Tag: ASUS Gathering Yogyakarta

  • ASUS Pamer Laptop Tangguh dan AI PC di Yogyakarta, Seberapa Berguna untuk Pengguna?

    ASUS Pamer Laptop Tangguh dan AI PC di Yogyakarta, Seberapa Berguna untuk Pengguna?

    Labtekno.com — Yogyakarta — Spesifikasi tinggi bukan lagi satu-satunya hal yang ditawarkan produsen laptop.

    Di tengah semakin populernya perangkat AI PC, produsen mulai membawa fitur yang lebih dekat dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari: pemrosesan AI secara lokal, pengelolaan file, pembuatan konten, hingga perlindungan perangkat ketika digunakan dalam kondisi yang tidak ideal.

    Hal tersebut terlihat dalam ASUS Gathering Yogyakarta, ketika ASUS memperlihatkan sejumlah perangkat sekaligus mendemonstrasikan ketangguhan laptop dan berbagai fitur AI yang menjadi bagian dari ekosistem PC terbarunya.

    Salah satu demonstrasi bahkan cukup ekstrem.

    Sebuah laptop ASUS diinjak dan kemudian diberi beban hingga 100 kilogram menggunakan barbel. Setelah pengujian tersebut, perangkat masih dapat berfungsi.

    Namun, di balik demo tersebut terdapat pertanyaan yang lebih menarik bagi konsumen:

    Apa sebenarnya yang berubah dari laptop modern ketika AI mulai menjadi bagian dari perangkat keras dan software-nya?

    Laptop Tidak Lagi Hanya Bertarung di Spesifikasi

    182610

    Selama bertahun-tahun, memilih laptop sering kali identik dengan membandingkan prosesor, kapasitas RAM, jenis GPU, resolusi layar, serta kapasitas SSD.

    Pendekatan tersebut masih relevan.

    Namun, kebutuhan pengguna laptop semakin beragam.

    Mahasiswa membutuhkan perangkat untuk kuliah dan mengerjakan tugas. Pekerja menggunakannya untuk meeting, dokumen, dan multitasking. Kreator membutuhkan kemampuan pemrosesan grafis dan aplikasi kreatif. Sementara pengguna profesional bisa menghabiskan sebagian besar hari kerja di depan laptop.

    Karena itu, aspek seperti daya tahan, ergonomi, baterai, software, konektivitas, dan layanan purnajual ikut menentukan pengalaman menggunakan perangkat.

    ASUS mencoba menggabungkan berbagai aspek tersebut dalam pesan “No.1 Quality & Service” yang dibawa dalam acara di Yogyakarta.

    Ketika Laptop Diuji dengan Beban 100 Kg

    182604

    Bagian yang paling mudah menarik perhatian peserta ASUS Gathering adalah demonstrasi durabilitas.

    ASUS menunjukkan laptop yang diuji secara langsung. Perangkat tersebut diinjak dan kemudian ditindih menggunakan barbel dengan total beban mencapai 100 kilogram.

    Demo tersebut dilakukan untuk memperlihatkan pesan “Tested Tough, Protects Better” yang menjadi salah satu bagian dari komunikasi ASUS mengenai ketangguhan perangkat.

    182603

    ASUS juga menyebut sejumlah produknya menjalani pengujian berdasarkan standar MIL-STD 810H, termasuk Extreme Testing Procedures.

    Tetapi ada satu hal yang perlu diperhatikan.

    Laptop yang mampu bertahan dari demonstrasi ekstrem bukan berarti pengguna bebas memperlakukannya seperti benda yang tidak bisa rusak.

    Pengujian MIL-STD 810H juga tidak berarti semua laptop ASUS memiliki spesifikasi ketahanan yang sama. Model dan jenis pengujian dapat berbeda.

    Karena itu, konsumen tetap perlu memeriksa spesifikasi model yang ingin dibeli, bukan hanya melihat hasil demonstrasi.

    NPU Jadi Komponen Penting di Era AI PC

    Perubahan yang lebih menarik justru terjadi di balik perangkat keras.

    ASUS membawa pembahasan mengenai Neural Processing Unit (NPU) sebagai bagian dari jajaran AI PC mereka.

    Beberapa lini seperti Zenbook, Vivobook S Series, dan ProArt disebut telah menggunakan NPU dengan kemampuan pemrosesan AI hingga lebih dari 50 TOPS, bahkan mencapai 80 TOPS pada varian tertentu.

    Lalu, apa bedanya NPU dengan CPU dan GPU?

    Secara sederhana, NPU merupakan komponen yang dirancang khusus untuk menangani workload AI tertentu.

    Pembagian workload ini memungkinkan CPU dan GPU tidak harus menangani seluruh proses AI sendirian.

