Review ASUS TUF Dash F15, Laptop Gaming Mid-Level Paling Powerful

Achmad Fachrur Rozi

Review ASUS TUF Dash F15, Laptop Gaming Mid-Level Paling Powerful - LABTekno
5/5 - (4 votes)

LABtekno.com – Review ASUS TUF Dash F15 perlu kami bagikan kepada Anda, terutama bagi yang mendambakan laptop daily & gaming dengan harga affordable.

Laptop ASUS TUF Dash pertama kali diperkenalkan pada 2021, yang mengusung konsep laptop gaming dengan build quality berstandar militer namun dikemas dalam desain bodi yang ringkas, sehingga mudah dibawa kemanapun.

Jika dibandingkan dengan seri ROG, seri TUF ini lebih kalem, gaya desain yang minimalis dengan cover luar hanya terdapat logo ASUS TUF yang secara khusus dirancang menggunakan metode Subtle Detailing.

Meski sudah lama rilis, ASUS TUF Dash F15 (FX517ZM) baru mendarat di tangan kami dan setelah menyicipi laptop ini selama sepekan sebagai laptop harian, kesan pertama yang muncul adalah laptop powerful, konektivitas lengkap, dan desainnya tidak terlalu mencolok ala laptop gaming.

Spesifikasi Asus TUF Dash F15 (FX517)

Spesifikasi ASUS TUF Dash F15
Device TypeLaptop Gaming
Model / SeriesTUF Dash F15 (FX517)
Rilis2 Agustus 2022
StatusAvailable
HargaRp16.799.000 (Core™ i5/RTX 3050/FHD 144Hz/8GB RAM/512GB SSD) 
Rp20.299.000 (Core™ i7/RTX 3050/FHD 144Hz/2x8GB RAM/1TB SSD) 
Rp21.999.000 (Core™ i7/RTX 3050Ti/FHD 144Hz/2x8GB RAM/1TB SSD) 
Rp24.499.000 (Core™ i7/RTX 3060/FHD 144Hz/2x8GB RAM/1TB SSD)

Platform

Processor12th Gen Intel® Core™ i5-12450H Processor / i7-12650H Processor 2.3 GHz (24M Cache, up to 4.7 GHz, 10 cores: 6 P-cores and 4 E-cores)
VGA (Graphic Card)NVIDIA GeForce RTX 3050/ NVIDIA GeForce RTX 3050Ti / NVIDIA GeForce RTX 3060
RAM (Memory)8GB / 2x8GB DDR5 4800MHz
Storage512GB M.2 NVMe™ PCIe®3.0 SSD / 1TB M.2 NVMe™ PCIe®3.0 SSD
Operating SystemWindows 11 Home

Body

Dimensions35.4 x 25.1 x 1.99 ~ 2.07 cm, 2kg
Display15.6”, FHD (1920 x 1080) 16:9, IPS-level, 144Hz, 3ms, Adaptive Sync, MUX Switch
Battery76WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion

Connectivity

Webcam720P HD camera
BluetoothBluetooth 5.1 (Dual band) 2*2
Wi-fiWi-Fi 6E (802.11ax)
NFC
I/O Interface1x RJ45 LAN port, 1x Thunderbolt™ 4 support DisplayPort™, 1x USB 3.2 Gen 2 Type-C support DisplayPort™ + power delivery + G-SYNC, 2x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1x HDMI 2.0b, 1x 3.5mm Combo Audio Jack

Other

AudioAI noise-canceling technology, Dolby Atmos, Hi-Res certification, Built-in array microphone, 2-speaker system

Desain ASUS TUF Dash F15

Hal pertama yang akan kami review ASUS TUF Dash F15 yaitu dari segi desain. Jika bandingannya laptop gaming, maka desain ASUS TUF Dash F15 ini terbilang ringan, elegan namun masih underrated. 

Untuk ukuran laptop 15 inci dengan bodi yang bongsor ini, TUF Dash F15 memiliki berat kurang dari 2 kg. 

Kesan tampilannya lebih kalem dengan warna putih membuatnya semakin elegan. Meski tampilannya tidak terlalu mencolok seperti laptop gaming, namun TUF Dash F15 sangat mumpuni untuk menemani bekerja dan bermain game.

