Tag: Teknologi

  • Nubia Air Diklaim Tiruan iPhone 17, Ini Fakta Desain Kamera dan Pasar Asli

    Nubia Air Diklaim Tiruan iPhone 17, Ini Fakta Desain Kamera dan Pasar Asli

    Desain yang Menyerupai iPhone 17 Air, Tapi Bukan Tiruan?

    Di dunia perangkat gadget, seringkali yang menjadi perhatian utama bukanlah kecepatan dalam merilis produk, melainkan seberapa banyak pengaruhnya terhadap pasar. Apple, seperti biasanya, belum mengungkapkan gambar resmi dari iPhone 17 Air—ponsel tipis yang akan dirilis pada bulan September mendatang. Namun, bocoran desain dan fitur telah menyebar luas, memicu reaksi dari brand lain. Salah satunya adalah Nubia, merek anak dari ZTE, yang dikabarkan sedang menyiapkan ponsel bernama Nubia Air.

    Tidak hanya nama yang mirip, desain Nubia Air juga disebut-sebut memiliki kesamaan dengan iPhone 17 Air. Modul kamera belakang berbentuk pil, penempatan sensor kamera di sebelah kiri, hingga area kecil di bawah kamera yang diduga sebagai tempat chip NFC. Semua hal ini membuat pengamat teknologi merasa melihat sesuatu yang sudah dilihat sebelumnya. Pertanyaannya, apakah ini benar-benar plagiat, atau justru nostalgia desain lama yang dihidupkan kembali?

    Desain Tipis, Kamera Pil, dan Punch Hole: Nubia Air yang Katanya Terinspirasi Apple

    Bocoran pertama tentang Nubia Air muncul dari Evan Blass, seorang pembocor teknologi terkenal, yang mendapatkan informasi dari materi promosi internal Nubia. Dalam gambar yang beredar, Nubia Air tampak memiliki desain yang sangat minimalis dan ramping. Kamera belakangnya menggunakan modul berbentuk pil yang sangat mirip dengan bocoran iPhone 17 Air. Di dalam modul tersebut, kamera utama berada di sebelah kiri, dengan LED flash di sebelah kanan. Di bawahnya ada area kecil yang diduga sebagai tempat chip NFC. Desain ini sangat mirip dengan template Apple, sehingga banyak orang menyebut Nubia Air sebagai “tiruan murah” dari ponsel mahal.

    Namun, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa Nubia sengaja meniru Apple. Faktanya, Nubia (dan induknya ZTE) pernah menggunakan desain yang mirip ini jauh sebelum iPhone 17 Air muncul. Contohnya adalah ZTE Grand S Flex, yang dirilis lebih dari satu dekade lalu. Bahkan penempatan kameranya pun nyaris identik. Jadi, bisa jadi Nubia tidak sepenuhnya meniru Apple, melainkan menghidupkan kembali desain lama mereka sendiri.

    iPhone 17 Air Belum Rilis, Tapi Udah Menginspirasi?

    Apple memang dikenal mampu memengaruhi desainer dari brand lain. Setiap kali ada bocoran desain iPhone, biasanya akan muncul gelombang desain serupa di pasaran dari brand pesaing—entah itu kebetulan, ikut tren, atau sengaja. Masalahnya, iPhone 17 Air belum rilis, tapi desainnya sudah “menginspirasi”.

    iPhone 17 Air kabarnya akan mengusung bodi super tipis, mungkin jadi yang tertipis dalam sejarah iPhone. Apple juga bakal menggunakan pendekatan kamera yang minimalis, layar tanpa bezel yang lebih lebar, dan kemungkinan besar tetap mempertahankan Dynamic Island sebagai ciri khasnya. Berbeda dengan iPhone, Nubia Air justru mengusung punch hole di tengah layar untuk kamera selfie, plus sensor sidik jari di bawah layar. Ini jauh dari ciri khas Apple. Dan kalau dilihat secara keseluruhan, Nubia Air terkesan lebih sederhana. Tapi ya wajar, karena target pasarnya berbeda.

