Category: Gadget

  • Rumor Samsung Galaxy S24 FE: Spesifikasi, Tanggal Rilis, dan Harga

    Rumor Samsung Galaxy S24 FE: Spesifikasi, Tanggal Rilis, dan Harga

    LABTekno.com – Samsung selalu berhasil menarik perhatian pasar dengan setiap peluncuran perangkat terbarunya, terutama seri Galaxy FE (Fan Edition). Kini, rumor Samsung Galaxy S24 FE mulai bermunculan, membawa ekspektasi dan spekulasi dari para penggemar teknologi.

    Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai aspek yang diharapkan dari Samsung Galaxy S24 FE, termasuk desain, spesifikasi teknis, kamera, baterai, dan banyak lagi.

    Seperti biasa, setelah Samsung Galaxy S24 rilis, banyak sekali yang tidak sabar menantikan kehadiran Samsung Galaxy S24 FE. Maka, tidak heran jika banyak sekali perbincangan mengenai Rumor Samsung Galaxy S24 FE baik di forum pecinta smartphone ini.

    Desain dan Tampilan

    Rumor mengenai desain Samsung Galaxy S24 FE menunjukkan bahwa perangkat ini akan mengusung tampilan modern dan elegan.

    Diharapkan bahwa Galaxy S24 FE akan hadir dengan layar AMOLED berukuran 6,4 inci, yang mendukung resolusi Full HD+ untuk memberikan pengalaman visual yang tajam dan jernih.

    Desain bezel-less dengan punch-hole camera di bagian depan menjadi salah satu fitur yang diperkirakan akan hadir pada model ini, memberikan tampilan layar yang lebih luas dan immersive.

    Selain itu, Samsung kemungkinan akan menghadirkan beberapa pilihan warna menarik untuk Galaxy S24 FE, mengikuti tren warna-warna cerah dan matte yang telah populer di kalangan pengguna smartphone.

    Spesifikasi Teknis

    Beralih ke spesifikasi teknis, Samsung Galaxy S24 FE diharapkan akan dilengkapi dengan prosesor terbaru dari Samsung atau Qualcomm, yang dapat memberikan performa tinggi dan efisiensi energi yang lebih baik.

    RAM sebesar 6GB atau 8GB diperkirakan akan mendukung multitasking yang lancar, sementara penyimpanan internal kemungkinan akan tersedia dalam dua varian, yaitu 128GB dan 256GB, yang dapat diperluas dengan kartu microSD.

    Prosesor yang kuat ini akan memastikan bahwa Galaxy S24 FE dapat menangani berbagai tugas berat, termasuk gaming, editing video, dan aplikasi produktivitas tanpa kendala.

    Rumor Samsung Galaxy S24 FEKamera

    Kamera selalu menjadi salah satu fitur utama yang diperhatikan oleh pengguna smartphone. Samsung Galaxy S24 FE diperkirakan akan dilengkapi dengan sistem kamera belakang ganda atau bahkan triple-camera, yang terdiri dari lensa utama beresolusi tinggi, lensa ultrawide, dan lensa telephoto atau makro.

    Samsung Galaxy S24 FE

    Fitur-fitur seperti Optical Image Stabilization (OIS), Night Mode, dan kemampuan perekaman video 4K diharapkan akan hadir pada kamera Galaxy S24 FE.

    Untuk kamera depan, Samsung kemungkinan akan menyematkan lensa dengan resolusi 32MP yang mampu menghasilkan foto selfie berkualitas tinggi dan panggilan video yang jelas.

    Fitur AI Beauty dan berbagai mode pemotretan lainnya juga diharapkan akan melengkapi pengalaman fotografi pengguna.

    Baterai dan Pengisian Daya

    Salah satu aspek penting dari smartphone modern adalah daya tahan baterainya. Dari Rumor Samsung Galaxy S24 FE, smartphone ini akan dilengkapi dengan baterai berkapasitas 4.500mAh atau lebih besar, yang mampu bertahan sepanjang hari dengan penggunaan normal.

    Teknologi pengisian cepat juga diharapkan hadir, memungkinkan pengguna untuk mengisi daya baterai hingga 50% hanya dalam waktu 30 menit.

    Selain itu, fitur pengisian daya nirkabel dan reverse wireless charging kemungkinan juga akan tersedia, menambah kenyamanan bagi pengguna yang memiliki perangkat lain yang mendukung pengisian daya nirkabel.

    Sistem Operasi dan Perangkat Lunak

    Samsung Galaxy S24 FE kemungkinan besar akan hadir dengan sistem operasi Android 13 yang dipadukan dengan antarmuka One UI 5.0 terbaru dari Samsung.

    One UI 5.0 menawarkan berbagai fitur baru dan peningkatan dari segi performa dan keamanan. Pengguna akan mendapatkan pengalaman yang lebih mulus dengan berbagai peningkatan pada aplikasi bawaan dan fitur-fitur kustomisasi yang lebih beragam.

    Fitur-fitur seperti Samsung DeX, yang memungkinkan pengguna untuk menghubungkan smartphone ke monitor eksternal untuk pengalaman desktop, dan Bixby, asisten virtual Samsung, diperkirakan akan tetap hadir dan mendapatkan pembaruan untuk kinerja yang lebih baik.

    Konektivitas dan Sensor

    Dalam hal konektivitas, Samsung Galaxy S24 FE diperkirakan akan mendukung teknologi 5G, memastikan pengguna dapat menikmati kecepatan internet yang super cepat di area yang mendukung jaringan ini.

    Selain 5G, perangkat ini kemungkinan juga akan mendukung Wi-Fi 6, Bluetooth 5.2, dan NFC.

    Sensor yang lengkap juga diharapkan hadir, termasuk sensor sidik jari di bawah layar, accelerometer, gyroscope, proximity sensor, dan compass.

    Fitur-fitur ini akan memastikan pengalaman pengguna yang kaya dan aman.

    Harga dan Ketersediaan

    Harga selalu menjadi faktor penentu dalam memutuskan untuk membeli smartphone baru. Berdasarkan Rumor Samsung Galaxy S24 FE yang beredar, diperkirakan akan dijual dengan harga mulai dari $699 hingga $799, tergantung pada varian penyimpanan yang dipilih. Harga ini dianggap kompetitif mengingat spesifikasi dan fitur yang ditawarkan.

    Untuk tanggal rilis, Samsung biasanya meluncurkan seri FE beberapa bulan setelah peluncuran seri flagship utama mereka.

    Oleh karena itu, kita dapat mengharapkan Galaxy S24 FE akan dirilis pada akhir tahun 2024 atau awal tahun 2025.

    Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy S24 FE

    Berikut adalah prediksi spesifikasi lengkap yang mungkin hadir dari rumor Samsung Galaxy S24 FE dalam bentuk tabel berdasarkan rumor dan tren yang ada:

    KomponenSpesifikasi yang Diprediksi
    Layar6,4 inci AMOLED, Resolusi Full HD+ (2400 x 1080)
    ProsesorQualcomm Snapdragon 8 Gen 2 / Exynos 2400
    RAM6GB / 8GB
    Penyimpanan Internal128GB / 256GB, bisa diperluas dengan microSD
    Kamera BelakangTriple-Camera: 50MP (utama) + 12MP (ultrawide) + 8MP (telephoto/makro)
    Kamera Depan32MP
    Baterai4,500mAh dengan pengisian cepat 25W
    Sistem OperasiAndroid 13 dengan One UI 5.0
    Konektivitas5G, Wi-Fi 6, Bluetooth 5.2, NFC
    SensorSidik jari di bawah layar, Accelerometer, Gyroscope, Proximity Sensor, Compass
    Fitur TambahanIP68 tahan air dan debu, pengisian daya nirkabel, reverse wireless charging
    Dimensi160.1 x 75.6 x 7.8 mm
    Berat190 gram
    WarnaPilihan warna cerah dan matte

    Catatan:

    • Spesifikasi ini masih berupa prediksi berdasarkan rumor yang beredar dan tren yang diikuti oleh seri Galaxy FE sebelumnya.
    • Untuk konfirmasi lebih akurat, kita perlu menunggu pengumuman resmi dari Samsung.

    Prediksi ini bisa berubah seiring dengan adanya informasi baru yang lebih konkret. Namun, tabel ini memberikan gambaran tentang apa yang mungkin kita harapkan dari Samsung Galaxy S24 FE.

    Kesimpulan

    Samsung Galaxy S24 FE, dengan segala rumor yang beredar, tampaknya akan menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan smartphone dengan spesifikasi tinggi namun dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan seri flagship utama.

    Dengan desain yang elegan, spesifikasi teknis yang mumpuni, kamera canggih, dan berbagai fitur unggulan lainnya, Galaxy S24 FE diharapkan akan menjadi salah satu perangkat yang banyak dicari pada tahun 2024.

    Bagi konsumen yang mencari smartphone dengan performa tinggi dan fitur lengkap, Samsung Galaxy S24 FE layak untuk ditunggu. Semoga rumor-rumor ini segera dikonfirmasi oleh Samsung agar kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang apa yang akan ditawarkan oleh perangkat ini.

  • ROG Phone 8: Masa Depan Ponsel Gaming Telah Hadir!

    ROG Phone 8: Masa Depan Ponsel Gaming Telah Hadir!

    LABTekno.com – ASUS Republic of Gamers (ROG) kembali memperkenalkan terobosan terbaru di industri gaming mobile dengan peluncuran ROG Phone 8 Series pada 20 Maret 2024.

    Menggabungkan performa luar biasa dengan desain yang lebih ramping dan ringan, ROG Phone 8 Series tidak hanya ditujukan untuk para gamer tetapi juga untuk streamer, kreator, dan pengguna yang mendambakan kekuatan serta kecanggihan teknologi dalam genggaman.

    Transformasi Gaming Mobile: Lebih dari Sekadar Permainan

    ROG Phone 8 Series melangkah lebih jauh dari konsep ponsel gaming tradisional. Dilengkapi dengan prosesor Snapdragon® 8 Gen 3, RAM LPDDR5X 8533 Mbps, dan penyimpanan UFS 4.0, seri ini menawarkan performa yang tangguh.

    Tak hanya itu, menjadi smartphone gaming pertama di dunia dengan sertifikasi IP68, menegaskan komitmennya terhadap durabilitas dan inovasi.

    Inovasi AI: Membawa Gaming ke Dimensi Baru

    ASUS mengintegrasikan teknologi AI ke dalam ROG Phone 8 Series, menciptakan fitur seperti X-Sense dan X Capture AI Grabber yang mengoptimalkan pengalaman gaming.

    AI Noise Cancellation dan Semantic Search AI Wallpaper menambahkan sentuhan personalisasi dan kemudahan bagi pengguna dalam kegiatan sehari-hari.

    Desain dan Performa: Sinergi Estetika dan Kekuatan

    ROG Phone 8 AnimeVision

    Jimmy Lin, ASUS Regional Director untuk Asia Tenggara, menegaskan bahwa ROG Phone 8 Series tidak hanya menawarkan performa gaming yang optimal tetapi juga desain yang menarik.

    Lebih tipis 15% dari pendahulunya, seri ini menjanjikan estetika modern yang dipadukan dengan kekuatan teknologi terdepan.

    Fitur Unggulan ROG Phone 8

    ROG Phone 8 dihadirkan dengan membawa beberapa fitur unggulan yang jarang ditemukan di smartphone gaming lainnya, diantaranya yaitu:

    • ROG Phone 8 Lebih dari sekedar permainan: Ponsel premium ini menjadi lebih ramping, lebih ringan, dan menghadirkan berbagai fitur yang dirancang agar mudah digunakan oleh semua pengguna termasuk para gamer, streamer, content creator dan masih banyak lagi.
    • Performa yang tak terkendali: Snapdragon® 8 Gen 3, 8533 Mbps LPDDR5X RAM, UFS 4.0 menghasilkan performa benchmark yang melampaui pesaing di kelasnya. ROG Phone 8 adalah ponsel gaming pertama di dunia yang memilki IP68.
    • Ultra-bright display: Layar AMOLED fleksibel 6.78” 165 Hz bezel ultra tipis 2500-nit dengan penyegaran adaptif LTPO dan kecepatan sampling sentuh 720 Hz yang sangat halus.
    • AI Kamera Tingkat Pro: 50 MP utama dengan 6-Axis Hybrid Gimbal Stabilizer 3.0; 13 MP ultrawide yang memiliki lensa bebas; 32 MP telephoto dengan 3X optical zoom dan OIS
    • Fitur yang disempurnakan AI: X-Sense, X Capture, AI Grabber untuk bermain game; AI Noise Cancellation, AI Wallpaper, Semantic Search untuk gaya hidup.
    • AniMe Vision: Layar sekunder eksklusif berupa Mini LED yang dapat disesuaikan pada ROG Phone 8 Pro dan ROG Phone 8 Pro Edition

    Pengalaman Multimedia yang Imersif

    Dengan sistem kamera canggih dan teknologi OZO Audio, ROG Phone 8 Series tidak hanya memanjakan para gamer tetapi juga penggemar fotografi dan audio.

    Kemampuan merekam audio 3D Surround dan menghilangkan suara angin memastikan pengalaman multimedia yang kaya dan berkualitas tinggi.

    Peluncuran Spektakuler dengan Kemitraan Strategis

    Acara peluncuran ROG Phone 8 Series akan digelar di FX Sudirman, Jakarta, memberikan kesempatan bagi penggemar teknologi untuk menyaksikan langsung kecanggihan seri terbaru ini.

    ASUS juga berkolaborasi dengan PUBG Mobile dalam merayakan ulang tahunnya yang ke-6, menambahkan rangkaian acara menarik seperti turnamen dan kompetisi cosplay.

