Category: Berita

  • 5 Fakta Menarik Burung Hornero, Tukang Bangunan Paling Terampil di Dunia Burung

    5 Fakta Menarik Burung Hornero, Tukang Bangunan Paling Terampil di Dunia Burung

    Burung “Oven” dari Amerika Selatan



    Burung hornero merupakan jenis burung oven berukuran sedang yang berasal dari Amerika Selatan. Berbeda dengan burung oven Seiurus aurocapilla yang termasuk dalam keluarga burung tepus (warbler), burung ini memiliki ciri khas yaitu bentuk sarang yang menyerupai oven atau tungku tradisional. Nama “hornero” berasal dari kata “horno” dalam bahasa Spanyol yang berarti “oven”.

    Burung ini hidup di berbagai habitat, mulai dari Meksiko hingga Amerika Selatan. Meskipun warnanya cokelat polos, mereka sangat dikenal karena kemampuan membangun sarang yang kokoh dan rumit. Hal ini membuatnya menjadi salah satu spesies unik di dunia burung.

    Jadi Kebanggaan Warga Argentina

    AA1Z9JAw

    Di antara delapan spesies burung hornero yang tergolong dalam genus Furnarius, spesies rufous hornero (F. rufus) paling terkenal. Burung ini mudah ditemui dan bahkan menjadi burung nasional Argentina.

    Menurut laman BioExplorer, burung rufous hornero sering muncul dalam cerita rakyat setempat. Di sana, burung ini digambarkan sebagai pekerja keras, sesuai dengan keuletannya dalam membangun sarang. Budaya lokal menganggap burung ini sebagai simbol ketekunan dan kerja keras.

    Warna Cokelat Polos Jadi Kamuflase

    AA1ZaCoN

    Kedelapan spesies burung hornero memiliki bulu berwarna kecokelatan yang seragam. Hanya spesies crested hornero yang agak mencolok karena memiliki jambul. Menurut laman Carolina Birds, warna cokelat ini membantu burung hornero menyembunyikan diri dari predator saat mencari makan.

    Burung hornero adalah burung semiterestrial, artinya mereka lebih suka mencari makan di tanah. Dengan paruh kuat, mereka mengorek tanah dan serasah untuk menemukan serangga dan invertebrata lainnya. Meski tampak sederhana, burung ini menarik perhatian pengamat burung karena sikap pemberani dan kicauan yang lantang.

    Sarang Berbentuk Oven Dibuat dari Tanah Liat

    AA1Z9u2q

    Ciri khas burung hornero yang paling dikenal ialah sarang berbentuk oven. Layaknya tukang bangunan yang terampil, burung hornero membangun sarang secara bertahap menggunakan lumpur, tanah liat, dan serat tumbuhan. Material-material ini akan mengeras dan membentuk struktur berkubah yang kokoh.

    Sarang burung hornero bisa memakan waktu hingga beberapa bulan untuk dibangun. Misalnya, rufous hornero membutuhkan waktu sekitar 2–3 bulan untuk menyelesaikan sarangnya. Proses pembangunan dilakukan bersama pasangan, sehingga hasilnya sangat kokoh dan tahan lama.

    Sarang Berbentuk Oven Efektif Mencegah Predator

    AA1ZadoI

    Selain kokoh, sarang burung hornero juga dirancang dengan struktur antipredator. Di dalamnya, terdapat dinding yang membagi area pintu masuk dari ruang bersarang. Pintu masuk sarang berbentuk melengkung di belakang ruang bersarang.

    Menurut laman Birds of the World, kompleksitas struktur ini bisa mencegah predator mengakses telur dan anak burung hornero. Burung hornero tidak pernah menggunakan sarang yang sama dua kali. Mereka lebih memilih membangun sarang baru dengan usaha yang sama besar. Terkadang, sarang baru dibangun di atas sarang lama, sehingga terlihat seperti tumpukan sarang besar di pohon. Sarang yang tidak digunakan bisa dimanfaatkan oleh burung lain.