Sebagian besar bodi laptop ini terbuat dari bahan plastik, namun tetap mempertahankan build quality yang baik. Terbukti dengan dikantonginya sertifikat military grade MIL-STD-810G.

Baca Juga  Vivobook Pro 14 OLED K3400, 11th Gen Intel®️ Core™️ i7

Laptop ini telah berhasil lolos standar uji tinggi seperti penggunaan di suhu ekstrim maupun drop test. Sehingga penggunanya tak perlu khawatir soal ketahanannya.

Keyboard ASUS TUF Dash F15

Bagian keyboardnya tanpa RGB, namun dengan white light backlit.

Pada bagian bawahnya, ASUS TUF Dash F15 menggunakan stand karet yang sedikit mengangkat permukaan laptop. Hal ini membuat dudukannya kokoh dan tidak licin.

Selain itu, fungsi karet di bagian bawahnya ini juga berguna untuk memberikan ruang sirkulasi angin dari bawah yang berpengaruh pada performa.

Varian warna putih yang kami gunakan saat ini memang terkesan elegan, namun mudah kotor terkena debu. Bagian keyboard & trackpadnya juga mudah membekas bercak sentuhan. 

Meskipun demikian, secara umum penggunaan keyboardnya sangat nyaman dan empuk, kemudian untuk trackpadnya juga luas sehingga lebih leluasa untuk melakukan navigasi.

Bagian paling unik dari desain TUF Dash F15 yaitu adanya lampu indikator charger berbentuk “X”. Lampu indikatornya ini masih bisa terlihat ketika layar sedang tertutup karena desain penutupnya memang tidak menutup bagian bawahnya. 

Layar

Panel layar ASUS TUF Dash F15 berukuran 15,6 inci berasio 16:9 dengan resolusi FHD+ di 144Hz disokong dengan engsel yang cukup kokoh. Cocok bagi pengguna yang suka bekerja sambil bermain dan menikmati hiburan. 

Untuk skenario pemakaian normal, reproduksi warnanya terbilang cukup baik. Sudut pandang cukup luas sangat cukup untuk memainkan game berat sekelas (AAA) dengan baik dan FPS yang tinggi. Seperti Genshin Impact dan PUBG.

Bagi kalian yang membutuhkan laptop editing, tingkat akurasi warna dari layarnya ini mungkin masih kurang dengan sRGB 62.5%. 

Namun sebagai laptop gaming sekaligus laptop untuk bekerja, seperti mengetik, browsing dan menonton film, tentu sangat nyaman digunakan. Apalagi dengan adanya keyboard yang empuk dan responsi serta touchpad yang besar.

Port & Konektivitas

Port & Konektivitas ASUS TUF Dash F15

Salah satu keunggulan laptop ASUS TUF Dash F15 adalah pada segi port dan konektivitasnya yang terbilang lengkap. 

Pada bagian kirinya, terdapat satu port audio jack, port HDMI, dua port USB-C (1x thunderbolt & 1x DisplayPort™ / power delivery), serta satu port USB-A 3.2 Gen2. Sementara di sisi kanannya terdapat satu port USB-A 3.2 gen 2 saja.

Di tengah kedua sisi port, terdapat keyboard berwarna hitam yang lengkap dengan numpad, serta 4 tombol mikro untuk volume, mic, dan akses ke armory crate. 

Keyboardnya ini telah dilengkapi dengan lampu backlit berwarna putih. Untuk memudahkan pengguna dalam bermain game, keycaps huruf WASD transparan yang mengisyaratkan bahwa laptop ini memang bisa dijadikan laptop gaming. 

Selain itu, tidak ketinggalan juga dukungan koneksi wireless WiFi 6 plus Bluetooth 5.2. Sehingga kompatibel dengan lebih banyak Wi-Fi yang tersedia di tempat umum, dan mampu menangkapan sinyal lebih baik. 

Jika kalian sering menggunakan earphone TWS, laptop ini sudah didukung sistem Fast Pair untuk sambungan yang lebih instan.

ASUS TUF Dash F15 juga dilengkapi dengan satu kamera webcam di bagian atas layar dengan resolusi HD 720p saja. Hal ini mungkin terasa masih kurang, terutama di ruangan kurang cahaya. 

Baca Juga  Harga Laptop Samsung Bekas Terbaik Tahun 2022

Apalagi untuk para streamer, resolusinya ini tentu masih sangat kurang. Solusinya gunakan webcam tambahan dengan resolusi yang lebih tinggi agar tampilannya lebih baik.

