12 Kamera Digital Unggulan Tahun 2018

Bisa dibilang bahwa tahun 2017 hingga 2018 ini merupakan tahun-tahun yang cukup menarik bagi industri kamera. Kita bisa melihat banyak produsen merilis beragam kamera digital unggulan milik mereka untuk bersaing dipasaran.

Sebut saja produsen Sony yang meluncurkan dua kamera mirrorless kelas high-end sekaligus tahun ini. Tidak hanya itu saja, beberapa merek lain pun menyusul memamerkan kamera mereka. Ada Panasonic dan Fuji Film yang terus mengimplementasikan fitur-fitur modern ke kameranya untuk menuruti permintaan pasar.

Tak hanya itu saja, ada beberapa merek lain yang juga turut merilis produk-produknya. Nikon yang membuat kamera DSLR paling cekatan dan komplit sepanjang sejarah. Kemudian ada Canon dengan kamera andalan terbarunya. Kita juga bisa melihat GoPro merilis aktion kamera dengan prosesor buatan mereka sendiri.

Tidak ketinggalan pula DJI yang terus menciutkan ukuran drone-nya hingga ke titik di mana pengguna dapat menganggapnya sebagai sebuah kamera.

Lalu pertanyaannya, mana sih yang merupakan kamera digital terbaik saat ini? Simak ulasan 12 kamera digital terbaik berikut ini.

Kamera digital

1. Sony A9

Bisa dibilang bahwa kamera ini hadir di luar dugaan. Memang hasil foto yang dihadirkan tidak sebagus dan sefenomenal Sony A7R, namun sensor yang dipakai masih full-frame. Sehingga kamera ini memiliki keunggulan dalam performanya yang pada titik tertentu dapat mengalahkan kamera DSLR.

Sony A9 memiliki beberapa keunggulan, seperti bisa mengambil 362 gambar JPEF atau 241 gambar RAW tanpa henti dalam kecepatan 20 fps. Keren kan? Begitu cepatnya kinerja a9, foto-foto hasil jepretannya ini dapat disatukan dan disimak sebagai video yang mulus. Performa selama ini kerap dinilai sebagai kekurangan utama kamera mirrorless jika dibandingkan dengan DSLR, namun Sony A9 berhasil mematahkan anggapan tersebut.

2. Panasonic Lumix GH5

Lumix GH5 diperkenalkan secara resmi di awal tahun 2017. Kamera ini meneruskan peran Lumix GH4 sebagai kamera mirrorless favorit para videografer. Berbicara keunggulan kamera lumix GH5, lumix GH5i sanggup merekam video 4K dalam kecepatan 60 atau 50 fps secara internal dan tanpa batas waktu,  sampai dengan dua SD card yang ada terisi penuh.

Kedengarannya memang sepele, tapi hampir semua videografer pasti tahu kalau sampai sekarang pun belum banyak kamera lain yang sanggup melakukannya. Lumix GH5 masih bertahan sebagai salah kamera dengan kemampuan mengunci fokus tercepat disegala kondisi.

3. Panasonic Lumix G9

Seperti Sony a9, Lumix G9 juga diumumkan di luar ekspektasi. Tidak seperti GH5, kamera ini didedikasikan buat para fotografer, utamanya fotografer olahraga maupun satwa liar, yang mendambakan kamera mirrorless dengan kinerja yang amat ngebut.

Sebanyak 50 foto berformat RAW sanggup ia jepret tanpa henti dalam kecepatan 20 fps. Itu dengan continuous autofocus. Dengan single autofocus, kecepatannya malah naik tiga kali lipat menjadi 60 fps.

Sebagai bagian dari keluarga Lumix, G9 tentu saja masih mewarisi sistem autofocus super cepat serta kemampuan merekam video 4K 60 fps, meski itu tak lagi menjadi prioritas utamanya. Seperti yang saya katakan, fotografer satwa liar adalah salah satu target utama G9, terlebih karena sasisnya sudah memenuhi standar weather resistant.

Baca juga : Bagain-bagian kamera DSLR

4. Sony a7R III

Mungkin inilah salah satu kamera yang paling dinanti kehadirannya tahun ini. Sony a7R III melanjutkan jejak a7R II yang dirilis dua tahun sebelumnya, membawa sederet peningkatan yang tidak kelihatan secara kasat mata. Utamanya peningkatan performa continuous shooting dan autofocus dalam kondisi low-light, serta opsi perekaman video 4K dalam format RAW.

Namun kalau menyimak ulasan-ulasan yang beredar di internet, fitur baru a7R III yang paling disukai adalah baterainya yang kini berkapasitas dua kali lebih besar. Pengoperasiannya juga lebih mudah berkat kehadiran joystick kecil di sebelah layar, serta layar sentuh yang bisa difungsikan sebagai touchpad untuk mengatur titik fokus.

