Tag: Google Chrome

  • 4 Cara Menampilkan Inspect Element di Google Chrome

    4 Cara Menampilkan Inspect Element di Google Chrome

    LABTekno.com – Cara menampilkan inspect element di Google Chrome bisa kalian gunakan untuk melihat sebuah code html, javascript, css di sebuah website.

    Mengintip sebuah website dengan inspect element ini biasanya juga dilakukan seseorang untuk berlatih coding.

    Fungsi ini sangat berguna bagi pengembang web dan desainer, namun juga bisa digunakan oleh pengguna biasa untuk memahami cara suatu halaman web dibangun atau untuk melakukan perubahan sementara pada tampilan atau perilaku halaman tersebut.

    Bagi pengguna PC, inspect element tentu lebih mudah. Cukup dengan klik tombol F12, maka fitur inspect element akan muncul di paling bawah. 

    Berbeda dengan cara menampilkan inspect element di Google Chrome versi Android.

    Berikut adalah penjelasan mengenai cara menggunakan Inspect Element baik melalui perangkat Android maupun PC:

    Cara Menampilkan Inspect Element di Google Chrome Melalui PC

    Cara menampilkan Inspect Element di Google Chrome melalui perangkat PC sebenarnya sangat mudah. Seperti yang telah disebutkan secara singkat di atas. Berikut ini langkah-langkahnya:

    • Buka Google Chrome: Pastikan Anda telah menginstall dan membuka peramban Google Chrome di komputer Anda.
    • Kunjungi halaman web yang ingin Anda inspeksi: Buka halaman web yang ingin Anda analisis atau ubah.
    • Buka Inspect Element:
      • Gunakan pintasan keyboard: Tekan tombol F12 atau Ctrl+Shift+I (Cmd+Option+I di Mac) untuk membuka Inspect Element.
      • Kemudian klik kanan di mana saja di halaman web, lalu pilih opsi “Inspect” atau “Inspect Element” dari menu konteks.
    • Setelah Anda membuka Inspect Element, Anda akan melihat panel terpisah di bagian bawah atau samping layar. Di sini Anda akan melihat tab-tab yang memungkinkan Anda untuk mengakses dan mengedit kode HTML, CSS, dan JavaScript, serta alat-alat lain yang berguna dalam pengembangan web.
    • Menggunakan Inspect Element:
      • Klik pada elemen halaman web yang ingin Anda inspeksi. Ini akan menyorot kode HTML yang berkaitan dengan elemen tersebut di panel Inspect Element.
      • Anda dapat mengklik dua kali pada kode HTML untuk mengedit teks atau mengubah atribut.
      • Di tab “Elements”, Anda juga dapat mengeksplorasi struktur halaman web dan mengubah elemen yang ada.

    Untuk menutup panel Inspect Element, caranya sama seperti menutup software pada umumnya. 

    Cukup klik tombol “X” di pojok kanan atas panel atau bisa juga dengan menekan kembali pintasan keyboard (F12 atau Ctrl+Shift+I).

    Melalui Perangkat Android

    Cara menampilkan inspect element di Google Chrome juga perlu dipelajari oleh pengguna Android. Sedikit lebih repot dari pengguna PC, berikut ini cara inspect element melalui perangkat Android:

    • Buka Aplikasi Google Chrome di Perangkat Android: Pastikan Anda telah menginstal dan membuka peramban Google Chrome di perangkat Android Anda.
    • Kunjungi halaman web yang ingin Anda inspeksi: Buka halaman web yang ingin Anda analisis atau ubah.
    • Buka Inspect Element:
      • Ketuk ikon tiga titik vertikal di sudut kanan atas layar untuk membuka menu Chrome.
      • Pilih “Settings” (Pengaturan) dari menu tersebut.
    • Gulir ke bawah dan pilih opsi “Developer tools” di bawah kategori “Advanced” (Lanjutan).
    • Di layar berikutnya, aktifkan opsi “Enable developer tools” dengan menggeser tombol ke posisi “On“.
    • Kembali ke halaman web: Kembali ke halaman web yang ingin Anda inspeksi.
    • Buka Inspect Element di Android:
      • Tap ikon tiga titik di sudut kanan atas layar.
      • Pilih “Developer tools” dari menu yang muncul.
      • Anda akan melihat panel Inspect Element yang muncul di bagian bawah layar.
    • Menggunakan Inspect Element di Android: Anda dapat menyentuh elemen halaman web untuk memeriksanya dan mengedit kode HTML, CSS, atau JavaScript yang berkaitan dengan elemen tersebut di panel Inspect Element yang terbuka.
    • Menutup Inspect Element di Android: Untuk menutup panel Inspect Element di Android, cukup geser panel ke atas atau tekan tombol kembali di perangkat Anda.