Performa

ASUS TUF Dash F15 FX517ZM
ASUS TUF Dash F15 FX517ZM

Sebagai laptop gaming, tentu saja kalian ingin menggunakannya untuk memainkan game terbaru yang sedang populer, dari esport hingga AAA. 

Tenang saja, TUF Gaming Dash F15 memiliki software Armory Crate untuk mengatur performa dari laptop. Cukup tekan FN+F5 secara bersamaan, maka pengguna bisa mengubah konfigurasi performanya mulai dari Silent, Performance, dan Turbo.

Apalagi ASUS sudah memberikan sedikit upgrade, dari segi tampilan desain dan peningkatan hardware di dalamnya.

ASUS TUF Dash F15 yang kami review kali ini menggunakan CPU Intel generasi ke-12 yaitu i7-12650H yang dipadukan dengan GPU RTX 3060 laptop. 

ASUS TUF Dash F15 Daily Browsing
Daily Browsing – UltrabookReview.com
ASUS TUF Dash F15 Daily Text Editing
Daily Text Editing – UltrabookReview.com
ASUS TUF Dash F15 Daily YouTube
Daily YouTube – UltrabookReview.com

Performanya makin kencang karena didukung juga oleh RAM 16GB (8×2) DDR5 dan kapasitas penyimpanan dengan SSD 1TB (2x) PCIe 3.0 NVMe.

Tidak cukup sampai disitu, laptop ini memiliki dua kipas pendingin dengan bilah yang sangat tipis (0,1mm) dan total 84 bilah, diklaim tingkatkan airflow hingga 33% lengkap beserta enam pipa penyalur panas, untuk menghasilkan pendingin secara optimal.

Ditambah lima heat pipe berbahan tembaga yang mengalirkan panas dari komponen utama seperti prosesor dan chip grafis, hingga VRM dan GPU VRAM agar sistem pendinginannya lebih maksimal.

Jika spesifikasinya masih kurang, pengguna bisa mengupgrade perangkat ini dengan mudah karena sudah didukung fitur pop up screw yang membuat penggunanya lebih mudah saat melepas panel bodi bagian bawah laptop ini. 

Misalnya pada bagian komponen seperti slot SSD dan memori. Tersedia juga dua slot M.2 NVMe PCIe SSD serta dua slot memori DDR5 4800MHz. 

Jadi jangan khawatir, kalian bisa melakukan upgrade kapasitas penyimpanan serta memori laptop sendiri dengan lebih mudah.

Baterai

Laptop powerful tentu saja harus didukung baterai yang besar. ASUS membekali TUF Dash F15 dengan baterai berkapasitas 76WHrs. 

ASUS TUF Dash F15 - menonton anime dua season penuh beresolusi 720p dengan silent mode

Saat kami uji menggunakan menonton anime dua season penuh beresolusi 720p dengan silent mode, dan brightness 30% serta Wi-Fi on, laptop ini mampu bertahan hingga 8 jam penggunaan.

Kemudian ketika menggunakannya untuk kegiatasn produktivitas, mulai dari browsing, memainkan YouTube Music, dan mengetik secara bersamaan, laptop ini mampu bertahan sekitar 7 jam. 

Hasilnya akan jauh lebih cepat terkuras jika digunakan untuk bermain game dalam mode Performance atau Turbo, ata untuk editing video. Laptop ini hanya bertahan kurang lebih 3 jam saja. 

Performa Game

ASUS TUF Dash F15 PUBG Test

Berhadapan dengan ASUS TUF Dash F15, tentu saja harus mencoba untuk bermain game modern. Kami mencobanya untuk beberapa game dengan resolusi FHD pada pengaturan Ultra, pada profil stok Turbo dan Performa. 

Diuji juga menyertakan mode Senyap, untuk pengalaman bermain game sub-35dB yang senyap, dan mode Manual dengan kipas maksimal serta beberapa penyesuaian lain sebagai berikut.