    Perkiraan Spesifikasi Nubia Air

    Belum ada informasi resmi dari Nubia mengenai spesifikasi Nubia Air. Namun, jika melihat strategi Nubia sebelumnya, mereka biasa bermain di ranah entry-level hingga mid-range. Artinya, Nubia Air kemungkinan besar akan hadir dengan:

    • Chipset: Snapdragon seri 6 atau 7 (atau UNISOC untuk versi super murah)
    • Layar: AMOLED/LCD 6,5 inci dengan refresh rate 90–120Hz
    • Kamera utama: 50 MP
    • Baterai: Sekitar 5000 mAh dengan pengisian cepat
    • Fitur: Punch hole selfie cam, fingerprint under display, dan tentu saja NFC

    Perkiraan Harga Nubia Air di Indonesia

    Karena Nubia Air digadang-gadang ditujukan untuk pasar pemula dan negara berkembang, termasuk Asia Tenggara, harga jualnya kemungkinan ada di kisaran Rp2.499.000 – Rp3.299.000. Ini jelas jauh di bawah iPhone 17 Air yang kemungkinan akan dijual di kisaran Rp22–25 jutaan, sesuai kelasnya sebagai flagship ultra-premium dari Apple.

    Keunggulan dan Kekurangan Nubia Air

    Keunggulan:
    – Desain minimalis dan menarik ala flagship
    – Punch hole kamera selfie yang kekinian
    – Kemungkinan harga sangat terjangkau
    – Ada NFC, fitur penting untuk pembayaran digital

    Kekurangan:
    – Terlalu mirip desain iPhone, rawan dicap “niru”
    – Spesifikasi bisa saja pas-pasan
    – Belum tentu masuk resmi ke pasar Indonesia
    – Brand Nubia masih kurang populer di kalangan umum

    Nubia Cuma Niru Apple, atau Nostalgia Lama?

    Menariknya, desain belakang Nubia Air yang dibilang mirip iPhone 17 Air ternyata sudah pernah dipakai ZTE zaman dahulu. Jadi, bisa dibilang Nubia tidak sepenuhnya meniru Apple, tapi justru menghidupkan kembali desain lawas mereka sendiri. Masalahnya, karena Apple duluan bocorin desain mirip, maka Nubia kena label “peniru”.

    Ini seperti kamu pakai baju batik dari lemari eyang, eh pas jalan ke kantor dibilang ikut tren baru. Padahal itu batik warisan keluarga. Sama juga, Nubia pakai desain Grand S Flex, tapi orang-orang taunya “wah ini mirip iPhone”.

    Serupa Bukan Berarti Sama

    Nubia Air dan iPhone 17 Air memang mirip di luar, tapi dalemnya beda dunia. Yang satu didesain buat kaum jetset, yang satu lagi buat pelajar dan pengguna pemula. Tapi justru di situlah letak serunya dunia teknologi. Ada yang mahal dan canggih, ada yang murah dan praktis—dan kadang, mereka terlihat serupa di mata awam.

    Nubia Air bisa jadi pilihan menarik kalau kamu suka gaya desain Apple, tapi dompet belum mendukung buat beli iPhone. Dan kalau benar Nubia bakal rilis secara global, bisa jadi ini ponsel “mirip iPhone” yang paling masuk akal buat dibeli di 2026. Siap-siap menabung, sobat tipis!

  • Daftar HP 1 Jutaan Terbaru Agustus 2025: Redmi 13x, Realme C71, Vivo Y19s GT 5G, Samsung A06

    Daftar HP 1 Jutaan Terbaru Agustus 2025: Redmi 13x, Realme C71, Vivo Y19s GT 5G, Samsung A06

    Daftar HP dengan Harga Rp 1 Jutaan yang Tersedia di Bulan Agustus 2025

    Jika kamu sedang mencari smartphone baru dengan budget terbatas, khususnya sekitar Rp 1 jutaan, bulan Agustus 2025 bisa menjadi waktu yang tepat untuk mempertimbangkan beberapa pilihan. Banyak merek ternama menawarkan berbagai model dengan spesifikasi yang cukup baik dan harga yang kompetitif. Berikut ini adalah daftar lengkap smartphone dengan harga di bawah atau mendekati angka tersebut.