Sony memang hampir tidak menyentuh sensor full-frame yang tersematkan padanya, tapi hasil foto maupun dynamic range-nya masih tetap merupakan yang terbaik saat ini, bahkan melampaui sejumlah DSLR kelas premium sekalipun.

5. Nikon D850

Setelah Nikon merayakan ulang tahun satu abad, Nikon mengumumkan bahwa kamera ini satu-satunya DSLR terkomplet sepanjang sejarah. D850 menawarkan hampir segala yang terbaik yang bisa diberikan oleh Nikon. Resolusinya sangat tinggi (45,7 megapixel), performa autofocus-nya menyamai Nikon D5 yang dihargai nyaris dua kali lipatnya, serta konstruksinya tahan banting dan tahan terhadap cuaca buruk.

Nikon bahkan mengambil langkah yang lebih jauh lagi dengan tidak melupakan aspek perekaman video, di mana D850 menawarkan opsi perekaman 4K 30 fps. Juga dilengkapi dengan layar sentuh, plus konektivitas Bluetooth LE yang menjadi rahasia di balik teknologi SnapBridge yang inovatif.

Kamera Nikon D850 bukan kamera termahal besutan Nikon, meskipun demikian Nikon tidak  melewatkan satu fitur pun untuknya. Ini jelas berbeda dari apa yang Canon lakukan dengan 6D Mark II, yang bahkan tidak bisa merekam video 4K.

6. Fujifilm X-E3

Sebagai pengguna Fujifilm X-E2, X-E3 jelas mendapat tempat spesial di hati saya. Desainnya masih mempertahankan gaya rangefinder yang dicintai banyak orang, tapi di saat yang sama ukurannya sedikit menciut sampai-sampai kita bisa tertipu dan menganggapnya sebagai kamera pocket saat tidak ada lensa yang terpasang.

Namun yang lebih penting untuk disorot dari X-E3 adalah bagaimana Fujifilm mendengarkan dan mewujudkan banyak masukan dari konsumen.

Jika sebelumnya hampir semua pengguna X-E2 tidak ada yang menggunakannya untuk merekam video (termasuk saya), X-E3 menghadirkan opsi perekaman video 4K 30 fps, lengkap dengan efek Film Simulation.

Navigasinya dilengkapi dengan layar sentuh, joystick kecil yang sudah menggantikan tombol empat arah. Fujifilm mengadopsi teknologi-teknologi modern secara berkelanjutan sampai ke konektivitas Bluetooth LE yang memungkinkan X-E3 agar terus terhubung ke perangkat mobile demi memudahkan proses transfer gambar.

7. Canon G1 X Mark III

Canon sebenarnya merilis satu kamera yang cukup mengesankan tahun ini, yaitu G1 X Mark III, yang masuk ke kategori kamera pocket premium. Label premium belum pantas menggambarkan kapabilitas kamera ini, sebab pada kenyataannya G1 X Mark III mengemas jeroan DSLR.

Bukan sebatas “ala DSLR”, tapi benar-benar spesifikasi milik DSLR, mulai dari sensor APS-C 24 megapixel, teknologi Dual Pixel AF, continuous shooting dengan kecepatan 9 fps, sampai viewfinderOLED beresolusi 2,36 juta dot. Semua ini dikemas dalam wujud yang tidak lebih besar dari mayoritas kamera mirrorless.

8. Olympus OM-D E-M10 Mark III

Jujur sebenarnya OM-D E-M10 Mark III kurang begitu bersinar jika dibandingkan kamera mirrorless lain yang ada dalam daftar ini, akan tetapi hanya sedikit yang bisa menyainginya dalam hal keseimbangan harga dan performa.

Yup, dengan modal yang kurang lebih $650 saja (atau total $800 bersama lensa), Anda sudah bisa mendapatkan kamera Olympus OM-D E-M10 Mark III yang sudah lengkap. Jika dengan dibandingkan dengan generasi sebelumnya, pembaruannya memang masih tergolong inkremental, tetapi setidaknya ia masih menyimpan opsi perekaman video 4K seperti kakaknya, OM-D E-M1 Mark II, yang berlipat-lipat lebih mahal.

Lebih lanjut, sistem image stabilization 5-axis Olympus saya kira masih belum tertandingi sampai saat ini, dan itu pun juga hadir di sini.

9. GoPro Hero6 Black

Tampilan masih sama seperti pendahulunya, akan tetapi Hero6 Black pada dasarnya bisa menjadi bukti atas kebesaran nama GoPro di ranah action cam. Ini dikarenakan Hero6 merupakan kamera pertama yang mengemas prosesor buatan GoPro sendiri, bukan lagi buatan Ambarella seperti sebelum-sebelumnya.