Laptop Intel Core i7-12650H+ RTX 3060 80-105WFHD TurboPanduan FHDKinerja FHDFHD Diam
Battlefield V(DX 12, Ultra Preset, RTX Off)129 fps (65 fps – rendah 1%)125 fps (54 fps – rendah 1%)117 fps (51 fps – rendah 1%)106 fps (57 fps – rendah 1%)
Cyberpunk 2077(DX 12, Ultra Preset, RTX Off)57 fps (45 fps – rendah 1%)52 fps (41 fps – rendah 1%)
Doom Eternal(Vulkan, Ultra Preset)175 fps (126 fps – rendah 1%)183 fps (125 fps – rendah 1%)
Far Cry 6(DX 12, Ultra Preset, TAA)82 fps (57 fps – rendah 1%)82 fps (55 fps – rendah 1%)82 fps (59 fps – rendah 1%)76 fps (52 fps – rendah 1%)
Far Cry 5(DX 11, Ultra Preset, SMAA)118 fps (82 fps – rendah 1%)107 fps (80 fps – rendah 1%)109 fps (79 fps – rendah 1%)104 fps (82 fps – rendah 1%)
Metro Exodus(DX 12, Ultra Preset, RTX Off)61 fps (40 fps – rendah 1%)
Red Dead Redemption 2(DX 12, Ultra Dioptimalkan, TAA)90 fps (62 fps – rendah 1%)76 fps (52 fps – rendah 1%)
Shadow of Tomb Raider(DX 12, Preset Tertinggi, TAA)105 fps (80 fps – rendah 1%)98 fps (72 fps – rendah 1%)87 fps (68 fps – rendah 1%)84 fps (66 fps – rendah 1%)
The Witcher 3: Wild Hunt(DX 11, Ultra Preset, Hairworks On 4)105 fps (70 fps – rendah 1%)106 fps (74 fps – rendah 1%)97 fps (65 fps – rendah 1%)82 fps (53 fps – rendah 1%)

Di atas adalah tes rasterisasi, dan berikut beberapa hasil untuk judul RTX dengan dan tanpa DLSS.

Baca Juga  3 Model Samsung Galaxy Book 3 Series Tawarkan Performa Powerful
Laptop Intel Core i7-12650H + RTX 3060 80-105WFHD Turbo
Battlefield V (DX 12, Ultra Preset, RTX AKTIF, DLSS MATI)83 fps (56 fps – rendah 1%)
Battlefield V (DX 12, Ultra Preset, RTX AKTIF, DLSS AKTIF)90 fps (54 fps – rendah 1%)
Cyberpunk 2077 (DX 12, Ultra Preset + RTX, tanpa DLSS)27 fps (22 fps – rendah 1%)
Cyberpunk 2077 (DX 12, Ultra Preset + RTX, DLSS Seimbang)56 fps (44 fps – rendah 1%)
Doom Eternal (DX 12, Ultra Preset, RTX ON, Kualitas DLSS)T/A
Far Cry 6 (DX 12, Ultra Preset + pantulan / bayangan DXR)69 fps (39 fps – rendah 1%)
Shadow of Tomb Raider (DX 12, Preset Tertinggi, TAA, RTX Ultra)58 fps (34 fps – rendah 1%)

Konfigurasi ini dapat menangani sebagian besar game modern pada resolusi FHD dan pengaturan Ultra, dengan beberapa pengecualian setelah pengguna mengaktifkan RT, karena VRAM hanya 6 GB pada chip RTX 3060. 

Resolusi QHD juga seharusnya berfungsi dengan baik pada sebagian besar judul, tetapi masih perlu mengurangi detailnya di beberapa game AAA terbaru.

Pada Turbo dan dengan pengaturan BIOS saat ini, laptop ini menjalankan CPU pada ~20W pada judul-judul yang berskala baik pada GPU dengan Dynamic Boost, seperti Witcher, Cyberpunk pada Red Dead, dan ~30W pada judul-judul yang tidak, seperti seperti judul Far Cry atau Battlefield V. 

Hasilnya, suhu rata-rata CPU 20W yaitu sekitar 70, namun naik menjadi 30+W pada pertengahan suhu 80an. Sebenarnya kedua skenario tersebut berada dalam batas yang dapat diterima untuk desain kelas menengah seperti ini.

Karena mode Turbo dirancang untuk menawarkan gabungan daya CPU+GPU berkelanjutan ~125W di laptop ini, itu berarti GPU meningkatkan daya hingga 105W di Witcher dan Red Dead, dan turun hingga 80W di game Far Cry. 