    Pilihan HP dengan Harga Rp 1 Jutaan

    Berikut ini beberapa rekomendasi HP dari berbagai merek yang bisa kamu pertimbangkan:

    1. Samsung Galaxy A06 (4GB/64GB): Rp 1.269.000
    2. Samsung Galaxy A06 (6GB/128GB): Rp 1.799.000
    3. Xiaomi Redmi A5 (4GB/128GB): Rp 1.199.000
    4. POCO C75 (6GB/128GB): Rp 1.250.000
    5. POCO C75 (8GB/256GB): Rp 1.648.000
    6. Xiaomi Redmi 14C (6GB/128GB): Rp 1.398.000
    7. Xiaomi Redmi 14C (8GB/256GB): Rp 1.598.000
    8. Xiaomi Redmi 13x (8GB/128GB): Rp 1.699.000
    9. Xiaomi Redmi 13x (8GB/256GB): Rp 1.799.000
    10. POCO M6 (8GB/256GB): Rp 1.998.000
    11. OPPO A3x (4GB+4GB/64GB): Rp 1.398.000
    12. OPPO A3x (4GB+4GB/128GB): Rp 1.799.000
    13. OPPO A5i (4GB/64GB): Rp 1.399.000
    14. OPPO A5i (4GB/128GB): Rp 1.599.000
    15. OPPO A5x (4GB/128GB): Rp 1.899.000
    16. OPPO A38 (6GB/128GB): Rp 1.749.000
    17. realme Note 60x (4GB+8GB/64GB): Rp 1.199.000
    18. realme Note 60x (4GB+8GB/128GB): Rp 1.349.000
    19. realme Note 60 (4GB+8GB/64GB): Rp 1.249.000
    20. realme Note 60 (6GB+12GB/128GB): Rp 1.499.000
    21. realme Note 60 (8GB+16GB/256GB): Rp 1.999.000
    22. realme C61 (8GB/128GB): Rp 1.799.000
    23. realme C71 (4GB+8GB/128GB): Rp 1.599.000
    24. realme C71 (6GB+12GB/128GB): Rp 1.799.000
    25. realme C71 (8GB+16GB/128GB): Rp 1.999.000
    26. Infinix Smart 9 HD (3GB/64GB): Rp 1.009.000
    27. Infinix Smart 9 HD (4GB/64GB): Rp 1.009.000
    28. Infinix Smart 10 (4GB/64GB): Rp 1.099.000
    29. Infinix Smart 10 (4GB/128GB): Rp 1.199.000
    30. Infinix Smart 10 Plus (8GB/128GB): Rp 1.449.000
    31. Infinix Hot 60i (8GB/256GB): Rp 1.779.000
    32. vivo Y03t (4GB/32GB): Rp 1.199.000
    33. vivo Y03t (4GB/64GB): Rp 1.399.000
    34. vivo Y04 (4GB/64GB): Rp 1.349.000
    35. vivo Y04s (4GB/64GB): Rp 1.399.000
    36. vivo Y18 (4GB/64GB): Rp 1.299.000
    37. vivo Y18 (4GB/128GB): Rp 1.499.000
    38. vivo Y18 (6GB/128GB): Rp 1.699.000
    39. vivo Y19s (4GB/64GB): Rp 1.499.000
    40. vivo Y19s (4GB/128GB): Rp 1.699.000
    41. vivo Y19s (6GB/128GB): Rp 1.899.000
    42. vivo Y19s Pro (4GB/64GB): Rp 1.599.000
    43. vivo Y19s GT 5G (6GB/128GB): Rp 1.999.000
    44. vivo Y28 (6GB/128GB): Rp 1.999.000

    Tips Memilih HP dengan Budget Rp 1 Jutaan

    Sebelum membeli, ada beberapa hal penting yang perlu kamu pertimbangkan:

    • Perbandingan Harga: Pastikan untuk membandingkan harga antara berbagai toko online terpercaya agar mendapatkan penawaran terbaik.
    • Garansi: Perhatikan garansi produk agar kamu merasa lebih aman jika terjadi masalah teknis.
    • Spesifikasi: Pertimbangkan spesifikasi seperti prosesor, RAM, kamera, dan baterai sesuai kebutuhan penggunaan harian.
    • Diskon dan Promo: Beberapa e-commerce sering kali menawarkan diskon atau promo khusus pada bulan tertentu, termasuk Agustus.

    Harga yang tercantum dalam daftar ini mungkin berubah sewaktu-waktu, tergantung pada kebijakan toko resmi masing-masing merek. Jadi, pastikan untuk memeriksa kembali harga sebelum melakukan pembelian.