    Harga & Ketersediaan ROG Phone 8

    • ROG Phone 8 (12/256) Phantom Black – Rp. 10.999.000
    • ROG Phone 8 (12/256) Storm Grey – Rp. 10.999.000
    • ROG Phone 8 Pro (16/512) Phantom Black – Rp. 14.999.000
    • ROG Phone 8 Pro Edition (24/1T) Phantom Black – Rp. 19.999.000

    Promo ROG Phone 8

    • First Sale Promo : Dapatkan Free Aero Cooler Fan untuk setiap pembelian ROG Phone 8 dengan harga mulai dari Rp. 10.999.000.
      Promo berlaku mulai tanggal 20 Mar hingga 30 Apr 2024 di semua partners penjualan resmi ASUS Offline dan Online.
      Online : Eraspace, Tokopedia, Blibli dan Asus Online Store
      Offline : Erafone, Urban Republic, ROG Store, Asus Exclusive Store dan Asus Authorized Partners.
    • Consumer Launch Sales Promo : Dapatkan Free Aero Cooler Fan + Free Exclusive merchandise kolaborasi ROG X PUBGM + Luckydraw dengan berbagai macam hadiah menarik untuk setiap pembelian ROG Phone 8 dengan harga mulai dari Rp. 10.999.000.

    Promo hanya berlaku di offline event Consumer Launch ROG Phone 8 di FX Sudirman dari tanggal 20 Maret hingga 23 Maret 2024.

    Kesimpulan

    ROG Phone 8 Series menandai evolusi ASUS dalam memenuhi ekspektasi tinggi para gamer dan pengguna teknologi.

    Dengan kombinasi performa, desain, dan inovasi, ROG Phone 8 Series siap mengubah paradigma ponsel gaming dan memberikan pengalaman mobile premium yang belum pernah ada sebelumnya.

    Pengumuman dan informasi terbaru tentang ROG Phone 8 Series dapat diikuti melalui kanal resmi ASUS.

    Melalui peluncuran ini, ASUS tidak hanya menegaskan posisinya sebagai pemimpin dalam industri gaming mobile tetapi juga menunjukkan komitmen dalam inovasi dan kualitas yang menjadi ciri khas ROG. Penggemar gaming dan teknologi di seluruh dunia dapat menantikan performa yang revolusioner dan pengalaman pengguna yang luar biasa dari ROG Phone 8 Series.

    “Tulisan ini diikutsertakan dalam ASUS ROG Phone 8 Blog Writing Competition di Blog Travelerien

    Travelerien
  • Apple Vision Pro vs Meta Quest 3: Mana yang Terbaik?

    Apple Vision Pro vs Meta Quest 3: Mana yang Terbaik?

    LABTekno.com – Apakah Quest 3, dengan harga yang lebih murah, dapat melakukan banyak tugas yang ditangani oleh Vision Pro? 

    Beberapa waktu yang lalu, Mark Zuckerberg, CEO Meta, mengejutkan banyak orang dengan memuji Quest 3 daripada Vision Pro. 

    Zuck bahkan mengklaim bahwa Quest 3 “lebih baik untuk sebagian besar hal yang dilakukan orang dalam mixed reality.” 

    Mengingat investasi besar Meta di Reality Labs, yang bertanggung jawab atas penelitian, pengembangan, penjualan, dan pemasaran headset Quest, dukungan Zuckerberg memicu kontroversi.

    Namun Quest 3 mungkin memang menawarkan fitur yang kompetitif, perbandingannya dapat berubah seiring dengan perkembangan kedua produk.

    Vision Pro vs Meta Quest 3: Harga dan nilai

    Mari kita mulai dengan keunggulan yang jelas bagi Quest 3, yaitu tentu saja dalam segi harga. 

    Harganya mulai dari $500, sedangkan Vision Pro mulai dari $3.500. Jelas yang satu dapat dijangkau oleh jutaan pelanggan potensial dan yang lainnya adalah barang mewah.

    Tapi ini lebih dari sekadar headset. Aksesori Quest 3 memiliki harga yang jauh lebih terjangkau. Tas jinjingnya seharga $70, sementara tas “wrinkled marshmallow” dari Apple seharga $199. 

    Tali kaku yang telah diupgrade seharga $70, tali Apple masing-masing seharga $99 (meskipun sudah termasuk keduanya).

    Sisipan lensa resep untuk Quest 3 dijual oleh Zenni dan harganya $50, setengah dari harga pembaca Zeiss untuk Vision Pro dan sepertiga dari harga lensa resep. 

    Namun, banyak orang tidak akan membutuhkannya, karena Anda dapat menyesuaikan gasket wajah menjadi sedikit lebih dalam dan memakai Quest 3 tepat di atas sebagian besar kacamata biasa.

    Meskipun Quest 3 juga terasa lebih murah dengan konstruksi plastik dan jahitan yang lebih besar dan semacamnya, Quest 3 adalah pemenang yang jelas di sini. Vision Pro terlalu jauh dari jangkauan banyak orang, tidak peduli seberapa bagusnya.

    Pemenang: Meta Quest 3

    Vision Pro vs Meta Quest 3: Kenyamanan

    Banyak yang telah dikatakan tentang berat Vision Pro, yang pada 600-650g (tergantung pada tali) adalah sekitar 20 persen lebih berat dari Quest 3. 

    Tapi ini lebih dari sekadar berat, ini adalah bagaimana duduk di kepala Anda. Quest 3 memiliki tali pengikat dan keseimbangan berat yang lebih baik, dan Anda dapat membeli Elite Strap seharga $70 yang memberikan bagian belakang yang kaku dan bagus. 

    Hasilnya, beratnya berada di sekitar dan di atas kepala Anda, dan headset itu sendiri hampir tidak perlu menekan wajah Anda-cukup untuk mencegah cahaya.

    Vision Pro membawa hampir semua bobotnya jauh di depan, dan membutuhkan banyak tekanan pada wajah untuk menjaganya tetap di tempatnya saat Anda bergerak. Bahkan dengan Dual Loop band, yang membantu menumpukan sebagian beratnya di atas kepala Anda, tetap saja terlalu banyak tekanan yang diperlukan.

    Namun, ada hal lain yang lebih nyaman daripada headset di kepala Anda. Meskipun Quest 3 memenangkan pertarungan tersebut, Vision Pro adalah pengalaman yang lebih nyaman dalam hal lain. 

    Misalnya, meskipun Quest 3 melakukan pelacakan tangan, antarmuka tidak dapat diandalkan tanpa kontroler-metode input utamanya. Mengambil kontroler setiap kali Anda ingin melakukan sesuatu akan membuat frustasi, terutama jika Anda mencoba melakukan pekerjaan dengan tampilan virtual dan keyboard.

    Saya juga dikejutkan oleh betapa seringnya kipas Quest 3 berputar hingga tingkat yang sangat terdengar. Anda tidak menyadarinya dalam pengalaman VR penuh dengan banyak musik dan efek suara, tetapi terlalu banyak aktivitas sehari-hari yang diiringi dengan musik latar yang whrrr…. Saya belum pernah mendengar penggemar Vision Pro, tetapi pembongkaran mengungkapkan bahwa ada dua di antaranya.