    Sungguh menarik, bukan? Setelah mengetahui lebih banyak tentang burung hornero, bagaimana pendapatmu tentang keunikan dan kemampuan burung ini? Apakah kamu tertarik untuk melihat langsung hasil jerih payah dan keterampilan burung hornero dalam membangun sarang?

  • Telkomsel Dorong Perlindungan Anak di Media Sosial dengan Fitur Digital Khusus

    Telkomsel Dorong Perlindungan Anak di Media Sosial dengan Fitur Digital Khusus



    LABTekno.com, JAKARTA — PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) memberikan respons terhadap kebijakan pembatasan akses media sosial dan platform digital yang berisiko bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan ini merupakan implementasi Peraturan Pemerintah No. 17/2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

    VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi menyatakan bahwa perusahaan mendukung langkah pemerintah dalam menerapkan PP TUNAS sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang lebih aman dan sehat, khususnya untuk anak-anak Indonesia.

    “Kami memahami bahwa ruang digital membuka banyak peluang pembelajaran dan kreativitas, namun juga menghadirkan tantangan yang perlu dikelola secara bijak,” kata Fahmi kepada Bisnis, Selasa (24/3/2026).

    Fahmi menekankan bahwa perlindungan anak di ruang digital harus sejalan dengan pemenuhan hak pelanggan untuk tetap tumbuh, belajar, dan berkembang melalui pemanfaatan teknologi secara positif. Dalam konteks ini, penguatan perlindungan dinilai dapat meningkatkan kualitas penggunaan internet yang lebih sehat dan bernilai tambah.

    Sejalan dengan komitmen tersebut, Telkomsel telah meluncurkan ProtekSi Kecil, sebuah layanan yang membantu orang tua menciptakan pengalaman digital yang lebih aman bagi anak. Fitur-fitur yang tersedia antara lain penyaringan konten, pengaturan waktu penggunaan internet, serta pemantauan aktivitas digital.

    Selain itu, Telkomsel juga aktif mendorong pemanfaatan internet yang positif dan produktif melalui program InternetBAIK. Inisiatif literasi digital ini bertujuan untuk membangun kebiasaan berinternet secara bertanggung jawab, aman, inspiratif, dan kreatif. Program ini juga memberikan edukasi kepada generasi muda, guru, serta orang tua dalam menghadapi perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) secara bijak.

    “Ke depan, Telkomsel akan terus berkolaborasi secara konstruktif dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk mendukung ekosistem digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Fahmi.

    Kebijakan pembatasan akses media sosial dan platform digital berisiko bagi anak di bawah 16 tahun diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital No. 9/2026 sebagai turunan dari PP TUNAS.

    Sebelumnya, Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) juga menyambut baik kebijakan tersebut. Ketua Umum Mastel, Sarwoto Atmosutarno, menilai kebijakan ini belum akan berdampak signifikan terhadap sektor ekonomi operator telekomunikasi maupun platform digital dalam jangka pendek.

    Menurutnya, sebelum kebijakan berdampak pada bisnis, operator dan platform digital perlu menyepakati langkah moderasi di tingkat sistem dan jaringan, termasuk pengaturan format data serta mekanisme pendeteksian usia pengguna.

    “Selain itu, di sisi aplikasi harus terhubung moderasi batas usia 16 tahun ke sistem antarplatform,” ujarnya.

    Sarwoto menambahkan, mekanisme tersebut membutuhkan standar yang disepakati bersama agar dapat menghasilkan indikator kinerja utama (key performance indicator/KPI) terkait pembatasan usia pengguna. Dampak ekonomi kebijakan ini diperkirakan baru dapat diukur setelah sistem berjalan selama satu tahun.

    Di sektor operator telekomunikasi, dia memperkirakan dampaknya tidak signifikan karena lebih dari 90% pelanggan menggunakan layanan prabayar, sehingga kinerja average revenue per user (ARPU) relatif tidak terpengaruh.