  • Poco X7 Pro vs Poco F7: Perbandingan Kekuatan Gaming, Mana yang Lebih Unggul?

    Poco X7 Pro vs Poco F7: Perbandingan Kekuatan Gaming, Mana yang Lebih Unggul?

    Perbandingan Poco X7 Pro dan Poco F7 untuk Kebutuhan Gaming

    Jika kamu sedang mencari ponsel yang cocok untuk bermain game, dua model dari lini Poco mungkin akan membuatmu bingung. Kedua smartphone tersebut, yaitu Poco X7 Pro dan Poco F7, menawarkan spesifikasi yang sangat mirip. Keduanya memiliki memori jumbo 512 GB dan RAM 16 GB, serta harga yang kompetitif. Namun, mana yang lebih cocok untuk bermain game seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, dan Wuthering Waves?

    Berikut hasil perbandingan langsung yang dilakukan oleh sebuah channel YouTube, yang bisa menjadi pertimbangan penting sebelum memutuskan membeli.

    Persiapan dan Pengujian Awal

    Kedua ponsel diisi penuh 100% dan diuji dalam ruangan ber-AC dengan suhu 27°C. Dalam pengujian benchmark AnTuTu, Poco X7 Pro unggul dengan skor yang lebih tinggi sekitar 200.000 poin dibanding Poco F7. Namun, dalam tes CPU Throttling, Poco X7 Pro sedikit lebih stabil di angka 84%, sementara Poco F7 hanya mencapai 72%.

    Dari segi touch sampling rate, Poco F7 memimpin jauh dengan 500Hz, dibanding Poco X7 Pro yang hanya 250Hz. Ini berarti respon sentuhan di Poco F7 lebih sensitif dan cepat, terutama penting untuk game kompetitif.

    Uji Game 1: Mobile Legends (90 FPS)

    Kedua ponsel mampu menjalankan Mobile Legends pada setting grafis tertinggi (super 90 FPS) dengan sangat stabil. Setelah bermain selama 22 menit:

    • Poco X7 Pro tidak menunjukkan penurunan baterai (masih 100%).
    • Poco F7 turun menjadi 99%.

    Saat bermain lebih lama, Poco X7 Pro tetap lebih hemat daya, mengakhiri sesi di 96% baterai, sedangkan Poco F7 tinggal 95%. Untuk suhu, Poco F7 terasa lebih hangat, sedangkan Poco X7 Pro relatif adem di layar maupun bagian belakang.

    Kesimpulan Mobile Legends: Keduanya kuat, tapi Poco X7 Pro unggul sedikit dalam efisiensi baterai dan suhu.

    Uji Game 2: PUBG Mobile (120 FPS)

    Setting: Smooth Ultra-Extreme (120 FPS). Poco X7 Pro terasa lebih nyaman digenggam karena tidak terlalu panas. Namun, FPS Poco X7 Pro sempat drop di bawah 100 FPS, sedangkan Poco F7 tampil stabil di 120 FPS sepanjang game. Untuk baterai, Poco X7 Pro masih unggul dengan sisa 89%, sedangkan Poco F7 tinggal 87%.

    Kesimpulan PUBG Mobile: Poco F7 menang dalam performa FPS, tapi Poco X7 Pro lebih irit dan adem.

    Uji Game 3: Wuthering Waves (60 FPS, High Setting)

    Poco X7 Pro mencatat rata-rata FPS di angka 44, dengan visual cukup mulus tapi tidak sempurna. Poco F7 unggul dalam performa dengan FPS stabil di 59–60, menjadikan pengalaman bermain jauh lebih halus. Tapi suhu Poco F7 melonjak hingga 45°C, terasa panas di tangan. Sisa baterai menunjukkan Poco X7 Pro di 81%, sedangkan Poco F7 hanya 73%.

    Kesimpulan Wuthering Waves: Poco F7 lebih powerful untuk grafis berat, tapi boros baterai dan cepat panas.

    Kesimpulan Akhir: Pilih yang Mana?