    Terlebih lagi, video pass-through Quest 3 sangat berbintik-bintik dan lebih terdistorsi daripada Vision Pro. Apple melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam menghilangkan distorsi pada video pass-through agar sesuai dengan perspektif penglihatan alami Anda, yang membuatnya lebih nyaman untuk dilihat dalam waktu yang lama. 

    Untuk hal-hal yang berkaitan dengan augmented reality, lebih mudah untuk melihat dunia dalam waktu yang lama melalui Vision Pro.

    Quest 3 masih merupakan headset yang lebih nyaman, sebagian karena band Apple yang lebih rendah dan ketergantungan yang berlebihan pada logam dan plastik, tetapi tidak sejauh yang dibayangkan.

    Pemenang: Meta Quest 3

    Vision Pro vs Meta Quest 3: Antarmuka dan kegunaan

    Dalam segi antarmuka dan kegunaan, Vision Pro lebih unggul daripada Quest 3. Sederhananya, menggunakan Vision Pro lebih mudah. Antarmukanya, yang sepenuhnya mengandalkan pelacakan mata dan tangan, lebih bersih dan lebih intuitif.

    Ada banyak kekurangan (Anda tidak dapat membuat jendela mengikuti Anda, pemberitahuan perlu diperbaiki, ada terlalu banyak aplikasi yang hilang atau kurang matang, Tampilan Utama yang jelek), tetapi tindakan sederhana untuk memanipulasi lingkungan virtual Anda bersih dan jelas.

    Quest 3 dibangun dengan menggunakan pengontrol, dan meskipun pengontrol memiliki banyak nilai untuk beberapa hal, memanipulasi antarmuka inti dengan apa yang terasa seperti sepasang penunjuk laser tampaknya lebih seperti “eksperimen VR” daripada produk yang dipoles.

    Ada terlalu banyak ikon yang terlalu kecil, tidak jelas bagaimana cara mengubah ukurannya atau kapan Anda tidak bisa, dan dalam mode augmented reality Anda dibatasi untuk menjalankan tiga aplikasi 2D sekaligus. Apple juga melakukan pekerjaan yang lebih baik dengan pengaturan aksesibilitas.

    Tiga aplikasi dengan penempatan terbatas dan kontrol seperti penunjuk laser bukanlah antarmuka yang bagus.

    Seluruh antarmuka Quest terasa rumit dan rewel, dengan ide dan konvensi yang kacau. Beberapa hal berupa ikon, yang lainnya hampir seperti “umpan” web. Tombol-tombol memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda. Beberapa target antarmuka terlalu kecil.

    Antarmuka Vision Pro mungkin tampak terbatas jika dibandingkan, tetapi jelas dan konsisten dan hanya membutuhkan beberapa menit untuk mempelajarinya. Anda bisa menggunakan Quest 3 selama berhari-hari dan Anda masih bisa menemukan cara kerjanya.

    Saya tidak bisa membayangkan memberikannya kepada seseorang yang tidak terlalu paham secara teknis dan meminta mereka untuk mencari tahu cara menemukan, mengunduh, dan meluncurkan aplikasi tertentu.

    Pemenang: Apple Vision Pro

    Vision Pro vs Meta Quest 3: Produktivitas

    Jika boleh jujur, kedua headset ini tidak terlalu mahir dalam menyelesaikan pekerjaan yang sesungguhnya. Keduanya mendukung desktop virtual, meskipun Vision Pro membuatnya lebih mudah untuk terhubung ke Mac, dan Universal Control memudahkan Anda untuk memindahkan keyboard dan trackpad Mac Anda-tetapi bukan mouse-dari desktop Mac ke aplikasi Vision Pro lainnya. (Dengan perangkat lunak yang tepat, kedua headset ini dapat digunakan pada Mac dan PC).

    Resolusi dan ketepatan tampilan Vision Pro menjadikannya cara yang lebih efektif untuk bekerja dengan teks pada tampilan komputer virtual daripada di Quest 3. Tetapi sebenarnya untuk saat ini, masih lebih baik melihat monitor sungguhan daripada bekerja dengan cara ini dengan perangkat manapun.

    Kemampuan untuk menempatkan beberapa jendela secara bebas adalah kekuatannya, tetapi tanpa Mac, Anda tidak akan menjadi sangat produktif secara umum.

    Aplikasi yang dibuat untuk perangkat itu sendiri tidak lebih baik dari apapun yang terdapat di laptop atau desktop. 

    Semua aplikasi ini memiliki keterbatasan yang signifikan, begitu juga dengan kemampuan Anda untuk mengakses dan bekerja dengan file. Lingkungan aplikasi yang lebih terbuka pada Mac, dan Finder, jauh lebih baik untuk menyelesaikan pekerjaan yang sebenarnya.

    Resolusi dan kemampuan untuk menjalankan dan mengatur ulang banyak aplikasi datar dengan mudah membuat Vision Pro menjadi pemenang di sini, dan semua sinkronisasi awan otomatis untuk pesan dan foto serta sejenisnya bagi mereka yang menggunakan produk Apple lainnya sangat membantu. 

    Tetapi Anda tidak akan menyelesaikan pekerjaan dengan lebih mudah atau lebih cepat dengan salah satu perangkat dibandingkan dengan headset. Membeli monitor kedua adalah dorongan produktivitas yang lebih besar bagi kebanyakan orang.

    Berkat ketepatan tampilan yang lebih baik, multitasking, dan antarmuka bebas pengontrol yang lebih mudah dan lebih intuitif, Vision Pro berpotensi menjadi alat produktivitas yang jauh lebih baik. Hanya saja, aplikasinya belum ada.

    Pemenang: Apple Vision Pro

    Vision Pro vs Meta Quest 3: Hiburan

    Bermain Game menggunakan Meta Quest 3

    Saat ini, menonton film dan video mungkin merupakan kasus penggunaan yang paling halus dan matang untuk Vision Pro.

    Baik dalam bentuk datar, 3D, maupun spasial, pengalaman menonton video di Vision Pro sungguh luar biasa. Sebagian besar berkat tampilan HDR yang fantastis, tetapi lingkungan spasial yang hebat dari aplikasi seperti Disney+ juga membantu.

    Bermain game adalah masalah lain. Beberapa game iPad tersedia, tetapi kecuali Anda dapat memainkannya dengan pengontrol Xbox atau Playstation, Anda tidak akan pernah bisa mengendalikannya. Hampir tidak ada game spasial. 

    Game VR penuh, terutama judul-judul besar AAA, hampir tidak ada. Dan tanpa dukungan untuk pengontrol pelacakan tangan, sulit untuk membayangkan bagaimana ini akan menjadi perangkat yang hebat untuk game imersif yang benar-benar berkualitas tinggi.

    Ketika pengalaman bermain game terbaik Anda adalah pembaruan untuk game iPhone berusia 14 tahun, Anda memiliki masalah.

    Quest 3 tidak menyajikan video dengan ketepatan yang sama seperti Vision Pro, tetapi Anda memiliki lebih banyak pilihan.

    Ada lebih banyak aplikasi streaming, Anda bisa melihat video VR di web (Vision Pro belum bisa), dan ada banyak aplikasi yang melakukan pekerjaan yang sangat baik untuk streaming VR atau video datar dari berbagi jaringan lokal dan sejenisnya. Headset Apple jauh tertinggal dalam hal ini.