    Dengan menggunakan Inspect Element, Anda dapat memahami dan mengedit kode halaman web untuk berbagai tujuan, termasuk analisis, debugging, atau penyesuaian tampilan. 

    Namun, perlu diingat bahwa perubahan yang Anda buat hanyalah sementara dan tidak akan mempengaruhi halaman web untuk pengguna lain atau setelah Anda me-refresh halaman tersebut.

    Cara Inspect Element di Google Chrome HP Android

    Sebenarnya bagi pengguna HP Android, saat ini tersedia 2 cara untuk membuka tools developer, yakni lewat google chrome dan kiwi browser.

    Nah, jika kalian sudah menginstall aplikasi Google Chrome, berikut ini cara Inspect Element dari HP:

    • Buka aplikasi Google Chrome di HP Android Anda.
    • Kemudian pergi ke Pengaturan.
    • Silakan salin copy script Inspect Element berikut:

    javascript:(function () { 

        var script =  document.createElement(‘script’);

        script.src=”//cdn.jsdelivr.net/npm/eruda”; 

        document.body.appendChild(script);

        script.onload = function () { 

            eruda.init() 

        } 

    })();

    • Jika sudah, langsung saja paste atau tempelkan script tersebut ke Bookmark. Caranya, klik ikon, Edit, Paste Code di atas pada kolom Bookmark, dan beri nama Inspect Element, Lalu Simpan.

    Melalui Kiwi Browser di HP Android

    Bagi pengguna Kiwi Browser, kalian bisa mengikuti cara berikut ini agar bisa inspect element di hp android:

    Pertama, bagi yang belum mengunduh, silakan download aplikasi Kiwi Browser terlebih dahulu.

    Jika sudah terinstall, langsung saja buka aplikasi tersebut.

    Silakan kunjungi website yang ingin ditelusuri dengan fitur Inspect Element.

    Ubah view browser ke mode desktop terlebih dahulu agar hasilnya lebih optimal.

    Kini saatnya untuk mengaktifkan developer tools. Caranya adalah dengan klik Icon ︙» Klik Developer Tools.

    Setelah opsi Developer Tools aktif, aplikasi kiwi browser akan otomatis membukakan tab baru dari hasil inspect element pada halaman yang telah digunakan.

    Demikian beberapa cara menampilkan inspect element di Google Chrome, baik itu melalui PC maupun HP. Selamat mencoba!

  • 2 Cara Melihat Password yang Tersimpan di Google Chrome

    2 Cara Melihat Password yang Tersimpan di Google Chrome

    LABTekno.com – Cara melihat password yang tersimpan di Google Chrome mungkin perlu diketahui agar pengguna tidak perlu repot memasukkan password tiap kali mengakses suatu situs.

    Ada kemungkinan bahwa saat login nanti, passwordnya justru malah lupa. Sehingga tidak bisa mengakses situs tersebut.

    Bisa karena tidak pernah menyimpannya, atau memang karena passwordnya terlalu rumit sehingga susah diingat rinciannya.

    Namun tak perlu khawatir bagi Anda yang sehari-hari berselancar di internet menggunakan peramban Google Chrome, biasanya kata sandi akan tersimpan dalam pengaturan dan privasi Chrome. 

    Pengguna pun dapat melihat password yang tersimpan tersebut di Google Chrome. 

    Memang Lebih Praktis, Apakah Aman?