    Berikut adalah perbandingan kategori antara kedua ponsel:

    • Skor AnTuTu: Poco X7 Pro lebih tinggi, sedangkan Poco F7 lebih rendah.
    • Touch Sampling: Poco X7 Pro 250 Hz, Poco F7 500 Hz (lebih responsif).
    • Stabilitas FPS: Poco X7 Pro kadang drop (PUBG, WW), sedangkan Poco F7 lebih stabil di semua game.
    • Suhu saat gaming: Poco X7 Pro lebih adem, sedangkan Poco F7 lebih panas.
    • Efisiensi baterai: Poco X7 Pro lebih irit di semua game, sedangkan Poco F7 cenderung boros.

    Jika kamu memprioritaskan suhu adem dan hemat baterai, maka Poco X7 Pro bisa jadi pilihan yang lebih nyaman untuk bermain lama. Namun, bila kamu adalah gamer kompetitif yang mengejar FPS stabil dan respon cepat, Poco F7 adalah jawabannya — meski kamu harus siap menghadapi suhu yang lebih panas dan baterai yang sedikit lebih cepat habis.

    Jadi, kamu #TeamX7Pro atau #TeamF7? Tulis di kolom komentar dan bagikan artikel ini ke teman-teman yang sedang cari HP gaming terbaik di kelas menengah!

  • 3 Rekomendasi Ponsel Gaming Memori Besar, Anti Lag Saat Bermain!

    3 Rekomendasi Ponsel Gaming Memori Besar, Anti Lag Saat Bermain!

    Perkembangan Mobile Gaming dan Kebutuhan Smartphone dengan Kapasitas Penyimpanan Besar

    Perkembangan dunia mobile gaming kini sangat pesat. Banyak judul game yang menawarkan grafis berkualitas tinggi dan ukuran file besar, sehingga membutuhkan smartphone dengan spesifikasi yang mumpuni. Selain prosesor dan GPU yang kuat, kapasitas penyimpanan internal juga menjadi faktor penting agar pengguna tidak kesulitan dalam mengatur ruang penyimpanan. Game seperti Genshin Impact, Honkai: Star Rail, atau PUBG Mobile bisa memakan ruang hingga puluhan gigabyte, ditambah dengan update rutin yang memakan memori.

    Para produsen smartphone terus berlomba untuk menyediakan perangkat gaming dengan kapasitas penyimpanan besar. Tujuannya adalah agar para gamer dapat menyimpan lebih banyak game, file, dan data tanpa harus sering menghapus atau memindahkan ke penyimpanan eksternal. Keunggulan lain dari perangkat dengan penyimpanan besar adalah kecepatan baca-tulis data yang lebih tinggi, yang akan terasa saat membuka game atau beralih antar aplikasi.

    ASUS ROG Phone 8 Pro: Pilihan Utama bagi Gamer Profesional

    Salah satu smartphone yang direkomendasikan untuk para gamer adalah ASUS ROG Phone 8 Pro. Sebagai brand yang sudah lama dikenal dengan seri gaming, ASUS memberikan ROG Phone 8 Pro dengan kapasitas penyimpanan internal hingga 1TB (UFS 4.0), RAM 16GB, serta prosesor Snapdragon 8 Gen 3. Kombinasi ini membuat ponsel tersebut nyaris tak memiliki celah, baik dari segi performa maupun kapasitas. Dalam uji coba multitasking ekstrem, perangkat ini tetap stabil tanpa penurunan performa yang signifikan.

    Fitur unggulan lainnya pada ROG Phone 8 Pro adalah layar AMOLED dengan refresh rate 165Hz, yang membuat gerakan dalam game terlihat mulus dan responsif. Desainnya dirancang dengan aura gaming yang kuat, lengkap dengan sistem pendingin aktif untuk menjaga suhu tetap stabil. Tak heran, perangkat ini menjadi pilihan utama banyak gamer profesional maupun content creator mobile.

    RedMagic 9 Pro+: Opsi Lebih Terjangkau dengan Performa Tinggi

    Untuk pengguna yang mencari opsi lebih terjangkau namun tetap dengan spesifikasi kelas atas, RedMagic 9 Pro+ bisa menjadi pilihan yang layak. Smartphone besutan Nubia ini hadir dengan penyimpanan hingga 512GB (UFS 4.0) dan RAM 16GB. Ditenagai oleh Snapdragon 8 Gen 3, performa gaming-nya tidak kalah buas. Menariknya, RedMagic menyematkan kipas pendingin internal yang bekerja secara aktif mendinginkan komponen saat bermain game berat dalam waktu lama.