    Sementara itu, pada penyedia konten, dampaknya akan sangat bergantung pada pihak yang mengambil keputusan pembelian konten, apakah orang dewasa atau anak di bawah usia 16 tahun.

    Sarwoto juga menilai sosialisasi kebijakan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah bagi regulator, penyedia layanan, dan masyarakat.

    Adapun Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan implementasi kebijakan ini akan dimulai pada 28 Maret 2026. Sekitar 70 juta anak di bawah usia 16 tahun akan terdampak penundaan akses ke platform digital berisiko tinggi.

    Platform yang terdampak antara lain YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, dan Roblox. Penonaktifan akun akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh platform memenuhi kewajiban kepatuhan.

    Meutya juga mengajak keluarga memanfaatkan momentum libur Lebaran untuk memperkuat interaksi langsung antara orang tua dan anak dengan mengurangi penggunaan gawai.

    “Momen liburan bisa dimanfaatkan untuk lebih banyak waktu bersama keluarga. Gadget bisa dimatikan atau setidaknya dikurangi,” ujarnya.

    Dia menekankan perubahan pola penggunaan teknologi digital membutuhkan kesiapan keluarga. Karena itu, peran orang tua menjadi kunci dalam membangun komunikasi yang lebih sehat antara orang tua dan anak.

  • Kawoong Inovasi Sisipkan Seni ke Teknologi, Kuatkan Ide Prabowo dalam STEM

    Kawoong Inovasi Sisipkan Seni ke Teknologi, Kuatkan Ide Prabowo dalam STEM

    Visi Besar Presiden Prabowo Subianto: Membangun Kedaulatan Bangsa Melalui STEAM

    Presiden Prabowo Subianto memiliki visi besar untuk membangun kedaulatan bangsa Indonesia, khususnya melalui penguatan sektor STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Dalam beberapa dekade terakhir, dunia pendidikan dan industri memang tengah fokus pada konsep ini. Namun, di ambang tahun 2045, yang dikenal sebagai Indonesia Emas, ternyata hanya mengandalkan rumus matematika dan barisan kode komputer saja tidak cukup.

    Teknologi bukanlah benda mati yang berdiri sendiri. Hal ini sejalan dengan pemikiran CEO Kawoong Innovation Hadi Wardoyo, yang menekankan pentingnya menggabungkan teknologi dengan sentuhan kemanusiaan. Menurutnya, modernisasi tidak boleh mencabut akar budaya bangsa. Ia menyampaikan bahwa tanpa integrasi seni dan budaya, kemajuan teknologi hanya akan menciptakan masyarakat yang mekanis dan kaku seperti “mesin yang dingin”.

    “Presiden mendorong inovasi yang tetap menghargai nilai-nilai estetika dan kearifan lokal,” kata Hadi dalam keterangan tertulis. “Untuk mendukung hal ini, maka dunia membutuhkan STEAM, sebuah evolusi pola pikir yang menyisipkan art (seni/humaniora) ke dalam inti teknologi.”

    Teknologi yang Memiliki Ruh dan Sentuhan Kemanusiaan

    Hadi menjelaskan bahwa fokus pada STEM bukan berarti mengesampingkan humaniora. Justru, kolaborasi antara kecanggihan ilmu pasti dan kelembutan seni akan melahirkan inovator yang solutif bagi masalah sosial di Indonesia.

    “Gagasan ekosistem STEM yang inklusif ini adalah upaya nyata untuk memastikan Indonesia tidak tertinggal di era digital. Dengan memadukan efisiensi mesin dan kehangatan seni, Indonesia sedang bergerak menuju bangsa yang maju secara intelektual namun tetap kaya secara emosional,” paparnya.

    Ia mengibaratkan inovasi tanpa sentuhan manusia hanyalah deru mesin. “Maka STEM adalah jembatan menuju Indonesia yang cerdas sekaligus beradab,” ucap Hadi Wardoyo.