    Menyimpan password di Google Chrome dapat menjadi cara yang nyaman untuk mengelola dan mengingat kata sandi Anda. Namun, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam hal keamanan:

    1. Enkripsi: Google Chrome menggunakan enkripsi untuk melindungi kata sandi yang disimpan. Kata sandi disimpan dalam file yang dienkripsi menggunakan algoritma enkripsi yang kuat. Hal ini membuatnya sulit bagi pihak yang tidak berwenang untuk mengakses dan membaca kata sandi Anda.
    2. Kata Sandi Master: Google Chrome memungkinkan Anda untuk mengatur Kata Sandi Master, yang diperlukan untuk membuka akses ke semua kata sandi yang tersimpan. Ini memberikan tingkat perlindungan tambahan, karena seseorang harus memasukkan Kata Sandi Master yang benar sebelum dapat melihat atau menggunakan kata sandi yang disimpan.
    3. Pengamanan Akun Google: Jika Anda menggunakan Google Chrome dengan akun Google Anda yang terautentikasi, kata sandi Anda juga akan disinkronkan dengan akun Google Anda. Ini berarti bahwa kata sandi Anda akan dienkripsi dengan aman dan disimpan di server Google yang dilindungi dengan baik.

    Namun, walaupun ada langkah-langkah keamanan yang diambil oleh Google Chrome, masih ada beberapa risiko yang perlu diwaspadai:

    1. Akses Fisik: Jika seseorang memiliki akses fisik ke perangkat Anda yang terkunci, mereka mungkin dapat mengakses kata sandi yang tersimpan di Google Chrome jika perangkat tersebut tidak dilindungi dengan baik.
    2. Ancaman Malware: Jika perangkat Anda terinfeksi malware atau perangkat lunak berbahaya lainnya, pihak yang tidak berwenang dapat mencoba mencuri kata sandi yang disimpan di Google Chrome.
    3. Kelemahan Keamanan: Tidak ada sistem yang benar-benar bebas dari kelemahan keamanan. Meskipun Google Chrome memiliki sistem keamanan yang kuat, tetap ada risiko adanya celah keamanan yang belum terdeteksi.

    Oleh karena itu, sangat penting untuk mengambil langkah-langkah tambahan dalam menjaga keamanan kata sandi Anda:

    1. Gunakan Kata Sandi yang Kuat: Pastikan kata sandi Anda kuat dan unik untuk setiap akun. Hindari menggunakan kata sandi yang mudah ditebak atau umum.
    2. Aktifkan Verifikasi Dua Faktor: Aktifkan verifikasi dua faktor untuk akun Google Anda dan akun-akun penting lainnya. Ini memberikan lapisan keamanan tambahan dengan memerlukan kode verifikasi yang dihasilkan secara dinamis selain kata sandi.
    3. Perbarui Google Chrome dan Perangkat Lunak Keamanan: Pastikan Google Chrome dan perangkat lunak keamanan Anda tetap diperbarui dengan versi terbaru untuk menghindari risiko eksploitasi yang diketahui.

    Penting untuk diingat bahwa meskipun Google Chrome menawarkan keamanan yang baik dalam menyimpan kata sandi, tidak ada sistem yang benar-benar tanpa risiko. 

    Jaga keamanan perangkat Anda, hindari akses yang tidak sah, dan tetap berhati-hati dalam mengelola kata sandi Anda.

    Cara Melihat Password yang Tersimpan di Google Chrome Melalui PC 

    Setelah mengetahui hal-hal tersebut di atas, berikut ini langkah-langkah cara melihat password yang tersimpan di Google Chrome melalui PC atau laptop:

    • Buka Google Chrome 
    • Pilih menu titik tiga di pojok kanan atas 
    • Pilih Setelan
    • Pilih Isi otomatis 
    • Klik Pengelola Sandi 
    • Nantinya halaman akan menampilkan beberapa situs dan kata sandi yang tersimpan di Chrome 
    • Pilih salah satu situs yang Anda kunjungi, kemudian klik ikon mata untuk menampilkan kata sandi 
    • Kemudian salin dan kembali masukkan kata sandi ke situs yang ingin dituju 