    Dalam skenario tertentu, pendekatan tersebut dapat membantu efisiensi energi sekaligus menjaga sumber daya komputasi untuk pekerjaan lainnya.

    Inilah salah satu alasan mengapa pembahasan AI PC tidak berhenti pada istilah “laptop punya AI”.

    Yang lebih penting adalah:

    AI tersebut diproses di mana, digunakan untuk apa, dan apakah benar-benar memberikan manfaat bagi pengguna?

    Empat Fitur AI ASUS yang Menarik Diperhatikan

    182609

    Dalam acara tersebut, ASUS juga memperlihatkan beberapa solusi AI yang dibawa ke ekosistem perangkatnya.

    1. StoryCube untuk Mengelola Aset Digital

    Bagi pengguna yang memiliki banyak foto, video, dan file digital, menemukan file tertentu bisa menjadi pekerjaan tersendiri.

    StoryCube dirancang untuk membantu mengorganisasi aset digital menggunakan teknologi AI.

    Konsep seperti ini cukup relevan bagi kreator konten yang setiap hari berurusan dengan banyak file multimedia.

    Alih-alih sekadar memberikan chatbot baru, AI digunakan untuk membantu pekerjaan yang sebelumnya harus dilakukan secara manual.

    2. OMNI Virtual Assistant

    ASUS juga memperkenalkan OMNI Virtual Assistant, sebuah asisten pintar lokal.

    Salah satu pendekatan yang ditonjolkan adalah kemampuan untuk bekerja secara offline.

    Hal ini menarik karena pemrosesan AI secara lokal memiliki implikasi terhadap privasi dan ketergantungan terhadap koneksi internet.

    Namun, kemampuan dan jenis pekerjaan yang dapat dilakukan tetap bergantung pada perangkat, software, dan implementasi yang tersedia.

    3. MuseTree untuk Eksplorasi Ide Visual

    AI juga mulai masuk ke wilayah kreatif.

    Melalui MuseTree, ASUS menghadirkan pendekatan on-device generative AI untuk membantu proses ideasi visual dan pembuatan sketsa.

    Bagi desainer atau kreator, teknologi seperti ini berpotensi digunakan pada tahap awal ketika mencari alternatif visual atau mengembangkan sebuah konsep.

    AI dalam konteks ini bukan sekadar menghasilkan gambar secara otomatis, tetapi menjadi bagian dari proses eksplorasi ide.

    4. Zenni Claw Membawa Konsep Agentic AI

    Berbeda dengan chatbot konvensional yang umumnya bekerja berdasarkan percakapan, Zenni Claw Agentic AI membawa konsep workflow yang lebih terarah.

    Platform ini ditujukan untuk membantu pengguna menjalankan pekerjaan secara bertahap, termasuk kebutuhan pekerjaan, perjalanan, maupun aktivitas sehari-hari.

    Konsep agentic AI sendiri menjadi salah satu perkembangan yang menarik dalam industri komputasi karena AI tidak hanya diminta memberikan jawaban, tetapi juga membantu menyelesaikan rangkaian tugas.

    Tombol Copilot Mulai Menjadi Bagian dari Laptop

    Perubahan lain yang terlihat adalah keberadaan tombol Copilot pada keyboard sejumlah laptop ASUS.

    Kehadiran tombol khusus tersebut menunjukkan bagaimana Microsoft dan produsen PC mulai mengintegrasikan akses ke fitur AI langsung ke perangkat.

    Bagi pengguna, manfaatnya sederhana: akses menuju fitur AI menjadi lebih mudah.

    Tetapi keberadaan tombol tersebut sendiri bukan alasan utama untuk mengganti laptop.

    Nilai sebenarnya tetap berada pada fitur dan workflow yang dapat dilakukan setelah tombol tersebut ditekan.

    Dengan kata lain, AI PC seharusnya dinilai dari pengalaman penggunaannya, bukan sekadar jumlah fitur AI yang tercantum di kotak kemasan.

    ASUS Juga Memperkuat Sisi Layanan

    Selain hardware dan AI, ASUS membawa aspek layanan sebagai bagian dari pengalaman menggunakan perangkat.

    ASUS menyebut memiliki 141 service center di Indonesia serta International Warranty di lebih dari 90 negara sesuai ketentuan yang berlaku.

    Untuk sejumlah lini produk seperti Vivobook, ROG, dan TUF, ASUS juga menawarkan skema perlindungan tertentu melalui program 2Y & 2Y Upgrades.

    Beberapa produk atau program tertentu juga mendapatkan perlindungan hingga tiga tahun, termasuk International Warranty dan Accidental Damage Protection, sesuai syarat dan ketentuan.

    Bagi pengguna yang mengandalkan laptop untuk bekerja, aspek seperti ini sebenarnya cukup penting.