    Bukan Sekadar Estetika, Tapi Kemanusiaan

    Hadi menekankan bahwa transisi dari STEM ke STEAM bukan sekadar penambahan satu huruf, melainkan evolusi pola pikir. Elemen “art” (seni) yang diperjuangkan oleh Hadi Wardoyo menjadi kepingan yang sangat vital. Ia melihat bahwa fokus utama STEM yang murni teknis seringkali menghasilkan produk yang fungsional namun cenderung kaku.

    “Seni dalam STEAM hadir untuk memanusiakan teknologi (Humanizing Technology). Tanpa sentuhan seni, teknologi hanyalah mesin yang dingin,” terang Hadi. Ia mengibaratkan pepatah Latin, Ars longa, vita brevis—seni itu abadi, hidup itu singkat. Kalimat ini bermakna bahwa keahlian ilmu pengetahuan dan karya seni yang diciptakan manusia akan bertahan lama, jauh melampaui umur pembuatnya yang terbatas.

    QR Art: Contoh Nyata Penerapan STEAM

    Salah satu bukti paling nyata dari penerapan STEAM di Kawoong Innovation adalah lahirnya QR Art, sebuah temuan revolusioner karya anak bangsa dari tangan dingin Doddy Hernanto, atau yang akrab disapa Mr D, salah satu pendiri Kawoong Innovation. Sebelum sentuhan STEAM hadir, QR Code hanyalah kotak-kotak hitam-putih yang membosankan—sebuah produk murni Engineering dan Mathematics yang fungsional namun “bisu” secara visual.

    “Melalui pendekatan STEAM, Mr D melahirkan Codeisme, sebuah kolaborasi apik antara seni dan teknologi,” ujarnya. STEAM membuktikan bahwa algoritma (Math/Tech) bisa berdampingan mesra dengan lukisan, foto, dan estetika tanpa merusak fungsi teknis keterbacaannya. Inilah bukti nyata bahwa engineering dan art harus berjalan beriringan.

    “Sains membuktikan apa yang ada, tetapi Seni membayangkan apa yang mungkin ada,” jelasnya.

    Menuju Indonesia Emas 2045

    Gagasan STEAM ini disebut sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita, khususnya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kedaulatan sains-teknologi. Presiden sering menekankan bahwa Indonesia tidak boleh sekadar menjadi “bangsa pesuruh” atau pasar bagi teknologi asing.

    “Kita harus menguasai teknologi untuk mencapai swasembada pangan, energi, dan air dengan karakter bangsa,” ucap Hadi. Langkah ini semakin diperkuat oleh perspektif pakar ilmu kognitif, Prof. Stella Christie (Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi), yang menekankan bahwa teknologi harus selaras dengan cara kerja otak manusia.

    “Inovasi yang berkelanjutan lahir dari kolaborasi interdisipliner, di mana seni menjadi jembatan antara mesin dan rasa,” kata Hadi Wardoyo. Begitu pula, sambung Hadi, hal ini sejalan dengan visi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Arif Satria, yang disampaikan dalam Sosialisasi Program Riset Strategis BRIN 2026–2030 di Gedung B.J. Habibie baru-baru ini mengenai ekosistem riset yang agile.

    “STEAM menciptakan talenta yang fleksibel—individu yang mampu melihat peluang di luar batasan teknis tradisional,” ujar Hadi. Hadi sebagai pemimpin di Kawoong Innovation meyakini bahwa STEAM adalah kunci masa depan.

    “Sains dan teknologi adalah alatnya, engineering dan matematika adalah metodenya, namun Art (seni) adalah bahasanya,” ucapnya. “Tanpa ‘A’, kita hanya akan menjadi robot yang memprogram robot lain. Namun dengan ‘A’, kita sedang membangun peradaban,” sambung Hadi.

    Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi dapat terus solid. Menjadikan STEAM sebagai fondasi untuk mencetak generasi Indonesia Emas 2045 yang tidak hanya mahir mengoperasikan algoritma, tetapi juga piawai merajut estetika.