Kami melihat suhu antara 82-85 derajat Celcius pada pengaturan daya yang lebih tinggi, dan sekitar 80an pada judul lainnya.

Secara keseluruhan, suhu CPU baik-baik saja untuk desain ini, sementara GPU bekerja pada sisi yang lebih panas setelah didorong ke daya maksimum 105W dengan Dynamic Boost. 

Space di bagian bawah laptop dari meja turut berperan meningkatkan aliran udara ke kipas, sehingga komponennya turun 2-5 derajat. 

Inilah fungsi dudukan karet low-profile yang diterapkan pada laptop ini sampai batas tertentu menghambat intake. Memilih bantalan pendingin aktif akan lebih membantu. 

Perlu diketahui juga bahwa Armory Crate pada ASUS TUF Dash F15 juga menyediakan mode Manual, pengguna bisa menyesuaikan profil kipas dan pengaturan CPU/GPU. 

Misalnya kita atur kipas pada rpm maksimal 100%, serta menerapkan pengaturan CPU dan GPU berikut:

  • CPU: PL1 – 22W, PL2 – 40W (untuk mendorong peralihan daya ke GPU), kipas disetel pada 100% rpm untuk suhu di atas 50C.
  • GPU: overclock Core +50MHz dan memori +100 MHz yang sama (ada ruang untuk penyesuaian lebih lanjut di sini), kipas disetel ke 100% untuk suhu di atas 50C.

Profil ini tidak melakukan apa pun pada judul-judul yang telah diskalakan dengan baik dengan Dynamic Boost, tetapi profil ini sedikit membantu dalam judul-judul Far Cry, karena memungkinkan GPU berjalan dengan sedikit tenaga dan jam dengan batas PL yang keras.

Pada mode Performa, putaran kipas jauh lebih senyap hingga 42 dB, dan framerate meningkat hingga 20% dibandingkan dengan mode Turbo. 

Hal ini bukan disebabkan oleh suhu internal yang tinggi, seperti pada model TUF Gaming reguler, namun karena mode Performance memberikan batas daya sebesar 85W pada GPU, yang memainkan peran lebih besar atau lebih kecil di antara judul-judul yang diuji, berdasarkan pada kemampuan mereka untuk ditingkatkan dengan Dynamic Boost.

Mode Senyap secara agresif membatasi GPU pada laptop ini, sehingga menyebabkan suhu CPU/GPU 70-75 C dan tingkat kebisingan kipas di bawah 35 dB. 

Sebagian besar game masih akan berjalan dengan baik dengan Mode Silent yang diaktifkan, dengan atau tanpa batas fps, tetapi sebaiknya mengganti pengaturan grafis sedang untuk 60+ fps di judul terbaru.

Terakhir, laptop ini juga dapat menjalankan game dengan baterai pada profil Performance, dengan batas 60 fps yang diatur di pengaturan. Performanya sama seperti mode terpasang Senyap yang dirinci di atas. Jangan berharap gameplay lebih dari satu jam dengan detail penuh, atau mungkin lebih lama dengan batas 30 fps dan pengaturan lebih rendah.

Kesimpulan

Demikian review ASUS TUF Dash F15 sebagai laptop gaming  mid-level paling powerful. Secara performa, sebenarnya laptop ini bisa disejajarkan dengan seri ROG yang sama-sama sanggup melibas game berat.

Apalagi mengingat kombinasi prosesor Intel gen 12 serta sistem pendinginan yang sangat optimal. Sehingga stabilitas performanya bisa tetap terjaga. 

Ditambah refresh rate yang udah 144Hz serta adanya RAM DDR5 4800MHz, yang membuatnya lebih nyaman untuk berbagai aktivitas, terutama saat digunakan bekerja dengan produktivitas tinggi. 

Salah satu kekurangan yang sangat disayangkan dari laptop ini mungkin hanya pada kamera 720p, masih kurang memuaskan untuk meeting online apalagi untuk live streaming. 

Bagi para gamer yang tidak suka tampilan laptop gaming yang terlalu mencolok, ASUS TUF Dash F15 tentu cocok dipertimbangkan, karena tampilannya lebih kalem, tidak ada RGB, namun hanya backlit berwarna putih. Kesan elegan dan tampilan minimalis tak banyak aksen berlebih. Namun tetap menawarkan performa sangat mumpuni di kelasnya.

Baca Juga

Leave a Comment