    Gamingnya kuat, dengan banyak game VR berkualitas termasuk judul-judul besar AAA. Asgard’s Wrath 2 bahkan dibundel dengan semua headset Quest 3 saat ini, dan membuat game Vision Pro mana pun merasa malu dengan kedalaman dan kualitasnya. 

    Memainkan game PC VR dari PC Windows juga cukup mudah, cukup dengan menggunakan koneksi nirkabel atau kabel penghubung yang terjangkau. Anda dapat memainkan game Steam VR atau game di pasar PC lainnya, dan mereka membuat game Vision Pro terlihat seperti mainan konyol.

    Vision Pro menawarkan pengalaman menonton video yang lebih baik dari beberapa aplikasi yang didukungnya, tetapi tidak memiliki dukungan untuk menonton video dengan cara lain sehingga pilihan kontennya terlalu terbatas. Dan situasi permainannya menggelikan.

    Streaming game Xbox sangat bagus di Quest 3, dan tidak akan hadir di Vision Pro dalam waktu dekat.

    Pemenang: Meta Quest 3

    Vision Pro vs Meta Quest 3: Berbagi secara sosial

    Jika ada kekurangan dari Vision Pro, itu adalah fakta bahwa ia adalah perangkat yang sangat soliter. Di luar panggilan FaceTime yang menempatkan Persona Anda di jendela mengambang (atau rapat Zoom atau sejenisnya), tidak ada cara untuk melakukan “hal-hal spasial” bersama orang lain. 

    Anda tidak bisa menonton film bersama di bioskop virtual yang sama. Anda tidak dapat memiliki dua orang di ruangan yang sama, keduanya mengenakan headset Vision Pro, melihat objek virtual yang sama dan berinteraksi dengannya bersama-sama. Tidak ada game multipemain daring yang memungkinkan Anda melihat orang lain, atau avatarnya.

    Bandingkan dengan pendekatan Meta, yang memprioritaskan game multipemain dari masa-masa awal Oculus Rift ketika headset harus ditambatkan ke PC gaming yang kuat.

    Menggunakan Meta Quest 3 penuh dengan pengalaman multi-pengguna, mulai dari VR Chat hingga game multipemain dan tentu saja Horizon Worlds, dan seluruh “metaverse” tempat orang-orang membuat avatar dan berjalan-jalan untuk bermain game, menonton TV, dan melakukan berbagai macam hal bersama.

    Horizon Worlds, dengan segala kekurangannya, adalah contoh yang bagus tentang bagaimana Meta sosial menginginkan realitas campuran.

    Tidak mengherankan jika perusahaan yang bisnis utamanya adalah media sosial memandang koneksi dan kolaborasi antar pengguna sebagai prinsip utama, dan Vision Pro tidak akan pernah diluncurkan dengan sesuatu yang mendekati “metaverse.” 

    Apple mungkin tidak akan pernah membuatnya, dan itu adalah tugas yang terlalu besar bagi pengembang pihak ketiga untuk menyediakannya dalam waktu dekat. 

    Tetapi sangat mengecewakan bahwa begitu banyak tugas inti dengan Vision Pro yang sepenuhnya berdiri sendiri. 

    Ada peluang besar yang terlewatkan untuk telepresence dalam segala hal, mulai dari bekerja, menonton TV atau film, menonton olahraga, dan tentu saja bermain game. 

    Meta tidak hanya menang secara default di sini, Apple seperti mencetak gol bunuh diri.

    Pemenang: Meta Quest 3

    Vision Pro vs Meta Quest 3: Ekosistem

    Anda akan berpikir bahwa ini adalah sebuah kemenangan besar bagi Apple, karena dengan sekali masuk, semua Pesan, Foto, Mail, dan hal lainnya akan tersinkronisasi dengan baik dengan Mac atau iPhone. 

    Membuat tampilan virtual Mac semudah melirik ke MacBook dan memilih tombol Connect. Dan tentu saja, ada perpustakaan film dan acara Apple TV+ yang layak yang difilmkan untuk Vision Pro dengan Apple Immersive Video.

    Namun ada celah besar. Aplikasi ini tidak benar-benar berfungsi dengan iPhone atau Apple Watch-Anda tidak dapat melihat layar iPhone atau iPad seperti halnya Mac. 

    Anda tidak mendapatkan notifikasi ketika ada panggilan masuk. Anda tidak dapat melakukan AirPlay konten video dari perangkat Apple Anda yang lain ke layar VR di Vision Pro. 

    Bahkan ketika membuat tampilan Mac virtual, audio masih berasal dari Mac Anda, bukan dari Vision Pro.

    Dan hanya ada sedikit cara untuk membuatnya bekerja dengan hal lain. Aplikasi pihak ketiga yang memungkinkan Anda memutar file video atau audio di jaringan lokal Anda tampaknya tidak dapat melakukan streaming. 

    Tidak ada cara untuk menyambungkan apapun ke Vision Pro. Anda jelas tidak dapat melakukan sideload aplikasi, atau menginstal aplikasi dari web atau pasar lain seperti yang dapat dilakukan pada Mac.

    Menghubungkan Quest 3 ke hal-hal lain adalah hal yang sepele, dan membuka sejumlah kemampuan yang tidak dapat ditandingi oleh Vision Pro.

    Quest 3 tidak memiliki ekosistem holistik dari foto dan pesan Anda dan semacamnya yang tersedia dengan cepat dan mulus sejak Anda masuk. 

    Tetapi, aplikasi ini bisa digunakan untuk banyak hal. Anda bisa menyambungkan penyimpanan eksternal, menautkan ke PC, sideload aplikasi, menjalankan game dan aplikasi VR dari PC Windows, dan tentu saja menautkan semua jenis pengontrol dan perangkat bluetooth (lebih banyak daripada Vision Pro).

    Meskipun Vision Pro memiliki ekosistem yang jauh lebih mudah, namun hanya dengan produk Apple lainnya dan itu pun terasa tidak lengkap. Ekosistem Quest 3 sangat luas dan bermain cukup baik dengan yang lain, tetapi seringkali membutuhkan banyak mengutak-atik untuk mempelajari cara mengkonfigurasi sesuatu atau menyiapkannya.

    Pemenang: Meta Quest 3

    Kesimpulan: Meta Quest 3 Lebih Baik dalam Beberapa Poin

    Percaya atau tidak, Zuck benar. Dia mengatakan bahwa Quest 3 lebih baik untuk sebagian besar hal yang digunakan orang untuk menggunakan mixed reality. Dan memang benar.

    Kebanyakan orang, secara umum, tidak terlalu jauh masuk ke dalam ekosistem Apple di mana itu adalah satu-satunya hal yang penting. 

    Mereka tidak akan mendapatkan banyak manfaat dari Pesan atau Foto yang disinkronkan dengan cloud yang sangat sederhana. Mereka lebih cenderung ingin melakukan panggilan video WhatsApp daripada melakukan FaceTime dengan seseorang.