  • Lebaran, PLN Hadirkan Pusat Pengisian Cepat Teknologi Ultra Fast Charging

    Lebaran, PLN Hadirkan Pusat Pengisian Cepat Teknologi Ultra Fast Charging

    Komitmen PLN dalam Menyediakan Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik

    PT PLN (Persero) menyiagakan infrastruktur pengisian kendaraan listrik untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri 2026. Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri, bersama jajaran, meninjau langsung Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center di jalur mudik Tol Trans Jawa bagian Tengah.

    Dalam kunjungan tersebut, Arsyadany meninjau SPKLU Center yang berada di Rest Area 275A Tegal dan Rest Area 343 Batang. Kedua lokasi tersebut merupakan bagian dari lima titik SPKLU Center yang telah disiapkan di Jawa Tengah, selain Rest Area 319B Pemalang, SPKLU Center Krapyak Semarang, dan Rest Area 438A Bawen.

    Infrastruktur Pengisian Daya yang Andal dan Nyaman

    Arsyadany menyampaikan bahwa PLN berkomitmen menghadirkan infrastruktur pengisian daya yang andal dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik selama periode mudik. “Di sini kami mengunjungi Rest Area 275A, ada 10 nozzle, ada 8 unit SPKLU. Tadi saya sudah berkomunikasi dengan pengunjung yang melakukan pengecasan, mereka merasa nyaman karena mengecasnya juga sangat mudah, dan di rest area ini, PLN juga sudah menyediakan posko serta lounge untuk tempat menunggu yang nyaman,” ujar Arsyadany.

    Secara nasional, PLN bersama mitra telah menyiapkan 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 lokasi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 1.681 unit SPKLU berada di jalur mudik Trans Sumatera–Jawa–Bali dengan rata-rata jarak antar SPKLU sekitar 22 kilometer, sehingga pengguna kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih tenang dan nyaman.

    Teknologi Ultra Fast Charging untuk Pengisian yang Lebih Cepat

    SPKLU Center dirancang sebagai titik pengisian daya kendaraan listrik dengan kapasitas besar dan fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan dengan SPKLU reguler. Infrastruktur ini dilengkapi teknologi Ultra Fast Charging (UFC) yang mampu mengisi daya jauh lebih cepat dibandingkan dengan pengisian fast charging biasa.

    Selain itu, SPKLU Center memiliki kapasitas 10 hingga 20 slot parkir untuk pengisian daya secara bersamaan, sehingga dapat mengurangi potensi antrean panjang di rest area yang padat saat musim mudik. Fasilitas lainnya meliputi cozy lounge atau ruang tunggu yang nyaman, layanan operasional 24 jam, serta simultaneos charger (pengecasan secara bersamaan) yang memungkinkan satu alat mengisi dua kendaraan listrik sekaligus.

    AA1Z72Yz

    Apresiasi dari Pengguna Kendaraan Listrik

    Sementara itu, salah seorang pengguna kendaraan listrik yang tengah melakukan pengisian daya di SPKLU Rest Area 343 Batang, Bintang, mengapresiasi kesiapan fasilitas yang disediakan PLN. Dirinya merasa terbantu dengan hadirnya SPKLU Center di banyak titik lokasi. “Pengisian dayanya cukup cepat dan fasilitasnya juga nyaman. Dengan adanya SPKLU Center seperti ini, perjalanan mudik menggunakan kendaraan listrik jadi lebih tenang karena titik pengisian dayanya semakin banyak dan cepat,” ungkap Bintang.

    Secara khusus untuk mendukung perjalanan kendaraan listrik di jalur Tol Trans Jawa wilayah Jawa Tengah, PLN telah menyiapkan 79 unit SPKLU di 24 rest area. Infrastruktur tersebut terdiri dari 5 unit Ultra Fast Charging, 17 unit Fast Charging, 29 unit Medium Charging, dan 28 unit Standard Charging. Selain itu, PLN juga menyiagakan 3.606 personel serta 2 unit SPKLU Mobile untuk mengantisipasi kondisi darurat apabila pengguna kendaraan listrik mengalami kendala selama perjalanan.