    Layar AMOLED 120Hz yang digunakan juga memberikan visual yang sangat memanjakan mata. RedMagic 9 Pro+ memiliki antarmuka minimalis dan tombol bahu sensitif sentuhan yang memudahkan kontrol saat bermain game tembak-menembak atau balapan. Dengan fitur seperti ini, perangkat ini sangat disukai oleh gamer kompetitif yang butuh perangkat tangguh dengan harga lebih rasional dibanding flagship premium.

    POCO F6 Pro: Keseimbangan Antara Harga, Performa, dan Kapasitas Penyimpanan

    Bagi kalangan pengguna yang mencari keseimbangan antara harga, performa, dan kapasitas penyimpanan, POCO F6 Pro adalah kandidat kuat. Smartphone ini dipersenjatai dengan chipset Snapdragon 8 Gen 2, RAM hingga 16GB, dan penyimpanan internal 512GB. Meskipun berada di segmen harga menengah, POCO F6 Pro menawarkan banyak fitur yang biasa ditemukan di flagship, seperti layar AMOLED 120Hz, dukungan Dolby Vision, serta sistem pendingin LiquidCool 4.0.

    POCO F6 Pro juga memiliki antarmuka MIUI for POCO yang ringan dan dioptimalkan untuk gaming. Tak hanya itu, kapasitas baterai 5000 mAh dan pengisian daya cepat 120W membuat waktu bermain tidak terbuang hanya untuk menunggu daya penuh. Dalam uji coba berbagai game berat, POCO F6 Pro menunjukkan performa yang konsisten dan suhu tetap stabil.

    Kesimpulan

    Ketiga smartphone tersebut menjadi pilihan ideal bagi para gamer yang membutuhkan ruang penyimpanan luas tanpa mengorbankan performa. Kehadiran teknologi UFS 4.0 juga mempercepat waktu loading game dan transfer data, sehingga pengalaman bermain lebih nyaman. Desain yang modern serta fitur tambahan seperti sistem pendingin, layar refresh rate tinggi, dan kontrol gaming juga jadi nilai tambah.

    Dengan meningkatnya tren e-sports dan mobile gaming di Indonesia, memilih smartphone gaming yang tepat menjadi keputusan penting. ROG Phone 8 Pro, RedMagic 9 Pro+, dan POCO F6 Pro adalah tiga nama yang siap mendampingi setiap sesi bermainmu, tanpa khawatir soal penyimpanan atau performa. Kini, saatnya kamu upgrade perangkat dan main game tanpa batas!

  • 7 HP Gaming Terbaik di Bawah 4 Juta, Performa Gahar 2025

    7 HP Gaming Terbaik di Bawah 4 Juta, Performa Gahar 2025

    Rekomendasi HP Gaming Terbaik 2025 dengan Budget Rp4 Jutaan

    Dalam dunia teknologi yang berkembang pesat, semakin banyak pilihan perangkat mobile yang menawarkan performa luar biasa di berbagai kisaran harga. Salah satu yang menarik perhatian adalah HP gaming dengan budget sekitar Rp4 jutaan. Artikel ini akan memberikan rekomendasi terkini mengenai 7 HP gaming terbaik untuk tahun 2025, yang bisa menjadi pilihan ideal bagi para penggemar game.

    1. Infinix GT 30 Pro 5G

    Infinix GT 30 Pro 5G menawarkan desain yang sangat cocok untuk pengguna gaming. Ponsel ini dilengkapi LED RGB di bagian belakang dan tombol GT Triggers yang mirip dengan stik konsol. Performanya didukung oleh chipset Dimensity 8350 Ultimate, RAM 8–12GB, serta storage hingga 512GB. Dengan kombinasi ini, kamu bisa memainkan game berat seperti PUBG dengan setting ultra 120 FPS tanpa gangguan. Layarnya menggunakan panel AMOLED 144Hz dengan resolusi 1.5K dan dilindungi Gorilla Glass 7i. Baterai 5.500 mAh dengan dukungan fast charging 45W dan wireless charging 30W menjadikannya pilihan yang sangat tangguh.