    Dan saat ini, sebagian besar orang menggunakan mixed reality untuk hiburan dan pengalaman sosial multi-pemain dan multi-pengguna. 

    Menonton video VR dan video datar, bermain game, dan mungkin beberapa hal yang berhubungan dengan kebugaran di rumah. 

    Kualitas menonton video di Vision Pro sangat bagus tetapi pilihannya terlalu terbatas, dan sebagai perangkat game atau kebugaran, ini sama sekali bukan pemula.

    Apa yang dilewatkan oleh Zuck, atau setidaknya memilih untuk mengabaikannya, adalah bahwa dia membandingkan perangkat terbaru dalam platform yang sudah berumur bertahun-tahun dengan perangkat pertama dalam platform yang berumur kurang dari sebulan. 

    Salah satu alasan mengapa Quest 3 bagus dalam hal “apa yang digunakan orang untuk menggunakan mixed reality” adalah karena Quest 3 telah menjadi pemimpin pasar yang tak terbantahkan selama bertahun-tahun. 

    Hal ini terpenuhi dengan sendirinya: Headset mereka hebat dalam melakukan apa yang digunakan orang untuk menggunakan headset mereka.

    Apple tidak akan mengejar ketinggalannya dalam waktu dekat, dan dengan tidak adanya sarana untuk menyambungkan apapun ke dalam Vision Pro, prospek ekosistem yang lebih luas menjadi terbatas. 

    Tetapi dengan beberapa pembaruan perangkat lunak yang bagus, beberapa pembaruan aplikasi yang signifikan, dan aplikasi baru, Vision Pro dapat membuat lompatan besar ke depan. Dan ada peluang nyata dalam menciptakan pengalaman baru yang tidak mereka dapatkan di headset Quest saat ini.

    Masalah utama Vision Pro adalah bahwa ia belum matang, bukan karena sifatnya yang “tertutup” vs sifat Quest 3 yang lebih “terbuka” yang digembar-gemborkan oleh Zuckerberg. 

    Apple sedang berlomba untuk melakukan peningkatan besar pada tingkat platform, mendorong pembaruan aplikasi utama, dan mendorong minat pengembang lebih cepat daripada Meta yang dapat merilis perangkat lunak dengan antarmuka yang baik dan headset dengan tampilan dan pelacakan mata yang lebih baik.

    Jika Anda membeli headset hari ini, untuk melakukan apa yang digunakan orang saat ini (hiburan, kebugaran, dan bersosialisasi), Quest 3 jelas merupakan produk yang lebih baik. 

    Produktivitas Vision Pro yang superior tidak memberikan keuntungan, karena sejujurnya kedua perangkat ini merupakan alat produktivitas yang buruk dalam banyak situasi. 

    Namun, sampai kapan Quest 3 akan tetap menjadi headset yang lebih baik? Itu tergantung pada Apple.

  • POCO X6 Pro vs POCO F5, Harga 4 Jutaan, Pilih Mana

    POCO X6 Pro vs POCO F5, Harga 4 Jutaan, Pilih Mana

    LABTekno.com – POCO X6 Pro vs POCO F5, dua HP ini banyak sekali yang ingin melihat perbandingannya. Entah dari segi tampilan desain, kamera maupun performanya. 

    Perilisan POCO X6 Pro yang menghebohkan, bahkan berpotensi besar menjadi bahan gorengan yang dapat membuat harganya melonjak tinggi. 

    POCO X6 Pro vs POCO F5, sama-sama dipasarkan di Indonesia dengan harga 4 jutaan. 

    Hadirnya POCO X6 Pro 5G di Indonesia membuat POCO F5 memiliki pesaing baru. Keduanya punya harga yang selevel, yaitu mulai dari Rp 4,999 juta. 

    POCO F5, yang dirilis pada Juni 2023, jelas memiliki beberapa fitur yang terlihat sedikit kuno. 

    Jika kalian menggunakannya di tahun 2024, tentu saja masih sangat layak. 

    Meskipun demikian, POCO X6 Pro 5G telah dilengkapi dengan berbagai detail spesifikasi terbaru, bahkan mungkin yang paling canggih saat ini di kelasnya. 

    POCO X6 Pro vs POCO F5, Mana yang Lebih Baik?

    POCO X6 Pro vs POCO F5 - LABtekno.com
    POCO X6 Pro vs POCO F5 – LABtekno.com

    Di kelas harga 4 jutaan, kedua HP Android terbaru ini merajai. Antara POCO X6 Pro vs POCO F5, kira-kira mana yang lebih baik?

    Jika kalian masih penasaran, silakan simak uraian berikut ini sampai tuntas!

    Spesifikasi dan Harga POCO X6 Pro 

    POCO X6 Pro 5G didukung oleh prosesor Dimensity 8300 Ultra, yang merupakan model terbaru dari kelas menengah. 

    Skor AnTuTu prosesor Dimensity kelas menengah ini mencapai 1.464.228. 

    Agar kinerjanya semakin optimal, smartphone ini dibekali dengan dukungan RAM 12GB dan memori internal 512GB, kinerjanya pasti akan di atas rata-rata. 

    Menyimpan banyak aplikasi, termasuk game, akan menjadi mudah dengan ini. 

    Seperti yang diharapkan, POCO X6 Pro 5G memiliki layar CrystalRes 1,5K Flow AMOLED DotDisplay berukuran 6,67 inci dengan resolusi FHD+ dan refresh rate 120 Hz. 

    Selanjutnya, di sektor kamera, kamera belakang POCO X6 Pro menawarkan konfigurasi triple camera, 64MP (wide, OIS), 8MP (ultrawide), dan 2MP (macro). 

    Video yang dihasilkan memiliki resolusi 4K@24/30 FPS dan memiliki fitur gyro-EIS. 

    Kemudian pada kamera selfie, terdapat kamera 16MP (wide) yang dapat merekam video dengan resolusi 1080p@30/60fps.

    Dalam hal pengisian daya, POCO X6 Pro juga telah dibekali dengan teknologi fast charging 67 W. Smartphone ini diklaim mampu mengisi daya dari 0 hingga 100% dalam 45 menit, dengan baterai berkapasitas 5.000 mAh. 

    Semua keunggulan yang ditawarkan POCO X6 Pro 5G tersebut, dibanderol dengan harga Rp4.999.000 pada acara peluncurannya pada 1 Februari 2024 lalu. 

    Spesifikasi dan Harga POCO F5 

    POCO F5 dibekali dengan chipset Snapdragon 7+ Gen 2. Pada saat itu, prosesor ini merupakan prosesor terbaik di kelas menengah. 

    Dengan prosesor yang kuat dan RAM yang besar, yang tersedia dalam ukuran 8GB dan 12GB, serta fitur RAM yang dapat diekspansi sebesar 7GB, kombinasi ini pasti akan sangat memuaskan hobi bermain game penggunanya. 

    Dalam hal layar, POCO F5 memiliki panel AMOLED 6,67 inci dengan resolusi FHD+ dan kecepatan refresh 120Hz. 