    AA1Z7Ytr

    Layanan dan Fitur Pendukung Perjalanan Mudik

    Selain itu, untuk mendukung kemudahan pengguna kendaraan listrik, seluruh SPKLU juga terintegrasi dengan aplikasi PLN Mobile melalui fitur Trip Planner dan AntreEV. Melalui fitur ini, pengguna dapat merencanakan rute perjalanan, mengetahui lokasi SPKLU terdekat, sekaligus memantau antrean pengisian daya secara real-time sehingga perjalanan mudik menjadi lebih nyaman.

    PLN juga telah menyiapkan fitur khusus layanan darurat 24 jam melalui Super Apps PLN Mobile, Contact Center PLN 123, dan WhatsApp 087 77 1112 123 untuk memberikan rasa aman bagi pelanggan selama periode mudik.

  • Apa Itu Rudal Patriot, Senjata Pemecah Drone Amerika?

    Apa Itu Rudal Patriot, Senjata Pemecah Drone Amerika?

    Eskalasi Konflik Militer di Timur Tengah dan Peran Sistem Pertahanan Rudal Patriot

    Eskalasi konflik militer yang terjadi di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran kini telah meluas ke berbagai negara sekitar Teluk. Hingga hari ini, Iran melakukan serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer AS di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, serta beberapa negara lainnya seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Irak. Negara-negara tersebut kemudian mengaktifkan sistem pertahanan anti-rudal mereka, salah satunya adalah sistem pertahanan anti-rudal MIM-104 Patriot atau lebih dikenal dengan nama rudal Patriot.

    Nama Patriot berasal dari akronim Phased Array Tracking Radar to Intercept on Target (Patriot). Sistem pertahanan anti-rudal dan drone ini diproduksi oleh perusahaan pertahanan ternama AS seperti Raytheon, Lockheed Martin, dan Boeing. Sistem ini bersifat modular dan sangat mudah dipindahkan (mobile), sehingga semua komponen dalam sistem rudal tersebut seperti radar, baterai rudal, rudal, sistem peluncur hingga pembangkit listriknya dapat dipasang dalam waktu kurang dari satu jam di lapangan.

    Ingin tahu lebih lanjut mengenai sistem pertahanan rudal Patriot ini? Simak empat fakta menariknya berikut ini:

    1. Pertama Kali Digunakan dalam Perang Teluk Tahun 1991

    Menurut laman Missile Threat, rudal Patriot pertama kali digunakan dalam peperangan pada tahun 1991 ketika pecah Perang Teluk antara pasukan multi nasional yang dimotori oleh AS dengan Irak di bawah kepemimpinan Presiden Saddam Hussein. Operasi militer bertajuk “Desert Storm” dilakukan oleh pasukan multi nasional untuk mengusir Irak dari wilayah Kuwait yang didudukinya. Dalam perang tersebut, sistem rudal Patriot dipasang untuk melindungi aset-aset penting di Arab Saudi, Kuwait, dan Israel dari ancaman rudal Scud Irak, namun kinerja rudal Patriot generasi pertama di perang tersebut kurang memuaskan.

    Keefektifan rudal Patriot baru terlihat dalam pertempuran selama invasi Irak dalam operasi militer bertajuk “Iraqi Freedom” yang dipimpin AS pada tahun 2003 silam. Dalam operasi militer tersebut, rudal Patriot varian PAC-2 dan PAC-3 sukses mencegat sejumlah rudal Scud yang diluncurkan militer Irak. Dalam perang tersebut juga terjadi insiden fatal friendly fire, ketika sistem rudal Patriot menembak jatuh jet tempur AU Inggris Tornado dan jet tempur milik AL AS F/A 18 Hornet yang menewaskan 3 orang pilotnya. Rudal Patriot memiliki jangkauan sekitar 160 km hingga 180 km dengan kecepatan sekitar 3.600 km/jam.

