudah sepantasnya juga chipset baru ini mendukung 5G sub-6GHz dengan downlink hingga 4,7Gbps, bersama dengan 2CC Carrier Aggregation, Dual SIM 5G, triband Wi-Fi 6E, dan Bluetooth 5.3.

    Nantinya SoC MediaTek Dimensity 7200 akan tersedia di smartphone yang diluncurkan pada kuartal pertama tahun ini. 

    Namun belum ada merek smartphone yang mengumumkan hal terkait hal ini. 

  • ChatGPT Plus Tersedia di Indonesia, Intip Fitur Unggulan dan Biaya Berlangganannya

    ChatGPT Plus Tersedia di Indonesia, Intip Fitur Unggulan dan Biaya Berlangganannya

    LABTekno.com – ChatGPT Plus baru saja diperkenalkan ke publik beberapa hari yang lalu. Setelah menghebohkan jagat media sosial di seluruh dunia dengan ChatGPT versi beta dan gratis tanpa perlu membayar sepeserpun, kini ChatGPT diupgrade menjadi versi berlangganan.

    OpenAI belum lama ini meluncurkan ChatGPT Plus sebagai layanan berbayar dari OpenAI yang akan memberikan penggunanya akses prioritas chatbot AI. 

    Pengenalan ChatGPT Plus

    Layanan terbaru dari OpenAI tersebut, diyakini akan menjadi pesaing kuat untuk raksasa mesin pencari, Google. 

    Seperti yang diketahui, sejak kemunculan dan viralnya layanan ChatGPT sebelumnya saja, Google sudah ketar-ketir. 

    Kekhawatiran jajaran petinggi Google tentu bukan tanpa alasan. Sebab kehadiran layanan tersebut diindikasi dapat mengikis bisnis mesin pencarian, yang sangat bergantung pada iklan dan e-commerce yang ditemukan di Google Search. 

    Sebelumnya, ChatGPT yang diluncurkan pada Desember 2022 jadi layanan chatbot berbasis AI yang banyak digunakan. 

    Versi ini telah membuat beberapa perubahan yang cukup canggih dan sangat membantu orang dalam bekerja seperti menulis esai hingga membuat malware.

    ChatGPT Plus Baru Tersedia di Indonesia

    Kabar mengenai ChatGPT Plus ini memang sudah tersebar ke seluruh dunia. Hal ini menarik perhatian berbagai kalangan. Namun untuk pertama kali platform tersebut tersedia untuk pengguna Amerika Serikat saja.

    Jika kalian perhatikan pada website OpenAI, tentu akan muncul formulir daftar tunggu Chat GPT Plus yang disebarkan perusahaan tersebut.

    Formulir Daftar Tunggu ChatGPT Plus
    Formulir Daftar Tunggu ChatGPT Plus | Sumber: OpenAI

    Nah, untuk saat ini penggunanya pun masih terbatas, hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang sudah mengisi daftar tunggu tersebut.

    Beberapa pengguna terpilih dari daftar itu diundang oleh perusahaan untuk mencoba fitur terbarunya.

    Bagi yang masih belum berkesempatan mencobanya, tenang saja, karena nantinya juga akan memperluas paket langganan ChatGPT Plus ke negara lainnya.

    ChatGPT Plus Tersedia di Indonesia

    Kabar baiknya, ChatGPT Plus kini telah tersedia di Indonesia sejak 10 Februari.

    Variasi paket berlangganan juga akan segera diperkenalkan. Tentunya dengan mempertimbangkan paket layanan dengan harga terjangkau. 

    Paket tersebut meliputi paket layanan yang lebih murah, paket bisnis, paket khusus API, dan lain sebagainya.

    Perbedaan ChatGPT dan ChatGPT Plus

    Seperti yang telah disebutkan di atas, ChatGPT Plus merupakan versi berbayar dari chatbot kecerdasan buatan (AI) daring yang dibuat oleh OpenAI. 

    Apabila pengguna memilih paket berlangganan ChatGPT Plus ini, maka akan mendapatkan akses prioritas saat menggunakan ChatGPT. Bahkan saat banyak orang menggunakan layanan yang sama pun, pelanggan versi berbayar akan tetap lancar tanpa terkendala. 

    Selain itu, pengguna juga mendapat waktu respons yang lebih cepat serta akses prioritas ke fitur dan peningkatan layanan baru

    Jika ingin bergabung, maka perlu mengisi formulir daftar tunggu terlebih dahulu. Namun perlu diingat bahwa daftar tunggunya tidak sama dengan daftar tunggu yang dikirim OpenAI untuk ChatGPT Professional pada awal Januari. 