    Selain itu, kamera utama 64MP yang dilengkapi dengan teknologi OIS memiliki kemampuan untuk merekam video dengan kualitas 4K@30fps, dan kamera belakang 8MP (ultrawide) dan 2MP (macro) tersedia. 

    Selain itu, kamera selfie 16MP (wide) siap memanjakan penggunanya. 

    Dari segi daya tahan, smartphone ini bisa dikatakan terjamin, karena memiliki baterai dengan kapasitas 5.000 mAh dan memiliki kecepatan pengisian cepat 67W. 

    Bahkan POCO mengklaim teknologi ini dapat mengisi daya hingga 100% dalam waktu 46 menit saja.

    Berbicara tentang harga, HP POCO F5 saat ini dijual seharga Rp4.999.000 untuk varian 8/256GB dan Rp5.499.000 untuk varian 12/256GB.

    Demikian perbandingan antara POCO X6 Pro vs POCO F5 yang begitu menarik perhatian. Melihat uraian yang telah kami sampaikan di atas, mana yang menurut kalian lebih baik? Tentukan pilihannya!

  • 5 Urutan Merk HP Berdasarkan Kualitas

    5 Urutan Merk HP Berdasarkan Kualitas

    LABtekno.com – Urutan merk HP berdasarkan kualitas mungkin perlu dibagikan, jika kalian masih bingung mencari HP baru yang akan dibeli.

    Sekarang ini, hampir setiap orang tidak bisa dilepaskan dari HP, sudah seperti teman hidup utama yang menemani setiap saat.

    Hal ini tidak bisa dipungkiri, HP memang membantu berbagai aktivitas penggunanya. 

    Merk HP saat ini sudah banyak tersedia di pasaran. Saking banyaknya, sampai bingung menentukan mana merk HP terbaik.

    Jika kalian masih bingung memutuskan untuk membeli HP merk apa, di tengah munculnya merk smartphone baru di pasar elektronik.

    Persaingan semakin ketat, setiap merk berlomba-lomba meluncurkan produk dengan kualitas terbaiknya.

    Urutan Merk HP Berdasarkan Kualitas

    Jika urutan merk HP terbaik berdasarkan pembelian market, maka Samsung menduduki peringkat pertama. 

    Dalam beberapa tahun terakhir, Samsung merajai penjualan tertinggi di dunia. 

    Namun perlu diingat bahwa banyaknya penjualan produk tidak serta merta membuatnya diposisikan sebagai merk HP terbaik berdasarkan kualitas.

    Sebab jika bicara soal kualitas, maka ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, meliputi build quality, kualitas software, kepuasan konsumen hingga purna jual dan keseimbangan harga pasar.

    Berikut ini urutan merk HP berdasarkan kualitas yang bisa dijadikan pertimbangan ketika ingin membeli smartphone baru. 

    Apple

    Urutan Merk HP Berdasarkan Kualitas - Apple

    Urutan merk HP berdasarkan kualitas yang pertama yaitu Apple. Hal ini mungkin sudah tidak diragukan lagi soal kualitasnya. 

    iPhone memang dirancang dengan tampilan yang intuitif, sistem operasi iOS, dan integrasi kuat dengan ekosistem Apple.

    Berbagai fitur canggih mulai dari kamera berkualitas tinggi, kemampuan pemrosesan kuat, dan berbagai aplikasi tersedia melalui App Store mampu berjalan sangat optimal.

    Selain itu, Apple juga menawarkan berbagai layanan seperti iCloud untuk menyimpan dan menyinkronkan data secara aman, Apple Pay untuk pembayaran digital, dan Apple Music untuk streaming musik.

    Samsung

    Samsung S24 Ultra

    Selanjutnya urutan merk HP berdasarkan kualitas yang kedua yaitu Samsung. Meski merajai penjualan smartphone, jika dilihat dari segi kualitas, Samsung masih di bawah Apple.

    Namun jika bicara soal smartphone Android terbaik, tentu saja Samsung menjadi opsi utama yang mampu bersaing dengan Apple.

    Fitur-fitur inovatif yang ditawarkan oleh Samsung memang tak bisa dipungkiri kehebatannya. Samsung merilis model baru dengan peningkatan teknologi dan desain menarik setiap tahun. 

    Seri flagship Samsung Galaxy S memiliki berbagai fitur canggih seperti layar berkualitas tinggi, kamera yang hebat, dan performa kuat.

    Samsung Galaxy juga telah dilengkapi dengan sistem operasi Android yang memberikan akses ke berbagai aplikasi melalui Google Play Store. 

    Google

    Urutan Merk HP Berdasarkan Kualitas - Google Pixel

    Menyusul Samsung, smartphone buatan Google juga tak bisa disepelekan. Meski baru memasuki lini produk smartphone sejak Oktober 2016, namun sekarang ini sudah mampu bersaing dengan merk kawakan lainnya dalam daftar urutan merk HP berdasarkan kualitas.

    Tak mengherankan, sebab Google inilah yang menjadi pengembang dan pemilik OS Android yang digunakan oleh sebagian besar merk smartphone. 

    Dalam hal optimasi, produk smartphone Google menyajikan kualitas terbaik. Apalagi dilengkapi dengan chipset yang dirancang sendiri dan sangat bagus, namun tidak bisa ditemukan pada merk lain. 

    Namun sayangnya, smartphone unggulan ini, yaitu Google Pixel belum resmi di pasarkan di Indonesia. Google masih memasarkan produknya di pasar Amerika dan Eropa.

    Xiaomi

    Urutan Merk HP Berdasarkan Kualitas - Xiaomi

    Bagi kaum kerehore, urutan merk HP terbaik berdasarkan kualitas dan harganya yang terjangkau, tentu saja jatuh pada merk Xiaomi

    Perusahaan teknologi asal Tiongkok ini memang dikenal mampu menyajikan smartphone berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau.

    Seri Mi, Redmi, dan POCO menjadi primadona bagi kaum mendang-mending. Sebab menawarkan smartphone yang dilengkapi berbagai fitur canggih, seperti layar berkualitas tinggi, kamera yang baik, dan performa bagus. Paket komplit tapi murah!

    Beberapa inovasi terbaru juga sering dihadirkan oleh Xiaomi untuk pertama kalinya, seperti pemindai sidik jari di bawah layar dan teknologi pengisian daya cepat.

    Xiaomi memiliki tampilan penggunanya sendiri, yaitu MIUI yang didasarkan pada sistem operasi Android. 

    Berbagai fitur tambahan menarik ditawarkan di dalamnya. 

    Oppo

    Urutan Merk HP Berdasarkan Kualitas - Oppo

    Masih perusahaan Tiongkok, urutan merk HP berdasarkan kualitas yang terakhir adalah Oppo. Beberapa seri terbaiknya, mulai dari Find, Reno hingga A-series sering kali menawarkan fitur-fitur unggulan.

    Seperti kamera yang canggih, tampilan layar yang berkualitas, dan performa yang tidak diragukan. 

    Dalam segi fotografi, smartphone Oppo juga menyajikan berbagai fitur yang inovatif, seperti mode malam yang kuat, zoom optik, dan stabilisasi gambar cukup baik.