    2. Memiliki Sejumlah Varian dengan Hulu Ledak Berbeda

    Dalam perkembangannya, sistem rudal Patriot ini memiliki sejumlah varian yang merupakan perbaikan teknologi dari generasi sebelumnya sehingga varian terbarunya menjadi lebih efektif di medan tempur. Menurut laman Army Recognition, terdapat sejumlah varian utama Rudal Patriot antara lain: varian generasi awal: MIM-104A dan MIM-104B (PAC-1) yang digunakan pada akhir tahun 1980-an. Kemudian muncul varian MIM-104C (PAC-2) yang digunakan dalam Perang Teluk di tahun 1991.

    Varian MIM-104C (PAC-2) baru menunjukkan kinerja terbaiknya saat “Operation Iraqi Freedom” di tahun 2003 dengan hulu ledak yang lebih kuat dan fragmen yang lebih besar untuk menghancurkan rudal balistik jarak pendek Irak, rudal Scud. Varian tercanggihnya saat ini adalah PAC-3 MSE (Missile Segment Enhancement) yang merupakan evolusi dari PAC-3 yang telah teruji di medan tempur. Menggunakan teknologi hit to kill yang menggunakan mekanisme kinetik dibandingkan menggunakan hulu ledak besar, dengan cara menabrakkan fragmen titanium berkecepatan tinggi ke rudal taktis balistik atau jelajah musuh hingga kemudian melumpuhkannya.

    AA1Z7tFl

    3. Diberitakan Pernah Merontokkan Rudal Hipersonik Kinzhal

    Pada tahun 2023 silam, sebuah kabar mengejutkan datang dari Ukraina yang sedang berperang dengan Rusia. Militer Ukraina mengklaim bahwa sistem rudal Patriot bantuan AS berhasil menembak jatuh rudal hipersonik Rusia, Kinzhal. Menurut laman The Aviationist dan Reuters, setelah melalui penyelidikan akhirnya pejabat tinggi Pentagon mengakui klaim tersebut. Peristiwa tersebut adalah pertama kalinya rudal hipersonik Kinzhal yang dibanggakan militer Rusia ditembak jatuh sejak digunakan Rusia di Ukraina.

    Kemungkinan militer Ukraina menembakkan rudal Patriot secara salvo atau dalam jumlah yang banyak untuk merontokkan sebuah rudal hipersonik tersebut. Rudal Kinzhal adalah rudal hipersonik yang ditembakkan dari udara oleh jet tempur Rusia MIG-31 Foxhound atau Tu-22M3 Backfire. Rudal tersebut memiliki jangkauan sekitar 2.000 km dan kecepatan hingga Mach 10.

    AA1XqwBC

    4. Dioperasikan oleh Sejumlah Negara di Luar AS

    Selain militer AS, sistem rudal Patriot ini dioperasikan oleh sejumlah negara sekutu AS. Dilansir CNN, 6 negara anggota NATO mengoperasikan sistem rudal patriot ini yakni: Jerman, Yunani, Belanda, Polandia, Rumania, dan Spanyol. Diluar negara NATO terdapat sejumlah negara sekutu AS yang juga mengoperasikan sistem rudal Patriot ini, yakni: Arab Saudi, Kuwait, Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Swiss, Swedia, dan Ukraina yang dipasok AS dalam menghadapi konflik militernya dengan Rusia.

    Banyaknya negara yang mengoperasikan sistem rudal Patriot tersebut membuktikan kehandalan alutsista tersebut saat ini di medan laga. Meski handal, rudal Patriot tak ditujukan untuk mencegat rudal balistik antar benua (ICBM) karena rudal ICBM terbang lebih tinggi dan memiliki kecepatan yang sangat tinggi sehingga tak mampu ditangani oleh sistem rudal Patriot. AS memiliki sistem lain untuk menangkal ICBM yaitu sistem pertahanan AEGIS.