    Nantinya, orang yang berada di daftar tunggu tersebut akan diundang perusahaan.

    Bukan hanya itu, ada juga daftar tunggu terpisah untuk penawaran lain yang rencananya akan diluncurkan OpenAI khusus untuk pengembang yang disebut ChatGPT API.

    Fitur Unggulan dan Biaya Berlangganan

    Para pengguna yang berlangganan ChatGPT Plus akan mendapatkan berbagai manfaat, di antaranya:

    • Akses umum ke ChatGPT, bahkan saat jam sibuk
    • Waktu respons lebih cepat
    • Akses prioritas ke fitur dan peningkatan baru

    Nah, sekarang ini, ChatGPT Plus masih hanya tersedia di Amerika Serikat saja. Biaya berlangganannya sebesar US$20 atau sekitar Rp302.803. 

    Tenang saja, nantinya ChatGPT Plus akan memperluas jangkauannya ke wilayah lainnya. Jadi, tunggu saja gilirannya dengan sabar!

  • Microsoft dan OpenAI Boyong AI Model ke Pengembang Seluruh Dunia

    Microsoft dan OpenAI Boyong AI Model ke Pengembang Seluruh Dunia

    LABTekno.com – Microsoft dan OpenAI mengumumkan bahwa layanan Azure OpenAI dapat diakses secara umum sehingga memungkinkan pengembang menggunakan teknologi seperti ChatGPT.

    Layanan Microsoft ini tentu akan mempermudah para pengembang untuk membuat aplikasi menggunakan teknologi seperti ChatGPT dan Model AI canggih lainnya.

    Kemitraan Microsoft dan OpenAI memungkinkan para pengembang menyebarkan dan menskalakan aplikasinya untuk menjangkau pengguna di seluruh dunia.

    Microsoft dan OpenAI

    Azure Open AI menggabungkan pembelajaran mesin sumber terbuka (open source) dan berbasis cloud untuk membantu pengembang mengintegrasikan model AI ke dalam infrastruktur yang ada.

    Termasuk model ChatGPT, Microsoft menegaskan dalam postingannya:

    Dengan Layanan Azure OpenAI yang sekarang tersedia secara umum, lebih banyak bisnis dapat mengajukan akses ke model AI tercanggih di dunia—termasuk GPT-3.5, Codex, dan DALL•E 2—didukung oleh kemampuan tingkat perusahaan tepercaya dan AI yang dioptimalkan. Infrastruktur Microsoft Azure, untuk membuat aplikasi mutakhir. Pelanggan juga akan dapat mengakses ChatGPT—versi GPT-3.5 yang disempurnakan yang telah dilatih dan menjalankan inferensi pada infrastruktur Azure AI—melalui Layanan OpenAI Azure segera.

    OpenAI mengatakan akan mengambil apa yang dipelajari dari pratinjau penelitian ChatGPT saat ini dan membuat pembaruan sebelum membawanya ke Azure.

    Dalam sebuah tweet, OpenAI mengonfirmasi penambahan ChatGPT ke Microsoft Azure akan segera hadir:

    Kami telah belajar banyak dari pratinjau riset ChatGPT dan telah membuat pembaruan penting berdasarkan umpan balik pengguna. ChatGPT akan segera hadir di API kami dan Layanan Azure OpenAI Microsoft.

    Daftar untuk pembaruan di sini: https://t.co/C7kMVpMAKv

    — OpenAI (@OpenAI)17 Januari 2023

    Langkah ini dibangun di atas kemitraan yang sudah ada antara kedua perusahaan, dengan Microsoft mempertimbangkan kemungkinan untuk meningkatkan investasinya di OpenAI hingga $10 miliar.

    Meskipun Microsoft dan OpenAI tidak memberikan detail spesifik tentang bagaimana pengembang akan menggunakan model AI seperti ChatGPT, Anda mungkin sudah bisa menebaknya berdasarkan informasi dari kedua platform tersebut.

    Apa itu Microsoft Azure?

    Microsoft Azure merupakan platform komputasi cloud untuk membangun aplikasi dan layanan melalui jaringan global pusat data yang dikelola Microsoft.

    Layanan yang disediakan oleh Microsoft Azure mencakup mesin virtual, penyimpanan, jaringan, dan berbagai alat untuk mengembangkan dan menerapkan perangkat lunak.