    2. Redmi Note 14 Pro 5G

    Redmi Note 14 Pro 5G menawarkan kualitas menyeluruh dengan layar OLED melengkung 120Hz yang mencapai kecerahan hingga 3.000 nits. Layar ini dilindungi Gorilla Glass Victus 2. Chipsetnya bertenaga Dimensity 7300 Ultra dengan RAM hingga 12GB dan storage sampai 512GB. Keunggulan lain dari ponsel ini termasuk bodi tahan air dengan sertifikasi IP68, kamera utama 200MP, dan baterai 5.110 mAh dengan pengisian cepat 45W.

    3. iQOO Z10 5G

    iQOO Z10 5G mencetak rekor MURI sebagai HP dengan baterai terbesar di Indonesia, yaitu 6.000 mAh. Kapasitas baterai ini didukung pengisian cepat 45W, membuatnya tahan seharian bahkan untuk penggunaan berat. Selain itu, iQOO Z10 juga memiliki sertifikasi IP68 & IP69 yang membuatnya tahan debu, air, dan tekanan tinggi. Meski tidak dilengkapi lensa ultrawide, kamera utamanya yang beresolusi 50MP dengan OIS tetap mampu menghasilkan foto berkualitas tinggi.

    4. Samsung Galaxy A36

    Samsung Galaxy A36 merupakan pilihan aman bagi pengguna yang menginginkan HP yang awet dan didukung pembaruan software jangka panjang. Ponsel ini menjanjikan dukungan update Android hingga tahun 2031. Layarnya menggunakan panel AMOLED yang tajam dan dilindungi Gorilla Glass Victus+. Rating ketahanan airnya adalah IP67. Dapur pacunya ditenagai Snapdragon 6 Gen 3 dengan RAM 8GB dan memori 256GB. Untuk fotografi, Samsung A36 dibekali kamera utama 50MP + OIS, ultra wide 8MP, dan makro 5MP.

    5. POCO X7 Pro

    POCO X7 Pro hadir dengan performa buas berkat chipset Dimensity 8400 Ultra. Dengan RAM 12GB dan storage 512GB, skor AnTuTu-nya mencapai 1,6 juta poin! Angka ini menjadikannya pilihan ideal untuk gamer berat maupun kreator konten. Baterai berkapasitas 6.000 mAh dilengkapi fast charging 90W yang bisa mengisi penuh daya dalam 42 menit. Kamera utama 50MP dengan OIS dan lensa ultra wide 8MP, serta dukungan perekaman video hingga 4K 60fps, membuatnya makin menarik.

    6. Tecno Pova 7 Ultra

    Tecno Pova 7 Ultra tampil unik dengan desain bertema luar angkasa dan LED di modul kamera. Performa gaming-nya didukung chipset Dimensity 8350 Ultimate, RAM 12GB, dan storage 256GB dengan teknologi UFS 4.0 yang super cepat. Layarnya juga sangat memanjakan mata dengan panel AMOLED 144Hz beresolusi 1.5K dan tingkat kecerahan maksimal 4.500 nits. Baterai 6.000 mAh dengan fast charging 70W dan dukungan wireless charging melengkapi fitur-fitur andalannya.

  • Samsung Galaxy Z Fold 7: 200.000 Kali Buka-Tutup, Masih Aman?

    Samsung Galaxy Z Fold 7: 200.000 Kali Buka-Tutup, Masih Aman?

    Uji Ketahanan Samsung Galaxy Z Fold 7: Mencapai 200.000 Kali Lipatan

    Seorang YouTuber asal Korea Selatan dengan saluran “tect-it” melakukan uji ketahanan terhadap ponsel lipat Samsung Galaxy Z Fold 7. Ia membuka dan menutup perangkat tersebut sebanyak 200.000 kali secara manual. Tujuan dari eksperimen ini adalah untuk mengetahui seberapa tangguh ponsel lipat terbaru dari Samsung.

    Uji coba dilakukan secara manual selama berjam-jam, dengan tujuan menciptakan skenario penggunaan yang lebih alami dan realistis. Proses ini disiarkan langsung melalui live streaming di kanal “tech-it” selama beberapa sesi dalam tiga hari berturut-turut. Untuk memastikan akurasi jumlah lipatan, ponsel dipasang dengan sensor otomatis. Hitungan lipatan ditampilkan secara real-time di pojok layar.