    Selain itu, desainnya juga menarik. Oppo sering kali menawarkan smartphonenya yang memiliki desain elegan dan ramping dengan bodi tipis. 

    Berbagai varian warna yang menarik juga tidak ketinggalan agar pengguna lebih banyak pilihan. 

    Demikian urutan merk HP terbaik berdasarkan kualitas yang bisa dijadikan sebagai pertimbangan sebelum membeli smartphone baru.

    Silakan sesuaikan kebutuhan kalian dengan budget yang tersedia. Kesampingkan gengsi dan pilih berdasarkan kebutuhan saja. 

  • Hands On ASUS ROG Phone 8, Spesifikasi dan Harga

    Hands On ASUS ROG Phone 8, Spesifikasi dan Harga

    LABTekno.com – Seri ASUS ROG Phone 8 resmi diumumkan di acara CES 2024. Smartphone gaming ini hadir dalam tiga varian, yaitu ROG Phone 8, ROG Phone 8 Pro dan ROG Phone 8 Pro Edition.

    Tentu saja, HP gaming satu ini membawa sejumlah pembaruan dan peningkatan yang sangat menarik, mulai dari segi desain hingga performanya. 

    Perbedaan dari ketiga varian seri ASUS ROG Phone 8 terletak pada memori dan tampilan belakangnya.

    Ketiga variannya ini, sama-sama mengusung bodi yang sedikit lebih ramping dibanding pendahulunya. Kini ketebalannya hanya 8,9 mm dan bobot lebih ringan 225 gram.

    Pada seri pendahulunya, memiliki tebal 10,3 mm dan berat 239 gram.

    Namun sayangnya, dengan hadirnya bodi yang lebih tipis ini, kapasitas baterai yang tadinya 6.000 mAh dipangkas menjadi 5.500 mAh.

    Menariknya, ASUS berhasil melakukan optimasi yang membuat daya tahan baterai sama dengan sebelumnya. Tidak ketinggalan dengan dilengkapinya fast charging 65W.

    Desain ASUS ROG Phone 8

    ROG Phone 8 hadir dengan desain premium dalam warna Phantom Black dan Rebel Grey. Tampilan depan smartphone gaming ROG Phone 8, kini mengusung punch hole yang menghilangkan bezel atas besar yang menyembunyikan kamera depan yang terdapat pada seri pendahulunya.

    Agar tidak mengganggu pandangan, ASUS memberi pilihan untuk mengecilkan area tampilan untuk menghindari lubang kamera depan.

    ROG Phone 8

    Di samping kanan, terdapat tulisan ROG di sebelah tombol volume. Tag name ROG juga muncul di area kamera berbentuk kotak, tepatnya di pojok kanan bawah.

    Lalu di bagian bawah terdapat logo ROG Republic of Gamersdare to win, ciri khas yang sudah wajib ada di lini gaming ASUS ini.

    Di bagian belakang casing ROG Phone 8 memiliki dots-matrix LED yang bisa menampilkan tulisan ROG sekaligus menunjukkan waktu (jam).

    Performa ASUS ROG Phone 8

    Performa ASUS ROG Phone 8

    Pada segi performa, ASUS ROG Phone 8 merajai smartphone flagship, terutama HP gaming lain. 

    Seluruh model ROG Phone 8 didukung chipset Snapdragon 8 Gen 3 yang dipadukan dengan RAM LPDDR5x dan memori internal berjenis UFS 4.0. 

    Sebagai perangkat gaming dengan performa tinggi, ponsel jelas memiliki sistem pendingin yang mumpuni untuk membuang panas berlebih.

    Sistem konduksi yang menggunakan boron nitrida dan tembaga digunakan untuk mengekstrak panas langsung dari prosesor Snapdragon ponsel dan membuangnya melalui penutup belakang ponsel.

    ASUS bahkan berani mengklaim pendekatannya kali ini 20 persen lebih efisien secara termal. Namun jika pengguna merasa masih kurang dingin, ASUS juga menyediakan AeroActive Cooler versi terbaru yang dapat dipasangkan ke bagian belakang ponsel untuk mengurangi panas penutup belakangnya diklaim hingga 26 derajat Celcius.

    Layar OLED 165Hz

    Layar OLED 165Hz ASUS ROG Phone 8

    Untuk mendapatkan pengalaman gaming sempurna, layar ROG Phone 8 menggunakan panel OLED 6,78 inch dengan refresh rate dinamis 1-165Hz dan kecerahan 2.500 nits. 

    Dengan begitu para gamer akan mendapatkan pengalaman bermain yang smooth, responsif dan juga tampilan jernih serta tajam. 

    Kamera ROG Phone 8

    Kamera ASUS ROG Phone 8

    Kali ini, ASUS ROG membekali kamera depan perangkatnya dengan kamera selfie beresolusi 32 megapixel. 

    Sementara di bagian belakang, terdapat konfigurasi tiga kamera yang terdiri dari sensor utama 50 megapixel (sensor Sony IMX890) dilengkapi 6-axis Hybrid Gimbal Stabilizer 3.0, ultrawide 13 megapixel, dan telefoto 32 megapixel dengan zoom optik 3x.

    Fitur ROG Phone 8

    ROG Phone 8 membawa sejumlah fitur AI baru, seperti AI Grabber yang bisa digunakan untuk memudahkan pencarian penelusuran game secara online dengan mengenali dan menyalin teks dalam game. 

    Tidak ketinggalan juga AI noise cancelling atau pereda bising yang berfungsi saat panggilan standar maupun untuk obrolan dalam game.

    IP68 ROG Phone 8

    Bukan hanya tampilan menarik dan performa mumpuni, ASUS ROG 8 juga sudah mengantongi sertifikat IP68 yang mengindikasikan bahwa ponsel gamingnya ini tahan air.

    Hadir juga dukungan WiFi 7, dua port USB Type C dan jack audio. Sehingga gamer tidak perlu bingung lagi ketika ingin bermain game sambil charging, pakai AeroActive Cooler dan wired headset secara bersamaan. Tak perlu membeli dongle tambahan.

    Untuk mengakses aplikasi di PC yang terhubung dan memudahkan transfer data, smartphone gaming ini sudah mendukung Microsoft Phone Link. 

    Harga ASUS ROG Phone 8

    Setelah membahas soal spesifikasi, kalian tentu penasaran mengenai harga ROG Phone 8 tersebut.

    Untuk varian terendah ASUS ROG Phone 8 dibanderol USD 1.100 (Rp 17 juta) memiliki logo RGB di bagian belakangnya dan dilengkapi dengan RAM 12GB dan penyimpanan 256GB. 

    Kemudian ROG Phone 8 Pro dibanderol dengan harga USD 1.200 (Rp 18,6 juta) memiliki RAM 16GB dan penyimpanan 512GB.
    Terakhir, ROG Phone 8 Pro Edition dibanderol dengan harga USD 1.500 (Rp 23,3 juta) memiliki RAM 24GB dan penyimpanan 1TB. Keduanya hadir dengan tampilan dot-matrix LED di bagian belakangnya.