    Apa yang Dapat Dilakukan Pengembang dengan Layanan Azure OpenAI?

    Kemitraan antara Microsoft dan OpenAI memungkinkan pengembang untuk memanfaatkan model AI seperti ChatGPT untuk membangun antarmuka percakapan yang lebih cerdas dan mirip manusia.

    Selain itu, dengan jaringan dan infrastruktur global Azure, pengembang dapat menerapkan dan menskalakan aplikasi mereka untuk menjangkau pengguna di seluruh dunia.

    Dengan kata lain, pengembang dapat memanfaatkan kekuatan model bahasa OpenAI untuk membuat aplikasi yang berjalan pada layanan yang sama yang digunakan Microsoft untuk mendukung produknya sendiri.

    Apa Artinya Ini Bagi Pemasar?

    Apa arti langkah ini bagi pemasar sangat bergantung pada apa yang diputuskan oleh pengembang dengan model bahasa OpenAI.

    Baru baru ini, Artikel Search Engine Journal mencantumkan berbagai cara profesional dan pemasar SEO telah menggunakan model ChatGPT OpenAI. Ini akan memberi Anda gambaran tentang apa yang mungkin dengan teknologi.

    Ketersediaan luas layanan Microsoft Azure OpenAI merupakan terobosan yang besar di bidang pemrosesan bahasa alami dan percakapan AI.

    Dengan menyediakan layanan ini secara luas, Microsoft berharap perusahaan akan terus berinovasi dan mengembangkan solusi untuk bisnis yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.

    Peluncuran ini merupakan bukti komitmen Microsoft untuk menciptakan solusi komputasi yang lebih cerdas.

    Selama panel di Forum Ekonomi Dunia minggu ini, Kepala Eksekutif Microsoft Satya Nadella mengatakan kemampuan OpenAI akan segera diintegrasikan ke dalam semua produk perusahaan.

    Selain itu, Microsoft berkomitmen untuk penggunaan AI yang “bertanggung jawab”, mengatakan pengembang diharapkan untuk mematuhi serangkaian prinsip saat menggunakan layanan ini.

    Wah, Anda mungkin sudah tidak sabar lagi ingin mencoba dan menggunakannya, kan? Mari kita tunggu saja, hingga layanan Microsoft dan OpenAI ini benar-benar terealisasi.

  • Snapdragon 8 Gen 2 VS Apple A16 Bionic, Lebih Unggul Mana?

    Snapdragon 8 Gen 2 VS Apple A16 Bionic, Lebih Unggul Mana?

    LABTekno.com – Snapdragon 8 Gen 2 vs Apple A16 Bionic seringkali disandingkan sebagai ujung tombak kemutakhiran perangkat Android dan iOS. Kedua prosesor flagship tersebut sangat ramai diperbincangkan di jagat sosial media.

    Tahun ini, pasar smartphone flagship Android akan dibanjiri perangkat dengan System on Chip (SoC) Snapdragon 8 Gen 2

    Banyak yang mengunggulkan prosesor Android ini dalam hal kemampuan game platform, lebih tepatnya pada power dan stabilitasnya. Apakah benar demikian?

    Jika berbicara soal kemampuan smartphone flagship yang menggunakan chip Qualcomm tersebut memang jauh lebih unggul dari A16 Bionic milik Apple. Terutama kemampuan game platform, yaitu kekuatan dan stabilitasnya. 

    Hasil Pengujian Snapdragon 8 Gen 2 VS Apple A16 Bionic

    Saking ramainya di sosial media, banyak reviewer yang sempat menguji smartphone dengan CPU Snapdragon 8 Gen 2 terbaru dari Qualcomm selama Snapdragon Summit 2022. Hasilnya tentu saja luar biasa. 

    Mereka mengungguli tidak hanya prosesor Snapdragon 8+ Gen 1 yang beberapa bulan lalu telah diluncurkan. Bahkan dinilai telah mengungguli prosesor Apple A15 dan A16 Bionic, khususnya di sektor GPU.

    Menurut hasil pengujian nyata Golden Reviewer, mengamini bahwa chip Qualcomm ini memang lebih unggul jika dibandingkan dengan A16 Bionic dari Apple. 

    Sebelumnya, ia juga telah melakukan beberapa pengujian lainnya, yaitu Snapdragon 8 Gen 2 VS Apple A16 Bionic.