    Cara Melihat Password yang Tersimpan di Google Chrome Android dan iOS

    Jika Anda pengguna smartphone, langkah-langkahnya hampir sama. Berikut ini cara melihat password yang tersimpan di Google Chrome: 

    • Buka aplikasi Google Chrome 
    • Pilih menu titik tiga di pojok kanan atas 
    • Klik Setelan
    • Pilih Pengelola Sandi 
    • Nantinya halaman akan menampilkan daftar situs dan password 
    • Pilih salah satu situs yang ingin dikunjungi
    • Klik ikon mata dan masukkan password HP Anda untuk melihat kata sandi yang tersimpan

    Demikian cara melihat password yang tersimpan di Google Chrome dengan mudah. Bagaimana menurut Anda, mudah kan? Selamat mencoba!

  • Google ChromeOS Flex: Ubah Laptop Lama Jadi Chromebook Cepat

    Google ChromeOS Flex: Ubah Laptop Lama Jadi Chromebook Cepat

    LABtekno.com – Google ChromeOS Flex beberapa waktu lalu telah dikenalkan. Ini merupakan versi baru dari ChromeOS yang dapat dinikmati oleh hampir semua perangkat komputer, bahkan laptop jadul sekalipun.

    Google sengaja menghadirkan Flex sebagai solusi yang ramah lingkungan untuk mendaur ulang perangkat yang terlalu tua untuk menjalankan Windows atau MacOS dengan baik.

    Meski Google ChromeOS Flex tidak 100% sama dengan ChromeOS pada Chromebook, namun paling tidak sistem operasi ini sangat responsif dan ringan digunakan pada semua perangkat.

    Ada juga beberapa perbedaan signifikan CloudReady pendahulunya yang dibuat oleh Neverware. Google mengakuisisi Neverware pada tahun 2020 khusus untuk mengembangkan teknologi retrofit ini.

    Mengapa Harus Menggunakan ChromeOS Flex?

    ChromeOS Flex mungkin adalah cara terbaik untuk menghidupkan kembali komputer lama Anda, baik yang dijalankan di Windows atau macOS. 

    Pada sistem operasi tradisional, semua dukungan untuk aplikasi asli jelas lebih powerful daripada Flex, namun hal itu lebih membebani perangkat keras. 

    Aplikasi tersebut mungkin tidak berjalan cukup baik untuk memberikan pengalaman hebat setelah komputer Anda mencapai usia tertentu. 

    Oleh sebab itu ChromeOS Flex pada dasarnya hanya browser yang mampu menjalankan aplikasi web secara inheren membutuhkan lebih sedikit sumber daya.

    Pengolah kata, pengeditan gambar dasar, email, belanja, dan bahkan pajak semuanya dapat dilakukan melalui browser. 

    Banyak sekali layanan web juga menawarkan pintasan penginstalan, memungkinkan Anda untuk menyematkannya ke bilah tugas dan meluncurkannya sama seperti Anda akan memulai aplikasi asli.

    Keistimewaan ChromeOS Flex

    Sebenarnya apa yang membuat ChromeOS Flex istimewa dan alasan untuk mencobanya.

    Sebelum membahas lebih jauh, perlu diketahui dahulu, apa itu Google Chrome ChromeOS Flex?

    Jika didefinisikan, ChromeOS Flex merupakan penerus sistem operasi CloudReady Neverware, yang membuat ChromeOS dapat diaplikasikan ke hampir semua komputer, Mac, atau PC usang. 

    Seperti ChromeOS biasa, CloudReady dan ChromeOS Flex didasarkan pada Chromium OS, fondasi sumber terbuka untuk sistem operasi desktop Google. 

    ChromeOS Flex akan mendapatkan pembaruan secepat Chromebook biasa — nilai tambah yang besar dibandingkan pendahulunya.

    ChromeOS Flex dapat menjalankan hampir semua hal yang juga mampu dilakukan oleh versi reguler dari ChromeOS pada Chromebook. 

    Yang jelas baik ChromeOS Flex maupun ChromeOS biasa sudah sangat mampu menjalankan Google Assistant. Pengguna bisa menikmati semua kemudahan yang ditawarkan oleh Google pada perangkat lama Anda.