    Setiap beberapa ribu kali lipatan, perangkat diperiksa kondisi fisiknya, termasuk layar, engsel, respons touchscreen, dan komponen lainnya. Hasilnya cukup menarik dan menunjukkan tingkat ketahanan yang baik meskipun ada beberapa masalah kecil yang muncul.

    Pada lipatan ke-6.000 hingga 10.000, terjadi reboot mendadak pada ponsel. Kemudian, pada lipatan ke-46.000, muncul suara retak dari engsel ponsel. Namun, ponsel masih menyala normal, tak ada retakan di layar, dan masih bisa dibuka-tutup seperti biasa.

    Selanjutnya, pada 75.000 lipatan, muncul cairan tak dikenal dari area engsel. Eksperimen terus dilanjutkan hingga mencapai 95.000 lipatan, di mana seluruh komponen masih berfungsi normal, termasuk layar yang responsif dan speaker yang bekerja baik.

    Setelah melewati 100.000 lipatan, muncul suara retakan halus saat ponsel dibuka dan ditutup. Pada 105.000 lipatan, layar masih menyala dan bekerja tanpa masalah, tapi garis lipatan semakin dalam. Saat mencapai 175.000 lipatan, speaker utama tidak lagi berfungsi, namun layar tetap utuh, tidak ada piksel mati, dan engsel tidak menunjukkan tanda kerusakan besar.

    Sang YouTuber terlihat menggunakan penyangga dan koyo di pergelangan tangan, menunjukkan betapa beratnya usaha fisik yang dilakukan. Akhirnya, pada 5 Agustus 2025, ia berhasil mencapai 200.000 lipatan.

    Secara keseluruhan, Galaxy Z Fold 7 dinilai berhasil melewati ujian ekstrem ini dengan cukup baik. Meski speaker mengalami kerusakan, layar dalam tetap menyala, engsel tidak patah, dan tidak ada kerusakan besar lain yang ditemukan.

    Klaim Samsung tentang Daya Tahan Galaxy Z Fold 7

    Samsung menyebut Galaxy Z Fold 7 sebagai ponsel lipat buku terkuat mereka saat ini. Dalam sebuah posting di laman resmi Samsung Newsroom, Galaxy Z Fold 7 diklaim tahan hingga 500.000 kali lipatan. Angka ini berarti pengguna rata-rata yang membuka dan menutup ponsel sekitar 100 kali sehari bisa menggunakan perangkat selama lebih dari 10 tahun.

    Sebagai perbandingan, Galaxy Z Fold 6 hanya diuji hingga 200.000 kali lipatan atau sekitar lima tahun pemakaian dalam kondisi normal.

    Klaim ini didasarkan pada pengujian oleh Bureau Veritas, sebuah perusahaan pengujian dan sertifikasi global. Layar Samsung Z Fold 7 dilipat sebanyak 500.000 kali selama 13 hari berturut-turut pada suhu ruangan 25 derajat Celsius.

    Daya tahan tinggi ini dimungkinkan berkat struktur panel baru yang dirancang oleh Samsung Display. Struktur ini terinspirasi dari prinsip kerja kaca antipeluru yang mampu menyerap dan mendistribusikan energi saat terkena benturan.

    Samsung meningkatkan ketebalan lapisan Ultra Thin Glass (UTG) sebesar 50 persen dibanding generasi sebelumnya. Perusahaan juga menggunakan perekat elastis baru di setiap lapisan dalam panel OLED, yang diklaim memiliki kemampuan pemulihan dampak lebih dari empat kali lipat dibanding material lama.

    Struktur perata tekanan ditambahkan untuk mendistribusikan guncangan secara merata di seluruh layar. Selain itu, Samsung menyematkan pelat titanium di balik panel untuk menambah kekuatan sekaligus mengurangi bobot dan ketebalan perangkat.

    Kombinasi ini membuat layar Galaxy Z Fold 7 memiliki lipatan lebih samar, sambil memberikan pengalaman menyentuh layar yang lebih solid dan nyaman. Samsung menyebut pencapaian ini sebagai tonggak penting dalam evolusi teknologi layar lipat yang sudah memasuki tahun ketujuh sejak dikomersialisasikan.