    Pengujian dilakukan dengan menggunakan Vivo X90 Pro+, generasi terbaru dari Vivo X80 Pro+.

    Hasilnya, sekarang dimungkinkan untuk menilai kinerja Snapdragon 8 Gen 2 dalam skenario dunia nyata dan membandingkannya dengan model Apple iPhone terbaru. Dan hasilnya mendukung hasil sebelumnya.

    Head to Head Smartphone Android vs Apple

    Ada dua smartphone yang diuji yakni Vivo X90 Pro+ dan iPhone 14 Pro Max. Selain itu, kedua smartphone melakukan benchmark yang sama, Wild Life Extreme Stress Test, tes 20 menit yang paling sulit di 3DMark. 

    Coba tebak hasilnya! Ternyata, Chip A16 Bionic dari Apple didapati kurang bertenaga dibandingkan Snapdragon 8 Gen 2. 

    Putaran terbaik pada X90 Pro+ menghasilkan 3757 poin, dibandingkan dengan 3354 poin pada iPhone. Lebih buruk lagi, loop terbaik iPhone berada di bawah loop terendah X90 Pro+ (3390 poin).

    Stabilitas Snapdragon 8 Gen 2 juga jauh lebih baik. Stabilitas SoC kelas atas Qualcomm mencapai 90,2 persen Sebaliknya, iPhone hanya mencapai 70 persen. Ini menunjukkan bahwa CPU Qualcomm lebih andal selain lebih bertenaga.

    Kendati lebih kuat, prosesor Qualcomm Snapdragon 8 Gen 2 bukan tanpa kekurangan. Satu hal yang masih kurang dari chip ini adalah suhu. 

    Sejak beralih ke arsitektur 64-bit, ini telah menjadi salah satu titik lemah dari banyak chip Snapdragon kelas atas.

    Selain kekuatan, SoC Snapdragon 8 Gen 2 juga terbukti lebih hemat daya. Snapdragon 8 Gen 2 memberikan lebih dari sekadar performa luar biasa. Bukan hanya itu, SoC dari Qualcomm ini juga menggunakan lebih hemat energi.

    GPU pada chip Qualcomm 60 persen lebih bertenaga dan 88 persen lebih efisien. 

    Demikian perbandingan Snapdragon 8 Gen 2 VS Apple A16 Bionic. Berdasarkan hasil pengujian di atas, Snapdragon 8 Gen 2 lebih unggul dibandingkan Apple A16 Bionic. Bisa jadi jika pengujiannya dilakukan dengan tolok ukur dan kondisi berbeda, hasilnya mungkin akan berbeda juga. 

    Sebagai bonus, Golden Reviewer juga menguji Xiaomi 13 Pro yang menggunakan SoC Snapdragon Gen 2. Silakan lihat tabel perbandingan berikut:

    Snapdragon 8 Gen 2 VS Apple A16 Bionic
    Snapdragon 8 Gen 2 VS Apple A16 Bionic
    Snapdragon 8 Gen 2 VS Apple A16 Bionic
    Snapdragon 8 Gen 2 VS Apple A16 Bionic

    Bagaimana menurut kalian, apakah setuju dengan hal tersebut? Silakan tuliskan pendapat kalian di kolom komentar!

  • MediaTek Dimensity 8200 Rilis, Chipset Midrange 5G Terbaru

    MediaTek Dimensity 8200 Rilis, Chipset Midrange 5G Terbaru

    LABTekno.com – MediaTek Dimensity 8200 telah resmi diluncurkan di China pada 8 Desember 2022. Setelah sekian lama dirumorkan, akhirnya muncul juga.

    Sebelumnya mungkin pernah tersiar kabar bahwa peluncuran awalnya dijadwalkan akan diluncurkan pada 1 Desember. Namun acara tersebut dibatalkan karena kematian Jiang Zemin, mantan Sekretaris Jenderal Partai Komunis China.

    Peluncuran Chipset MediaTek Dimensity 8200 pada 8 Desember
    Peluncuran Chipset MediaTek Dimensity 8200 pada 8 Desember

    Bagi kaum mendang-mending, kemunculan Dimensity 8200 mungkin akan mengubah cara pandangnya terhadap MediaTek. Prosesor MediaTek Dimensity 8200 akan lebih fokus pada efisiensi energi. Performanya ketika menjalankan kamera dan game juga lebih baik.