Perubahan ini penting dikarenakan belakangan mulai banyak action cam lain yang memakai chipbuatan Ambarella, yang pada akhirnya menghadirkan peningkatan kualitas gambar dan performa yang cukup signifikan. Dengan menggunakan prosesor buatannya sendiri, GoPro setidaknya punya nilai jual unik yang tak bisa ditawarkan kompetitornya.

Keseriusan GoPro tampaknya terwujudkan cukup baik. Hero6 Black memberikan performa yang belum tersentuh rivalnya, mencakup opsi perekaman video 4K 60 fps, serta 1080p 240 fps untuk slow-mo. Sampai detik ini masih belum banyak kamera atau smartphone yang mampu merekam 4K 60 fps ataupun 1080p 240 fps.

Baca juga : Perbedaan mendasar kamera DSLR dan Mirrorless

10. Rylo

Satu-satunya kamera dalam daftar ini yang berasal dari pabrikan yang tidak dikenal luas dikenal, Rylo dikembangkan oleh sosok yang tidak asing dalam perkembangan teknologi kamera. Mereka adalah pencipta Hyperlapse, teknologi image stabilization berbasis software yang efektivitasnya tidak kalah dibandingkan tripod.

Mereka memutuskan untuk memanfaatkan teknologi Hyperlapse pada kamera buatannya sendiri, dan dari situ lahirlah Rylo. Sama seperti kamera 360 lain, bedanya hasil rekaman beresolusi 4K-nya memiliki kualitas lebih baik dibandingkan kamera lain di pasaran.

Tidak kalah menarik ialah kemampuan Rylo untuk mengesktrak video 1080p standar dari hasil rekamannya, sehingga pada dasarnya pengguna dapat menentukan ke mana ia harus membidikkan kamera setelah video selesai direkam. Fitur seperti yang diunggulkan GoPro Fusion, kamera dengan 360 derajat perdana GoPro yang diumumkan bersamaan dengan kamera Hero6 Black.

11. DJI Spark

DJI Spark sebenarnya adalah sebuah drone, memiliki dimensi yang tidak lebih besar dari iPhone 8 Plus (saat baling-balingnya terlipat), wajar jika Spark dikategorikan sebagai kamera yang bisa terbang, dan bergerak sendiri, menghindari rintangan-rintangan yang ada tanpa input dari pengguna sama sekali.

Spark sebagai drone pertama yang digolongkan sebagai gadget mainstream. Pertama karena dimensinya yang mungil, kedua karena kemudahan pengoperasiannya yang berbasis gesture, dan ketiga karena harganya yang cukup terjangkau di angka $499.

Dengan kisaran harga yang sama, Anda memang sudah bisa mendapatkan kamera mirrorless yang cukup andal. Namun apakah kamera itu bisa terbang dan mengambil potret keluarga Anda bersama background pemandangan yang menawan dari ketinggian? Pastinya tidak, dan saya kira itulah yang menjadi nilai jual utama Spark sebagai sebuah kamera.

12. Google Pixel 2

Anggap saja ini sebagai honorable mention, tapi menurut saya Google Pixel 2 membawa pengaruh yang cukup besar pada peran smartphone sebagai kamera secara menyeluruh. Coba Anda telusuri berbagai ulasan atau video perbandingan kualitas kamera smartphone di internet, saya yakin hampir semuanya mengatakan bahwa Pixel 2 adalah yang terbaik saat ini.

Hasil fotonya sangat bagus, oke. Namun yang lebih penting lagi menurut saya adalah bagaimana Pixel 2 bisa membuktikan bahwa itu semua bisa diwujudkan melalui software, termasuk efek foto bokeh yang diandalkan oleh deretan smartphone berkamera ganda tahun ini.

Pixel 2 hanya dibekali masing-masing satu kamera saja di belakang dan di depan, tapi keduanya sama-sama bisa menghasilkan foto dengan efek blur yang tidak kalah dibanding smartphone lain yang berkamera ganda. Hardware memang penting, dan ini juga tidak mungkin terwujud tanpa teknologi Dual Pixel pada kamera Pixel 2, namun software dan AI memegang peranan penting dalam kinerjanya secara keseluruhan.

Ketergantungannya pada software juga berarti semuanya bisa ditingkatkan dengan mudah seiring berjalannya waktu. Poin lain yang menurut saya tidak kalah penting, Pixel 2 termasuk spesies yang cukup langka karena dua modelnya yang berbeda ukuran menawarkan kinerja kamera yang sama persis. Ini jelas berbeda dari tren yang diadopsi pabrikan lain, yang mengistimewakan kualitas kamera pada satu model tertentu.

Penutup

Itu tadi beberapa kamera digital terbaik yang ada saat ini. Bagaimana, mana kamera yang menjadi andalan Anda? Ingat, sebelum membeli sebaiknya Anda melihat dulu apa sebenarnya kebutuhan Anda membeli kamera tersebut. Kemudian sesuaikan juga dengan budget yang Anda miliki ya.

Similar Posts:

Loading...