    Laptop rusak bukan hanya berarti biaya perbaikan.

    Ada pula potensi kehilangan waktu produktif.

    Ada ASUS Premium Service untuk Lini Premium

    ASUS juga menyediakan ASUS Premium Service untuk sejumlah produk premium, termasuk Zenbook, ProArt, dan laptop ROG.

    182606

    Fasilitas yang ditawarkan antara lain:

    – Free round-trip shipping;

    – Laptop Spa untuk pembersihan dan perawatan ringan;

    – Fastlane untuk prioritas layanan perbaikan.

    Bagi pengguna biasa, fasilitas tersebut mungkin bukan faktor utama ketika membeli laptop.

    Namun bagi profesional atau kreator yang menggunakan laptop sebagai perangkat kerja utama, waktu downtime perangkat dapat menjadi persoalan tersendiri.

    Aksesori ASUS Kini Dibuat Lebih Personal

    ASUS tidak hanya membawa laptop ke Yogyakarta.

    182605

    Di area ASUS Accessories, perusahaan juga memperlihatkan pendekatan “Pick Your Vibe”.

    Salah satu contohnya terlihat pada ASUS Marshmallow Keyboard KW100 dan Marshmallow Mouse MD100.

    182608

    Keduanya menggunakan koneksi nirkabel, desain ringkas, serta tombol yang dibuat silent.

    Pilihan warnanya juga tidak lagi sebatas hitam atau abu-abu.

    ASUS menghadirkan tiga pilihan warna pastel:

    – Lilac Mist Purple

    – Quiet Blue

    – Sage Green

    Ada pula ASUS SmartO Mouse MD200 yang membawa desain ergonomis dengan sandaran ibu jari dan sensor berpresisi tinggi.

    Pendekatan ini memperlihatkan bahwa aksesori laptop mulai diposisikan sebagai bagian dari personalisasi perangkat, bukan sekadar peripheral tambahan.

    Jadi, Apa yang Sebenarnya Berubah?

    Dari apa yang ditampilkan ASUS di Yogyakarta, ada beberapa perubahan menarik dalam cara produsen laptop menjual perangkatnya.

    182607

    Pertama, durabilitas mulai menjadi bagian penting dari pengalaman produk.

    Kedua, layanan purnajual semakin ditonjolkan sebagai bagian dari nilai sebuah laptop.

    Ketiga, AI mulai masuk ke level hardware melalui NPU, bukan hanya hadir sebagai aplikasi berbasis cloud.

    Keempat, aksesori mulai diposisikan sebagai bagian dari ekosistem personal.

    Dan kelima, kemampuan AI mulai diarahkan ke workflow nyata seperti pengelolaan aset digital, produktivitas, ideasi visual, dan otomatisasi pekerjaan.

    Dengan demikian, perkembangan AI PC tidak semata-mata tentang membuat laptop menjadi “lebih pintar”.

    Pertanyaan yang lebih relevan justru:

    Apakah laptop tersebut bisa membuat pekerjaan pengguna menjadi lebih cepat, lebih efisien, atau lebih sederhana?

    Itulah bagian yang pada akhirnya akan menentukan apakah AI PC benar-benar memberikan perubahan berarti bagi pengguna laptop.

    FAQ

    Apa itu AI PC?

    AI PC adalah komputer yang memiliki kemampuan hardware dan software khusus untuk menjalankan workload kecerdasan buatan. Salah satu komponen yang banyak dibicarakan adalah NPU atau Neural Processing Unit.

    Apa fungsi NPU pada laptop?

    NPU dirancang untuk menangani jenis workload AI tertentu secara lebih khusus. Dengan pembagian beban tersebut, CPU dan GPU dapat menangani pekerjaan lainnya, sementara proses AI tertentu diproses oleh NPU.

    Apakah semua laptop ASUS menggunakan NPU?

    Tidak. Penggunaan NPU bergantung pada model dan platform hardware yang digunakan. Konsumen perlu memeriksa spesifikasi masing-masing laptop.

    Apakah semua laptop ASUS memiliki ketahanan MIL-STD 810H?

    Tidak. ASUS menyebut pengujian MIL-STD 810H diterapkan pada produk tertentu dan jenis pengujiannya dapat berbeda antarperangkat.

    Apa saja fitur AI yang diperkenalkan ASUS?

    Dalam acara ASUS Gathering Yogyakarta, beberapa solusi AI yang diperkenalkan antara lain StoryCube, OMNI Virtual Assistant, MuseTree, dan Zenni Claw Agentic AI.

    Berapa jumlah ASUS Service Center di Indonesia?

    ASUS menyebut memiliki 141 service center di Indonesia dalam komunikasi program Quality & Service pada 2026. Cakupan layanan dapat berbeda berdasarkan produk dan ketentuan program yang berlaku.