    Silakan simak sampai tuntas, ya. Di akhir pembahasan nanti akan ditampilkan perbedaan antara chipset MediaTek 8200, 8100, dan 8000.

    Chipset Terkecil Paling Efisien

    Chipset MediaTek Dimensity 8200 - 4nm ultra efficient battery

    Chipset yang dibangun di atas teknologi proses 4 nm ini dilengkapi dengan HyperEngine 6.0, yang mendukung Vulkan SDK untuk ray tracing dalam game, peningkatan FPS, dan pengoptimalan sumber daya pintar.

    MediaTek Dimensity 8200

    Lebih lanjut, Chipset MediaTek 8200 memiliki empat inti Cortex-A78 dan empat inti Cortex-A55. Satu inti A78 dengan clock 3.1GHz, tiga inti A78 pada 3.0GHz, dan empat inti efisien A55 pada 2.0GHz. 

    Itu artinya Dimensity 8200 menjadi produk pertama dari seri Mediatek dengan satu inti CPU “besar” – Cortex-A78 pada 3,1 GHz, tiga lagi pada 3,0 GHz untuk performa, dan empat Cortex-A55 pada 2,0 GHz untuk efisiensi.

    Kemudian untuk grafisnya, masih tetap mempertahankan GPU Mali-G610 MC6 sama seperti yang terdapat pada Dimensity 8100.

    Performa Kamera dan Game Lebih Baik

    Chipset MediaTek Dimensity 8200

    Mediatek sepertinya ingin menghadirkan dukungan kamera yang lebih baik dan ISP Imagiq 785. Namun juga menginginkan perubahan besar dari pendahulunya dengan dukungan prosesor yang lebih kuat. 

    Ini akan memungkinkan HyperEngine, serangkaian fitur yang didedikasikan untuk meningkatkan kinerja game di smartphone di wilayah unggulan.

    Perangkat dengan Dimensity 8200 akan memiliki kesempatan untuk mengadaptasi refresh rate secara cerdas saat menjalankan game. Chip tersebut akan menyesuaikan secara otomatis, sesuai dengan laju bingkainya.

    Sehingga pengalaman bermain game menjadi super responsif. Pengguna tak perlu khawatir koneksi terputus, FPS jitter, touch misses atau gameplay yang tersendat. Hal ini berkat dukungan teknologi game MediaTek HyperEngine 6.0. 

    Gameplay dengan kecepatan bingkai yang paling halus dan tinggi bisa langsung dirasakan. Penggunanya akan mengerti betapa pentingnya setiap milidetik dalam game.

    Untuk performanya, kalian bisa menonton video berikut:

    MediaTek Dimensity 8200 | Sumber: youtu.be/thYcghEC5Q4

    Konektivitas Terdepan

    Dari segi konektivitas, chip baru ini mewarisi konektivitas dual-5G dari pendahulunya, yaitu Dimensity 8100.

    Kemudian ada juga teknologi Wi-Fi 6E dan Bluetooth 5.3, serta kecepatan downlink. 

    Kecepatan refresh maksimal sedikit meningkat, tetapi masih tergantung pada pabrikan untuk benar-benar mengaktifkan fitur ini di produk smartphonenya.

    HP dengan Chipset MediaTek Dimensity 8200

    Chipset yang dikabarkan sebagai chipset midrange ini pertama kali akan digunakan Vivo iQOO Neo7 SE. Kemudian Seri iQOO Neo 7 dan iQOO 11 akan juga akan diluncurkan bersamaan.

    Selain itu, kabarnya Xiaomi juga mengumumkan rencananya di Weibo untuk meluncurkan smartphone dengan prosesor MediaTek Dimensity 8200 pada Redmi K60E. Namun hingga saat ini masih belum memberikan kepastian waktunya.

    Perbandingan Dimensity 8200, 8100 dan 8000

    Sebagai Tambahan, berikut ini perbandingan antara Dimensity 8200 dengan dua chipset pendahulunya yaitu Dimensity 8100 dan 8000.

    Perbandingan chipset MediaTek Dimensity 8200 terbaru dengan Dimensity 8100 dan 8000
    Perbandingan chipset MediaTek Dimensity 8200 terbaru dengan Dimensity 8100 dan 8000

    Demikian beberapa hal terkait chipset MediaTek Dimensity 8200 terbaru yang baru saja dirilis. Bagaimana menurut kalian mengenai kemunculan chipset mungil ini? Silakan tuliskan pendapat kalian di kolom komentar, ya!