    Browser Chrome akan muncul di depan dan tengah halaman utama yang memungkinkan Anda menjelajahi web dalam lingkungan OS yang jauh lebih ringan dan aman. 

    Pada sistem operasi ini, laptop lama Anda memang akan kekurangan dukungan aplikasi asli. Hal ini tentu meminimalisir virus.

    Lebih jauh lagi, mengingat aktivitasnya selalu berhubungan dengan browser Chrome, mungkin penggunanya tidak dapat menggunakan beberapa aplikasi kecuali terhubung ke WiFi.

    Namun tenang saja, meski tidak banyak aplikasi asli, penggunanya masih bisa menggunakan semua aplikasi pada versi web biasa yang juga dapat diandalkan. Seperti Gmail, Google Drive, Google Doc, Microsoft Office Online, Canva dan banyak alat produktivitas hebat lainnya.

    Perbandingan ChromeOS Flex dan ChromeOS

    Tentu akan muncul beberapa perbedaan utama antara ChromeOS Flex dan ChromeOS biasa. 

    Tidak Adanya Dukungan Play Store

    Terutama, pada versi Flex, Anda tidak akan menemukan dukungan asli untuk aplikasi Android. 

    Namun, pada ChromeOS biasa, penggunanya akan merasakan sensasi kemudahan HP Android pada laptop. Di masa mendatang juga akan dimungkinkan untuk mencerminkan layar ponsel Pixel untuk akses aplikasi Android

    Kurangnya Dukungan Aplikasi Linux

    Perbedaan utama lainnya antara ChromeOS Flex dan ChromeOS terletak pada kurangnya dukungan aplikasi Linux. 

    Meskipun Linux pada ChromeOS biasa baru saja keluar dari versi beta, namun hal tersebut ditandai sebagai eksperimental di ChromeOS Flex, dan beberapa komputer lama tidak memiliki perangkat keras yang sesuai untuk menjalankan virtualisasi Linux sama sekali. 

    ChromeOS Flex benar-benar lebih seperti Chromebook di masa lalu — mesin cloud-first yang hampir secara eksklusif mengandalkan teknologi web.

    Hanya Mendukung Prosesor Intel dan AMD

    ChromeOS Flex hanya mendukung prosesor Intel dan AMD. Jadi, komputer yang menggunakan chipset ARM tidak akan bisa menikmati pengalaman seperti Chromebook.

    Itu artinya, Surface Pro X dari Microsoft dan M1 Mac terbaru tidak digunakan. Oleh karena itu, jika Anda seorang fans Apple dengan Intel MacBook yang tidak lagi mendapatkan pembaruan MacOS, Anda mungkin bisa mencoba Google ChromeOS Flex. 

    Sebab sebagian besar komputer ARM baru dan cukup mampu untuk menjalankan sistem operasi aslinya dengan baik, mungkin akan ada versi OS yang kompatibel dengan ARM akan dirilis dalam waktu dekat.

    Tidak Mendukung Port dan Fitur

    ChromeOS Flex tidak mendukung beberapa port dan fitur, yang mungkin tidak berfungsi seperti yang diharapkan atau, dalam skenario terburuk, tidak sama sekali. 

    Komponen dan port yang berpotensi terpengaruh termasuk drive CD dan DVD, pembaca sidik jari, port FireWire, kamera inframerah dan pengenalan wajah, Thunderbolt, dan stylus atau periferal pena lainnya. 

    Ada juga kemungkinan beberapa fungsi seperti tombol pintas mungkin tidak berfungsi dengan baik.

    Google juga sedang mengerjakan kumpulan perangkat bersertifikat yang didukung secara resmi oleh ChromeOS Flex, lengkap dengan detail fitur mana yang akan berfungsi dan mana yang tidak. 

    Namun, dalam kebanyakan kasus, Anda dapat mengharapkan ChromeOS Flex untuk berjalan dengan baik, baik Anda memiliki perangkat keras bersertifikat resmi atau tidak. Ini pasti cukup mudah untuk dicoba tanpa berkomitmen untuk itu.