    AA1Z7rvc

  • Apakah Kura-Kura Reptil atau Amfibi? Ini Jawabannya!

    Apakah Kura-Kura Reptil atau Amfibi? Ini Jawabannya!

    Apa Itu Reptil

    Reptil adalah kelompok hewan vertebrata yang memiliki kulit yang ditutupi sisik, lempeng tulang, atau kombinasi keduanya. Mereka bernapas di udara dan mengatur suhu tubuh mereka berdasarkan lingkungan sekitar. Sebagian besar reptil melepaskan lapisan kulit luar secara berkala. Metabolisme reptil sangat bergantung pada suhu lingkungan, sehingga mereka tidak dapat mempertahankan suhu tubuh yang tetap. Reptil pertama kali muncul dalam catatan fosil sekitar 315 juta tahun lalu dan menjadi hewan dominan selama era Mesozoikum.

    Apa Itu Amfibi

    Amfibi adalah hewan vertebrata yang memerlukan air untuk bertahan hidup, berdarah dingin, dan bisa hidup di darat maupun di air. Mereka memiliki kemampuan unik untuk berkembang di dua lingkungan tersebut. Amfibi mencakup lebih dari 6.000 spesies, dengan sebagian besar adalah katak. Karakteristik utama amfibi meliputi pembuahan sel telur secara eksternal, memiliki empat kaki saat dewasa, berdarah dingin, karnivora, dan bisa bernapas dengan insang saat masih di bawah air atau melalui kulit saat dewasa.

    Karakteristik Kura-kura

    Kura-kura hidup di darat dan memiliki cangkang keras yang melindungi tubuhnya. Kebanyakan kura-kura memiliki cangkang atas yang tinggi, kaki belakang tebal seperti kaki gajah, dan kaki depan rata dengan sisik besar. Saat lahir, ukuran kura-kura kecil, namun beberapa spesies bisa tumbuh sangat besar. Menurut Encyclopedia, beberapa spesies kura-kura bisa mencapai berat hingga 255 kilogram dengan cangkang yang panjangnya mencapai 1,4 meter.

    Apakah Kura-kura Reptil atau Amfibi

    Jawabannya, kura-kura termasuk dalam kategori reptil karena memiliki karakteristik seperti bersisik, berkulit kering, berdarah dingin, dan merupakan keturunan dinosaurus. Berbeda dengan amfibi yang memiliki kulit halus tanpa sisik dan bisa menyerap air. Kura-kura juga memiliki paru-paru untuk bernapas seperti reptil lainnya, seperti buaya, ular, kadal, dan Tuatara.

    Perbedaan Antara Kura-kura, Penyu, dan Terrapin

    Secara umum, semua kura-kura dan terrapin diklasifikasikan sebagai penyu, tetapi tidak semua penyu termasuk kura-kura atau terrapin. Kura-kura biasanya bertubuh besar, hidup di darat, dan lebih suka menggali daripada berenang. Sementara itu, terrapin adalah jenis kura-kura kecil yang hidup di air tawar. Kura-kura termasuk dalam keluarga Testudinidae, sedangkan terrapin bisa masuk ke beberapa famili berbeda seperti Geoemydidae dan Emydidae.

    Perbedaan terbesar antara ketiganya terletak pada struktur kakinya. Kura-kura memiliki kaki tebal dengan sisik bergerigi yang cocok untuk menggali. Penyu dan terrapin memiliki kaki rata atau berbentuk sirip yang membantu mereka berenang. Dari segi cangkang, kura-kura memiliki cangkang besar dan tebal, sementara penyu dan terrapin memiliki cangkang yang lebih ringan dan rata untuk membantu berenang.

    Selain itu, penyu dan terrapin biasanya omnivora, sedangkan kura-kura hampir selalu herbivora. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan habitat dan bentuk tubuh mereka. Namun, baik kura-kura, penyu, dan terrapin semuanya termasuk dalam kategori reptil.

    AA1Z6eFN

    AA1Z6FRF

    AA1Z6eFP

    AA1NobbD